Kopi saya : Espresso (2)

By ton6312

kopi2

Sebagaimana yang telah dijanjikan, mari kita coba membuat kopi espresso dengan menggunakan mesin kopi yang sudah saya jelaskan di posting sebelumnya. Mesin ini berjenis semi automatic, artinya kita sendiri harus mengatur waktu ekstraksi, yakni saat udara yang bertekanan ditiupkan ke portafilter untuk menghasilkan espresso. Sedangkan pada mesin espresso yang bertipe otomatis, kita hanya perlu menekan satu tombol dan proses selanjutnya komputer yang berada dalam mesin tersebut akan mengatur sendiri hingga selesai. Let’s do it.

Prosesnya sebagai berikut :

  1. Nyalakan dan biarkan hingga lampu indikatornya menyala yang menandakan sudah mesin siap digunakan. Prosesnya tidak terlalu lama sekitar 2-3 menit, lebih lama lagi pada mesin yang semi profesional hingga 30 menit. esp4.jpg
  2. Selanjutnya pasang portafilter yang belum diisi kopi dan nyalakan mesin agar air panas mengalir . Maksudnya agar temperatur portafilter naik yang nantinya sangat berpengaruh kepada aroma kopi tersebut. Selain portafilter, gelas yang akan digunakan juga dipanaskan dengan jalan membasahinya dengan air panas dari mesin.

kopi1

kopi

  1. Masukan satu sendok kopi ke dalam portafilter, bubuk kopi yang disarankan adalah yang telah digiling tidak terlalu halus agar air masih bisa keluar. Kopi yang digiling halus dapat mengakibatkan mesin ngadat karena tersumbat oleh bubuk kopi. Selanjutnya padatkan (tamping) dan bersihkan sisa2 kopi yang masih berada di pinggir (rim) portafilter. esp6.jpg
  2. Pasang portafilter ke dalam mesin dan siapkan gelas yang telah dihangatkan.Putar tombolnya dan saksikan keajaiban manakala cairan hitam mulai mengalir. Berapa lama waktu yang disarankan ? Sekitar 23-25 detik, apabila ekstraksi terlalu lama, maka istilahnya buka espresso tapi lungo.esp7.jpg
  3. Lihatlah, espresso kita sudah siap untuk dinikmati. Cairan coklat keemasan dipermukaan espresso disebut dengan crema yang menandakan bahwa kita telah berhasil menjadi seorang barista rumahan dan tidak kalah dengan mereka yang bekerja di waralaba dari Amrik itu tuh.

Sebenarnya membuat espresso dimulai sejak pemilihan kopi yang masih berbentuk biji. Sangat disarankan bagi para penggila kopi (saya juga pengen banget) untuk memiliki alat penggiling kopi (coffee grinder) sendiri sehingga espresso yang disajikan selalu fresh. Sayang alatnya cukup mahal, merek yang terkenal seperti Mazzer bisa berharga sekitar 5-7 juta, tapi ini bisa menjadi jaminan untuk menghasilkan espresso yang berkualitas.

Nah itulah rutinitas saya setiap pagi dan malam menikmati espresso sebagai teman untuk nge-blog atau sekedar baca buku. Kalau mulai tertarik, jangan salahkan saya ya. Salam.

* * * * *

Posting lain yang sejenis :

Tags: , , , , , , , , , ,

10 Responses to “Kopi saya : Espresso (2)”

  1. Trisnadi Says:

    Salam kenal mas Toni. Saya seorang pencinta espresso coffee yg sudah lama tinggal di luar negeri dan tahun ini akan berlibur ke Jakarta. Apakah anda bisa menyarankan beberapa tempat di Jakarta dimana saya bisa menikmati espresso in its full glory? Karena dalam kunjungan saya ke Jakarta yang terakhir sering mengecewakan. :-)

  2. ton6312 Says:

    Salam kenal kembali mas Tris. Bisa dipastikan coffee shop di hotel berbintang selalu menyajikan dua merek kopi, Illy atau Lavazza, itu sudah standard mereka. Kalau ingin berbeda dengan kopi lokal, coba kopi Caswell di kawasan Kemang, espressonya layak untuk dicoba karena baristanya sudah jadi juara tingkat nasional. Di food court Pasaraya Blok M dekat supermarket Hero ada coffee shop yang menyajikan espresso, saya sering juga ke sini. Selamat menikmati espresso, single or double, is always a nirvana.

