Delhi : explored (2)

qm2

Apa jadinya kalau India mempunyai menara miring Qutb Minar sebagaimana Pisa di Italia ? Selama 22 tahun dari 1983 hingga 2005 sebuah survey geologi yang dilakukan oleh pemerintah setempat menemukan fakta bahwa menara ini miring hingga 11 detik. Walaupun kemiringannya kemudian dibantah oleh pemerintah sendiri, situs sejarah ini merupakan tujuan wisata terpopuler dibandingkan dengan Taj Mahal. Dibangun oleh penguasa muslim pertama di India, Qutbuddin Aibak hampir di abad ke-12 berlokasi di kota New Delhi, sebuah testament peradaban yang luar biasa.

qm3

Foto di atas adalah bangunan menara dalam komplek yang sama, tapi tidak terselesaikan karena Raja Alaudin Khalji (1296-1316) keburu meninggal dan proyeknya tidak diteruskan oleh keturunannya. Jadilah menara setinggi 24.5 yang pada mula dibangun dua kali lipat lebih besar dari Qutb Minar terbengkalai.

qm

Terdapat beberapa spekulasi mengenai fungsi menara ini, pertama sebagai tempat muadzin melantunkan panggilan sholat dalam kopmlek masjid Quwwatul Islam, kedua sebagai menara pemantau dari upaya ekspansi negara tetangga, ketiga sebagai benteng pertahanan. Apapun tujuan pembangunannya, Qutb Minar adalah bangunan megah yang dikerjakan dengan presisi tinggi hingga bisa bertahan hingga sekarang. Tidak heran kalau UNESCO memasukan bangunan ini ke dalam daftar World Heritage.

qm5

Arabesque atau motif klasik arsitektur Islam di salah satu bangunan Qutb Minar.

qm4

dh5

Dilli Haat
Tidak sempat menjelajahi India tentu bukan alasan untuk tidak melihat Taman Mini kerajinan dan makanan dari seluruh pelosok negeri ini yang dinamakan Dilli Haat. Tempat ini merupakan sebuah pameran permanen yang menjadi salah satu tujuan wisata yang tidak boleh dilewatkan dan terletak di pusat kota Delhi.

dh2

dh

dh4

dh1

dh2

Jangan sangka kalau makanan India didominasi oleh rempah dalam bentuk kari. Di sebuah negara bagian bernama Meghalaya yang berdekatan dengan Myanmar, Bhutan, dan Cina hingga tidak heran kalau makanan di atas sangat dipengaruhi oleh negara tetangganya, namun tetap dengan rasa khas India, pedas dengan harum rempah. “India is really destination Yum”

chiken

Berpetualang di setiap negara yang saya kunjungi, serunya mencoba makanan khas mereka, ngobrol dengan penduduk setempat, dan tentu saja memotret keseharian mereka lebih mengasyikan dibandingkan mengikuti kegiatan paket tur. Semuanya dilakukan demi untuk merasakan the heart of the city.

Tags:

7 Responses to “Delhi : explored (2)”

  1. Elyani Says:

    Qutb Minar luar biasa ya Ton…motif disalah satu pintu yg didominasi gaya Arab cantik sekali. Selain itu bagi penggila pernak pernik kayak aku lihat foto2 diatas sudah ngebayangin seandainya punya gajah yg cakep itu, punya terompah kayu yg imut, punya kettle yg pasti bagus buat property food photography-ku…*halah mau semua*! hatur nuhun foto2nya Kang…you’re the best!

    Asyik kan El, sayang bagasi dibatasi 20kg, kalau gak banyak tuh yang harus diangkut.

  2. Miss Zane Says:

    Ayayay, tower of proud, so high. Beautify captured ^^

    Super pretty bracelets and little bags and shoes !!!! (O.O) *droll*

    Murah2 pun Jenn …

  3. Dony Alfan Says:

    Adorable country! Dengan budaya yang unik dan otentik. Oh iya, kata seorang teman yang pernah ke India, makanan di sana murah2 ya?

    Makanan super murah Mas, suatu saat harus dikunjungi🙂

  4. maya Says:

    waaah keren2 bgt yaa foto2nya..
    by the way..aku mau tanya nii tau tempat cuci scan buat toy kamera yang murah ngga? hhhe maklum lah pelajar ^^
    oh ia..blog kamu..aku link yaaa..keren bgt
    thanks before🙂

    Boleh Maya🙂

  5. nonafarah Says:

    Papah foto – fotonya keren banget kok Nona nggak dibeliin gelang sih …🙂😦😛😀 ^_^

    Iya kelupaan tuh Non, tapi kan sudah dibeliin yang lain.🙂

  6. therry Says:

    Pernak-perniknya lucuuuu…. tempat HP nya juga unik banget, mahal ngga harganya??

  7. Pritya Says:

    Can’t agree more to your last sentence, Mas.. the takeaways from travelling are unlimited if we can feel and live locally….

Comments are closed.


%d bloggers like this: