
Inilah komoditas terbesar kedua setelah minyak yang diperdagangkan di dunia, 25 juta petani dengan 11 juta hektar lahan, dan 50 negara yang terlibat langsung dalam proses produksi dan pemasarannya. Itulah kopi. Produsen kopi terbesar dikuasai oleh lima negara, yang terbesar adalah Brazil, Kolombia, Vietnam, Indonesia, dan Meksiko. Sayang kopi terbaik kita sudah diijon oleh perusahaan besar karena eksportir lebih memilih mereka dibandingkan dengan memasarkannya di dalam negeri karena harganya bisa jauh berlipat. Untung di Bandung masih ada Koffie Fabriek Aroma bagi orang yang fanatik nyeruput kopi seperti saya.
Kopi merek Illy atau Lavazza yang masyur diseluruh dunia harganya relatif mahal, kira2 sekitar 90 ribuan untuk 250 gram saja. Kalau sekali-kali sih boleh saja, tapi kalau rutin, wah bisa jebol anggaran rumah tangga hanya untuk memuaskan hobi yang satu ini. Info saja, kedua perusahaan (termasuk Starbuck) ini banyak menggunakan kopi kualitas nomor satu dari Indonesia yang diracik dengan kopi dari negara lain terutama dari Amerika Selatan. Untuk orang Indonesia, sudah tersedia kopi kualitas marginal yang rasanya “lumayan” plus sedikit ampas yang mengambang saat dituang dengan air panas.

Sudahlah, memang nasib bangsa ini yang harus puas dengan kopi kualitas pinggiran sebagaimana juga dengan komoditas teh. Kopi Aroma dari Bandung menjadi alternatif bagi yang mencari kopi dengan kualitas yang tidak kalah dengan merek import. Alamatnya tidak sulit dicari karena terletak dipusat kota Bandung, tepatnya di Jl. Banceuy 51. Pemiliknya Widyapratama menyiapkan kopinya selama 5 hingga 6 tahun sebelum diolah secara khusus dengan alat2 dari jaman Belanda.

Bertandanglah kesana dan ngobrol dengan pemiliknya yang ramah yang akan menjelaskan proses pembuatan kopi. Harganya tidak mahal, hanya 12.500 untuk seperempat kilo, jauh lebih murah dibandingkan dengan kopi branded. Rasanya? Hmmm, tentu nikmat apalagi diminum saat pagi sebelum berangkat ke kantor.
Ada dua jenis kopi yang dijual yaitu arabika dan robusta, tapi jenis moka arabika adalah favorit saya karena wanginya lebih harum dan rasanya sangat “nendang”. Saya menikmati kopi ini dengan menggunakan alat French Press karena praktis sekaligus menghilangkan ampas kopi yang mengganggu seperti gambar di bawah ini :
Mari kita mulai.
Satu sendok kopi plus air panas, itu saja.
Aduk perlahan dengan sendok, biarkan beberapa menit saja, maksimal sekitar empat menit, lalu siap untuk menekan dengan plunger-nya.
Tuang kopinya dan silakan menikmati si devil dari Bandung. Enjoy.
* * * * *
Posting lain tentang kopi dan teh :
- Esspresso Not Cafe Americano Please
- I love this devil : Vietnam coffee
- Kalau Hamil Jangan Ngopi
- Ngopi Ala Alfonso Bialetti
- Mari menikmati teh Cina (1)
- Red atau white wine sama enaknya
- Kopi saya : Espresso (1)
- Kopi saya : Espresso (2)
- Kopi dari Jakarta : Warung Tinggi
- Home barista espresso dream machines
- Yang enak koq kurang promosi : kopi Flores
- Menikmati Turkish Coffee
- Mari menikmati teh Cina (2)
Tags: french press, jalan banceuy 51 bandung, koffie fabriek aroma, kopi, kopi aroma, widyapratama




