Espresso Not Cafe Americano Please

kufi

Di Itali kalau orang pesan kopi pelayan akan menyuguhkan espresso dan bukan kopi seperti yang kita kenal. Kalau yang dimaksudkan dengan kopi mereka menyebutnya dengan istilah coffee americano. Entah darimana istilah ini muncul. Besar kemungkinan dari kebiasaan turis Amerika yang tidak suka dengan espresso karena dirasakan terlalu keras.

Saya juga penggemar kopi, mungkin tepat disebut penggila. Berbagai macam aksesoris kopi saya beli dan tentu saja sebuah mesin espresso. Kopi memang enak, tapi bagi saya espresso jauh lebih enak. Ini gara2 situs coffegeek tempat para coffee lover di seluruh dunia berkumpul yang membahas kelezatan espresso dengan segala macam peralatannya. Tetapi bukan hanya espresso yang dibicarakan dalam situs ini. Berbagai jenis kopi dan cara penyajiannya juga ditampilkan dengan lengkap.

Saat ini kopi adalah salah satu pop culture dan cara orang mengidentifikasikan status sosialnya. Coffe shop jadi icon di kota2 besar untuk tempat lobi atau sekedar ngerumpi. Starbuck ada di mana2 dan orang tetap membelinya walau harga kopinya selangit dan jenisnya banyak yang didatangkan dari Indonesia.

Yang kelas underground, cukup menikmati segelas kopi tubruk yang banyak ampasnya di sebuah warung Tegal. Toh tidak mengurangi kenikmatan cairan hitam ini.

Si embek dari Ethiopia yang dulu jadi bersemangat gara2 makan biji kopi mungkin tidak menyangka tarian eksotisnya diperhatikan si penggembala yang meraciknya menjadi minuman kopi seperti yang kita kenal sekarang. Itulah legenda saat kopi saat pertama kali ditemukan yang entah benar atau tidak, tapi kopi Afrika sama terkenalnya dengan kopi luwak orang dewek.

Teman saya dari Turki memberikan saya Turkish Coffee yang rasa pahitnya khas, tapi bisa bikin orang ketagihan. Di Vietnam saya mencoba kopi dari sana yang kental dengan rasa moka dan diminum dengan menngunakan saringan khusus agar ampasnya tidak mengotori gigi kita. Di Malaysia ada “Kopi O”, maksudnya kopi doang yang bisa dicampur dengan batu es. Di Singapura Kopi Thiam adalah teman sarapan pagi, tapi sah2 saja bila ingin dinikmati kapan juga.

esp

Semua punya sensasi tersendiri, tapi kopi tetaplah kopi, sebuah komoditas dimana eksportir Indonesia lebih senang menjualnya ke luar negeri karena harganya lebih menguntungkan ketimbang di pasarkan di dalam negeri walaupun petaninya tetap miskin.

LSM Amerika seperti Fair Trade merupakan watchdog inudustri kopi dunia yang memperjuangkan hak2 petani. Persatuan Petani Kopi Gayo Organik yang di Aceh disertifikasi oleh lembaga ini. Setidaknya LSM ini punya taring di Amerika yang “memaksa” raksasa kopi untuk menghormati hak2 dasar buruh tani di seluruh dunia.

Namun demikian, anda dan saya, harus cukup puas dengan kopi kelas bawah yang tidak memenuhi syarat eksport karena bentuk biji dan aromanya kurang memenuhi syarat untuk dijual di caffee shop. Kalau mau yang bermutu, siapkan uang setidaknya 80 ribu rupiah atau lebih untuk seperempat kilo kopi kelas satu seperti merek Illy dari Itali. Sekali lagi kopinya berasal dari Indonesia dan negara2 lain tentunya.

Selamat ngopi.

* * * * *

Tentang kopi & teh :

About these ads

Tags: , , , , ,

7 Responses to “Espresso Not Cafe Americano Please”

  1. infogue Says:

    Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com

    http://kuliner.infogue.com/espresso_not_cafe_americano_please

  2. Anonymous Says:

    Waktu ke Roma saya sempat iseng pesan Cafe Americano. Bleh!!!! Encer banget, saking encernya seakan-akan orang Itali menamakan ini untuk mengejek orang Amerika :-)

  3. Ronny Says:

    Waktu nongkrong di salah satu cafe ternama di surabaya, saya pernah iseng mencoba memesan double shot espresso, setelah menunggu lumayan lama, ternyata kopi yg di sajikan sungguh di luar dugaan double shot espresso nya berubah menjadi cafe americano. Padahal pada buku menu nya di tuliskan langkah2 untuk membuat espresso yg benar, tetapi kenapa dia sendiri belum tau bentuk espresso, hahahahaha

    Banyak barista yang hanya dicemplungkan di cafe tanpa pelatihan yang benar. Kasus itu adalah salah satunya. :) Enjoy your coffee …

  4. esumpelo Says:

    mantep mas, kopi memang enak…tapi saya sedang mencoba berhenti minum kopi…

    btw…artikelnya bagus, mohon ijin untuk ngelink blognya di blogroll saya ya…

    trims…

  5. Galih Suharjan Says:

    Cafe Americano di salah satu gerai coffee shop franchise terkenal di Jakarta juga sangat sangat encer. Saya tadinya heran kok ya coffee shop sebesar itu menyajikan cafe americano yang encer banget. Tapi nggak taunya emang di mana2 encer seperti itukah? Atau hanya bisa ditemui di coffee shop ini saja? Hehe

  6. ndry Says:

    kalo maen ke jogja sempetin de ke kedaikopi.. tu nama sebuah coffee shop terkenal di yogya, pasti menemukan sensasi yang beda.. tq

  7. Pray Says:

    Salam kenal,

    Saya sangat tertarik sekali membaca blog ini karena saya juga salah satu penggemar kopi dan saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan tentang kopi dari teman2 disini. Oh iya Americano itu adalah favorit saya dan kalo nggak salah sejarahnya dimulai di Amerika saat perang dunia pertama dimana tentara Amerika (GI) ingin cepat menikmati kopi tapi yg ada kopi espresso yg buat mereka terasa berat sehingga mereka mencampurnya dgn air panas yg akhirnya dinamakan Americano (mungkin orang Italia yg menamakannya). Sedangkan ada nama lain yg mirip tapi kebalikannya yaitu Long Black dimana air panas dicampur dgn Espresso.

Comments are closed.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 95 other followers

%d bloggers like this: