Delhi : explored

cover

Gelegar suara petasan di halaman Jama Masjid (Masjid Jahan Numa) menjadi penanda iftar atau buka puasa namun tidak menghentikan kesibukan di Chawri Bazaar kawasan tertua di kota New Delhi tempat mesjid terbesar ini berada. Saya berada di Old Delhi street yang dipenuhi oleh lautan manusia, rickshaw, pedagang kaki lima, dan semerbak harumnya kebab, nasi biryani serta kepulan asap pedangang teh atau cha. Inilah jantung kota Delhi yang sudah ada sejak pemerintahan Syahjahan di abad ke-16. Area ini ini selalu dipenuhi oleh pedagang rempah, tekstil, pengrajin besi atau kuningan, dan tentu saja jajanan khas Delhi.

hotel

Selain Sri Lanka dan Maldives, India adalah negara ketiga di kawasan Asia Selatan yang baru pertama kali dikunjungi. Diperlukan Visa untuk berkunjung ke India dan bisa diurus dengan biaya 900 ribuan  selesai dalam waktu 2-3 hari. Dari Singapura diperlukan waktu sekitar 5.5 jam untuk sampai di bandara Internasional Indira Gandhi yang sedang bersiaga dengan virus flu babi. Pemeriksaan paspor di pos imigrasi dan bea cukai tidak terlalu berbelit dan tanpa proses tanya jawab atau ritual menunjukan tiket kepulangan seperti di yang sering saya alami saat berkunjung Brunei. Pihak hotel sudah menunggu saya di terminal kedatangan dan langsung diajak menuju mobil jemputan yang sudah tersedia. “Welcome to New Delhi Sir”, dan mulailah malam pertama saya di kota dengan penduduk 14 juta orang yang super padat ini.

jama

Sesampai di hotel, pihak concierge sudah langsung tahu nama saya dan langsung memberikan ucapan selamat datang dengan memberikan bindi, sebuah titik merah tepat di kening sebagai simbol dan harapan untuk keselamatan dan kesejahteraan para tamu hotel. Satu hal yang paling berkesan, proses chek-in tidak dilakukan di resepsion sebagaimana lazimnya, tapi langsung di kamar. Dengan kata lain mereka telah memegang kunci kamar dan langsung membawa tamu hotel ke lift. Praktis, dan tentu saja layanan prima dari sebuah hotel berbintang lima. “Our guest is treated as Gods for us” kata concierge-nya. Duuuh, saya mah boro2 Dewa🙂

transp

Holly Cow : Lalu lintas Delhi
Tidak seorang pun termasuk polisi yang bisa mengatur sapi, setidaknya saat mahluk ini melintas dengan santainya di tengah jalan menghalangi para pengendara. Mahluk yang dianggap suci dalam agama Hindu ini memang punya keistimewaan dan pengendara hanya bisa membunyikan klakson sambil berdoa semoga sang sapi berbaik hati mengurangi penderitaaan mereka dalam kemacetan yang parah. Berbicara tentang bunyi klakson, para pengguna jalan di sini memang hobi membunyikan suaranya yang memekakan telinga dan menjadi “musik”  pengiring saat kita berkendara.

Selain klakson para pengendara mobil atau motor menjadikan sinar lampu jauh-nya menjadi cara untuk meminta jalan. Belok kiri atau kanan tanpa memberikan tanda sudah lumrah dilakukan di tengah jalanan yang didominasi oleh mobil2 kecil atau city car.   Pokoknya lalu lintas di kota Delhi sanggup membuat para penderita lemah jantung berdoa sekuat tenaga agar cepat sampai di tujuan🙂.

jama3

Old Delhi dan Jama Masjid
Jadi apa yang akan dilakukan dengan waktu luang di sela-sela rutinitas kantor untuk merasakan denyut kehidupan kota vibrant ini ? Old Delhi street adalah tempat saya pilih untuk menyelami sebagian kehidupan masyarakat di sini sebuah lokasi yang begitu padat dengan mayoritas entitas Muslim terbesar di India.

jama-gate

Untuk mencapai tempat yang terkenal dengan kemacetan  parah ini bisa dihindari dengan menggunakan Delhi Metro dan  berhenti di stasiun Chawri Bazaar. Jalur ini merupakan jalur ke-2 yang bermula dari stasiun Ishwa Vidyalaya hingga Central Secretariat, sepanjang 4 km yang beroperasi sejak tahun 2004. Sistem transportasi subway mereka semakin berkembang dengan pembangunan jalur baru untuk mengatasi simpul2 kemacetan akibat perkembangan jumlah penduduk.