February 1, 2008 at 2:52 pm |
dimana bisa beli French Press nya ??
February 1, 2008 at 4:43 pm |
Banyak tuh di Starbuck, harganya sekitar 150-300 ribuan.
February 5, 2008 at 4:28 pm |
Salam dari Scotland! Saya juga sering “gemas” sendiri kalau ngantri di Starbucks di mana-mana dan melihat kopi yang mereka jual kalau gak sumatera ya java. Mau “pingsan” juga waktu ngintip harganya di London
.
Bang Toni, saya sering dengar kopi luwak, cuma gak tau di mana belinya. Katanya itu kopi termahal di dunia… ada infonya gak? Saya ingin beli buat oleh-oleh kawan-kawan di Scotland sini yang tau Indonesia cuma tentang tsunami, banjir, Suharto, teroris, dan korupsi saja… Thank you ya bang!
February 5, 2008 at 4:56 pm |
Coba saya cari info lebih lanjut mengenai kopi ini, kalau sudah ada will post message to you. Salam dari Jakarta yang lagi dan selalu banyak masalah. Thanks for visiting.
January 5, 2009 at 11:14 pm |
Pak… kopi aroma ada yg biji dan bubuk tuh, kalo yg biji bisa digrinder pake mesin mazzer terus dijadiin espresso gak ? crema nya bagus gak ?
atau yg bubuk bisa langsung dibrewing ?
hehe… tolong ya pak, adain penelitian hasil espresso dari kopi aroma bandung ini, pengen liat foto crema buatan bapak yg pake rancilio silvia…
thanks,
nice blog, seneng bacanya ^_^
January 10, 2009 at 1:49 pm |
hai, salam ngopi..
kenalkan saya Triono..asal Temanggung, Jateng..
kebetulan saya mempunyai usaha pengolahan kopi robusta bubuk bernama trion3 coffee
kopi kami olah secara tradisional+higienis:dengan alat tradisional(sangan dari tanah liat, centong kayu untuk roast),
dengan menggunakan pemanasan dari kayu bakar(kayu kopi, mahoni, jati)..
merk dagang kopi saya adalah:
kopi RAJA the traditional coffee
(kopi RAJA adalah racikan antara kopi robusta jawa terbaik dari pegunungan Temanggung dan kopi sirsah(kopi nangka/kopi londo)yang tumbuh langka di Temanggung).
dibuat dari biji2 kopi pilihan matang pohon, dan penyortiran yang ketat.
harga perkemasan(100gr) : Rp.10.000,-*
beli 10 bks ke atas diskon 10%
saya juga melayani pembelian masih dalam bentuk biji(mentah maupun matang)
harga biji robusta mentah siap roast : Rp.30.000/kg*
harga biji robusta matang : Rp.80.000/kg*
harga biji sirsah matang : Rp.100.000/kg*
selain tersebut di atas, saya juga menyediakan kopi special yaitu kopi luwak robusta jawa.
harga biji robusta luwak cangkang kotor : Rp. 250.000/kg**
harga biji robusta luwak mentah siap roast : Rp. 400.000/kg**
* harga belum termasuk ongkos kirim
** harga sudah termasuk ongkos kirim
demikian info dan penawaran dari saya
kalau anda berminat dan penasaran akan sensasi citarasanya,
silakan hub saya di 081392357535 (telp/sms)
atau e-mail ke spider_boel@yahoo.co.id
May 9, 2009 at 11:15 am |
horas, salam kenal buat smua.
aq dari RC lintong, cma pengen nawarin buat teman2 yang butuh kopi asli dari lintong (lintong coffee) yang udah terkenal ampe ke manca negara aq bisa sediain dalam bentuk biji goreng, green beans maupun bubuk, kualitas dan rasa dijamin. kualitas ekspor harga terjangkau. cocok buat resto n cafe2, buat personal juga bisa.
buat yang berminat dapt menghubungi aq ke rc_lintong@yahoo.com atau ke 0812 6479 7662.
makasih
Gbu
July 1, 2009 at 4:42 pm |
Sama, saya juga suka Moka Arabika, tapi kadang iseng saya campur saja Arabika dan robustanya, nah yang campuran ini biasanya saya minum siang-siang.
July 17, 2009 at 9:07 pm |
hai teman ^^
bagi temn2 yang doyan ngopi ^^
Q cm mau ngnalin kopi usaha kluarga Q. Kopi luwak hasil panagkaran d daerah Sumatera tapna LAmpung ^^
klo da yg mau bs Hub via tlpn. 081369511516 pc: Derfis
mudaha2 tmn2 bs menikmati kopi Luwak ini ^^
timzzzz
December 14, 2009 at 5:02 am |
kalau di Bali, terkenal dengan mer kopi Kupu2 Bola dunia, temanku yg dulu biasa minum kopi di jawa, tapi setelah hidup di Bali, balik ke jawa, rasanya kurang marem kalau tidak minum kopi dari bali