  3. Trisnadi Says:

    Terima kasih atas saran nya mas Toni. Memang kebanyakan kalau sedang kangen espresso biasanya lari ke hotel berbintang. Tetapi selain harganya mahal, kalau baristanya kurang berbakat sepertinya sia2 bayar mahal2 regardless pakai merek apa pun :-)

  4. jaya banua Says:

    saya sangat tertarik dengan kopi epresso bung toni wahid.

    Silakan baca2 artikel tentang kopi di sini. Salam :)

  5. agung jepara Says:

    salam kenal….
    saya mau tanya, apa sih KOPI ILLY?..terus terang saya penyuka kopi baru2 aja, dan saya denger dari temen-temen ada kopi ILLY yang rasanya snagat dahsyat. Dan dimana saya bisa ngedapatkannya atau dimana ada pabriknya. bisa nggak misalnya kalau saya ada pemrnintaan dalam jumlah besar? tolong email ke denmasgung@telkom.net
    terima kasih

  6. anto Says:

    Salam kenal Pak Toni…,
    saya suka espresso cup foto diatas. shape & countour nya sexy. dimana saya bisa mendaptkannya yang persis seperti itu. mungkin saya akan jadikan ini untuk tambahan koleksi di rumah aja, buat pajang2an. karena untuk espresso saya lebih suka espresso cup yang ber rim sedikit tebal. seperti Illy /Segafredo/La Marzzocco demitasse espresso cup.
    Saya sekarang tinggal di bilangan Jakarta Selatan, mungkin pak Toni tahu info disini untuk membeli barista tools? mulai dari professional tamper, knockbox, cups, termometer, grinder and so on..?
    terima kasih pak..

    Salam kenal lagi Pak Anto. Wah senang sekali ketemu penggemar kopi kelas berat nih … :) Sayang mesin Elextrolux di atas sudah tidak kelihatan lagi di toko2 elektronik. Lumayan pak, cremanya pasti terbentuk karena menggunakan pressurized portafilter.
    Saya bisa beli di Caswell’s daerah Kemang pak, walau harganya kadang suka tidak bersahabat. Happy hunting. :)

  7. budi dharmoyo Says:

    wahaha…segampang itu ya bikinnya?

    sorry, kayaknya gampang banget dipenjelasannya. Hehehe…
    jadi yang bikin ada kontes barista segala thu apa om?
    sory, saya newbie kopi

    Gampang … asal ada passion untuk membuat rasa kopi yang dahsyat :D

  8. Saleh Hidayat Says:

    illy or lavazza menurut saya harganya terlalu tinggi (euro). saya dulu pakai kopi merk santino, yang menurut saya rasa n harganya nya paling enak, lebih ok drpd illy. Tapi sejak krisis global n dollar, harganya pun naik. akhirnya sy skrg pakai kopi lokal yang sekilo 100rb. illy harganya bisa 3x nya, caswell 2x nya

  9. Lutfi Says:

    kalau buat espresso, nggak bisa pakai kopi lokal yach? spt kopi gayo aceh, kopi sumatra lainnya, atau kopi2x jawa?

    terima kasih jawabannya.

    Semua kopi bisa dijadikan espresso asal halus-kasar bubuknya disesuaikan dengan karakter mesin yang dipunyai.

  10. chinta imbran Says:

    hello mas tony,

    grinder oke ga mahal pake aja rancilio rocky….apalagi kalo uda pake silvia, itu udah jodoh namanya, rocky harganya 4 juta.

    bener juga kalo gilingnya kehalusan, air ga bs keluar, mesin ngadat. ngomong2 silvia mas berisik ga??? trus perasaaan voltagenya 220 watt kok punya saya…emang mas beli silvia dimana??/

    Setuju, emang keduanya pasangan sejati :D
    Saya beli dari Amerika, makanya votase-nya aneh.

Leave a Reply