Posts Tagged ‘wisata bandung’

Libur telah usai

July 20, 2009

chronicle

Liburan itu selalu menyenangkan, setidaknya sejenak melupakan rutinitas kantor, email, telepon, conference call, inquiries, dan segala macam ritual korporasi yang tidak berkesudahan. Jadi selama hampir dua minggu saya habiskan menjelajah kota Bandung dan sekitarnya plus menikmati berbagai kuliner pinggiran jalan. (more…)

Advertisements

Jalanan hingga cafe, sama nikmatnya

June 28, 2009

culinary

Orang Bandung punya kegemaran aneh dalam hal menamakan kuliner mereka. Mie bakso yang sebenarnya berasal dari Solo itu disingkat menjadi “Basrun” atau  “Baso Runtah” karena berdekatan dengan tempat pembuangan sampah (runtah). Abah Mamad penjual bandros (kue pancong) akan berteriak  “Cihuuy” suatu ekspresi kegembiraan yang kemudian menjadi merek dagangannya sejak tahun 1973. Dibalik berbagai nama aneh tersebut banyak cerita2 menarik dibalik keuksesan mereka mendulang pengunjung yang tak henti memenuhi gerai mereka. Mari jalan dengan saya menyusuri jajanan di kota ini.

(more…)

Jajanan murah buat yang lagi liburan di Bandung

June 20, 2009

wedang

Buat yang mau liburan ke Bandung dan ingin menikmati jajanan yang murah meriah daftar ini mungkin bisa membantu. Semua makanan ini sekitar 15-20 ribuan per porsi, murah tentunya. Selamat ngiler 🙂

(more…)

Dago Pakar

June 2, 2009

dp

Kalau New York punya hutan kota Central Park, Bandung pun punya Taman Hutan Juanda yang asri di kawasan Dago. Dengan luas 590 hektar, taman ini menjadi sumber resapan mata air dan paru2 kota Bandung yang sudah semakin sumpek. Sayangnya pembangunan perumahan elit di kawasan resepan air ini seperti tidak terawasi dengan baik. Munculnya komplek2 pemukiman baru membuat sumber mata air bagi PDAM Bandung dikhawatirkan akan semakin berkurang.

(more…)

Gara2 Sangkuriang gunungnya jadi terbalik

October 31, 2008

Kalau mau mencoba jadi pendaki gunung boleh dimulai dengan gunung Tangkuban Perahu. Pertama kali mendaki gunung ini saat kelas 5 SD dengan modal nekat yang dimulai dari jalan Jayagiri menjelang matahari terbenam. Untung ketemu para pendaki gunung lain dan anggota Wanadri, kelompok pecinta alam yang membimbing kami segerombolan murid nekat tanpa pengalaman dan persiapan memadai. Dengan mereka akhirnya bisa sampai di base camp jam 8 malam setelah ngos2an dan lutut pegal akibat drama pendakian amatir kami. Pengalaman itu membuat saya ogah jadi pendaki gunung karena penderitaan waktu itu, haus, serta cuaca dingin yang menggigit. Saat itu cuma membayangkan betapa enaknya tidur di rumah di kasur empuk dan selimut hangat dibandingkan di kemah yang begitu menyiksa. Ah dasar anak2 bengal.

(more…)