jama-iftar

Jama Masjid dengan warna kemerahan ini dibangun oleh Syah Jahan di tahun 1625 yang juga membangun Taj mahal, merupakan yang terbesar di India dan dapat menampng 25 ribu jemaah. Keindahan arsitekturnya terdiri dari tiga kubah dan dua menara setinggi 41m sungguh mempesonakan sebagaimana foto yang saya ambil di sini. Di bawah adalah foto2 lain yang menggambarkan jalan sepanjang di Chawri Bazaar kawasan Chadni Cowk yang terkenal itu :

jama2

jama4

Fotonya diambil sekitar lima menit setelah berbuka puasa di sebuah jalan yang berhadapan langsung dengan pintu utama Jama Masjid.

jama5

Pedagang roti sebagai salah satu makanan pokok dan penjual  minuman ringan.

jama6

Aaah … ini yang menyegarkan, teh dicampur susu seperti teh tarik sebagai salah satu signature drink di New Delhi. India adalah salah satu negara terbesar pengkonsumsi dan produsen teh besar di dunia. Teh Darjeeling sangat terkenal dan diakui sebagai one of the finest tea in the world.

jama8

Menunggu saat berbuka puasa di halaman Jama Masjid.

jama7

Penjual minuman ringan.

foods

Ini berupa makanan untu cuci mulut berupa roti yang dicampur dengan keju. susu, dan gula.

dessert

Makanan di India banyak mengandung lemak dan kaya akan rempah2. Untuk mengurangi rasa eneg setelah bersantap kuah kari kambing, pihak restoran sering menyediakan daun2 yang rasanya seperti mint segar.

gol

gol

Pada saat tour-nya di kota New Delhi, penyanyi gaek Tina Turner terpesona dengan jumlah penduduk dan akrobat lalu lintas Delhi, sementara saya tak habis mengagumi khazanah peradaban India yang direfleksikan dengan kekayaan arisitektur dan berbagai peninggalan bersejarah yang terawat dengan baik.

Tags: , , , , ,

10 Responses to “Delhi : explored”

  1. geblek Says:

    aih jadi ngiri liat orang jalan
    eh itu photo yg di depan gerbang masjid yg ada 2 orang nampak jalan keren

    *ngiri tanda tak mampu :)*

    Asyik kan foto2nya🙂 Harus ngiri supaya semangat buat belajar dan bisa ke luar negeri.

  2. Miss Zane Says:

    I really enjoy following your adventure here.. Makes me wanna go travel again! ^^
    The are going to be other posts about this trip, right??!!!!🙂

    Consider is done Jenn. Traveling is so much fun when you know the right place to hit and sharing the adventure with other people. So, what’s your next destination ?

    • Miss Zane Says:

      My next, I thought it was gonna be Zanzibar, but I didn’t get the job since I had to complete my fluency in talking french with french people😦
      I’m still looking for a good one hehe..

      Good luck with any country Jenn🙂

  3. tere616 Says:

    Tony, thanks foto-fotonya.
    Jadi kangen sama Delhi ..
    Sayang waktu aku ke sana bukan bulan puasa, jadinya Jama Masjidnya tidak seramai waktu itu.

    Aku lupa deh, kalo gak salah Jama Masjidnya itu prototypenya Taj Mahal.

    Ah…jadi kangen masakan kari di kawasan Old Delhi, Kopi susu dingin, ..hihihihihi…kangen semuanya.

    Sayang waktu aku kesana, kameranya belum SLR

    Kangen kan ? Kota yang memang menawarkan banyak pesona. Makanan di sana ternyata sangat menarik dan jauh dari apa yang kita kenal di sini.

  4. Elyani Says:

    Ton, what an amazing and totally stunning collage of some of the most wonderful daily life portraits here … amazing to look at such a different culture than ours…serasa ikutan kesana!!!

    El … sebenarnya masih banyak yang harus diliput, tapi keterbatasan waktu. Di sana ngebayangin kalau Elyani juga ikut motret di kawasan Old Street-nya … waaah luar biasa objeknya, colorful. Friendly and upbeat people … ini perjalanan yang paling berkesan El.

  5. Dony Alfan Says:

    Pantes, updatenya agak lama, ternyata jalan2 ke India tho. Sepertinya jalanan New Delhi lebih parah ketimbang Jakarta ya. Tapi New Delhi sudah punya subway, Jakarta kapan?😀

    Iya mas tugas terus nih. Subway Jakarta gak pernah selesai ya ?

  6. The Writer Says:

    keren! jadi pengen ke india dan nyobain makanannya

    Dari yang pedas biasa hingga super pedas …

  7. harni hapsari Says:

    Hi,
    thank you for sharing the awesome trip
    foto-fotonya sangat “bercerita”

  8. ANNA Says:

    senangnya baca info n foto2 india, keren.
    Bisa tanya2 india dong? tq

  9. Sunyoto Says:

    Foto di Jogja sama di India, wwaaaaaaaw keren abissss………..
    aku jadi pengen belajar foto sama sampean mas….!

Comments are closed.


%d bloggers like this: