Nangyu : setia dengan Dendang Melayu

ny

Nangyu bersama kelompok musik Dendang melayu Cindo baru saja menyelesaikan sebuah komposisi lagu, tiba-tiba seorang perempuan kulit putih mengacungkan jempolnya dan berkata “that was a great music”.  Bagi Nangyu penghargaan kecil seperti itu sungguh membesarkan hatinya. “Banyak orang asing yang justru lebih menghargai khazanah musik Melayu Deli dibanding orang kita sendiri” ujar Nangyu di rumahnya yang sangat sederhana, sebuang gang sempit Lurung H. Umar di kawasan 9/10 Ulu Palembang. Inilah Nangyu, musisi Melayu Deli senior yang selama setengah abad lebih tetap setia dengan jalur musik ini serta pandai memainkan akordion, gitar dan biola.

ny2

Singkatnya, Melayu Deli merupakan cikal bakal musik dangdut atau yang setidaknya kuat mempengaruhi unsur musik ini. Berbagai Orkes Melayu yang dimotori oleh musisi Emma Gangga, A. Harris, atau Juhara Satar mencapai puncaknya di tahun 50an. Lalu muncul P. Ramlee penyanyi dan bintang film Malaysia kelahiran Aceh dengan lagu Engkau Laksana Bulan yang merajai jenis musik ini hinga revolusi rock-dangdut  Rhoma Irama di tahun 70an.

ny5

Nangyu mewarisi bakat musik dari almarhum ayahnya Rahmat Hasan yang lahir di negara bagian Melaka di Malaysia. Sedari kecil ia tekun memperhatikan Rahmat bermain biola dalam kelompok musik Deli tradisional dan belajar secara otodidak hingga piawai memainkan berbagai alat musik.

“Dulunya musik ini banyak didominasi oleh pantun yang bersahutan dengan alat musik berupa gong, gendang, dan biola). Lagunya hanya satu atau dua saja. Saat itu banyak perantau dari Medan yang mempopulerkan musik ini di Palembang. Beberapa orang malah belajar secara khusus kepada musisi dari Medan dan bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia” kata Nangyu mengenang kembali kisahnya saat ia mulai tertarik dengan musik ini.

“Di usia 15 tahun saya sudah beradi tampil di sebuah pesta pernikahan di Palembang. Dulu upahnya sebesar 25 rupiah, bangganya bukan main. Puncaknya sekitar tahun 70an, saat undangan manggung seakan tidak pernah berhenti. Dari mulai pesta keluarga hingga pemilihan Kepala Desa mengundang kami untuk meramaikan acaranya ”

ny4

Sejak itu Nangyu sudah memutuskan untuk memilih musik sebagai jalan hidupnya dan selama setengah abad ia telah malang melintang bukan saya di wilayah Sumatera Selatan, tapi hingga di luar negeri termasuk Laos, Singapura, Belanda, dan mendapat sambutan meriah saat manggung di negara Malaysia, salah satu sumber jenis musik ini. Beberapa piagam penghargaan dari pemerintah dan foto2 lusuh menjadi kenangan perjalanan hidupnya merawat khazanah musik ini.

ny3

“Tidak setiap orang bisa dengan pas menyanyikan lagu Melayu Deli. Cengkoknya memang susah yang juga diakui oleh penyanyi senior Titiek Puspa. Begitupun para penyanyi dangdut yang punya langgam vokal mirip, tapi tidak semuanya menguasai lagu yang mendayu ini”

“Suatu waktu saya menanyakan jalan hidup bermusik yang saya pilih kepada orang2 pintar seperti KH Zen Syukri, ulama besar Palembang. Waktu itu saya bertanya bagaimana pandangan Islam tentang orang yang bermain musik seperti kami.  Kyai Zen hanya  menjawab singkat, menyenangkan hati orang itu berpahala, termasuk membahagiakan penonton dengan alunan musik Melayu”. Jawaban yang sungguh menyejukan”.

Menurut Nangyu, saat ini kerinduan masyarakat terhadap musik Melayu semakin meningkat. Setidaknya tiga kali sebulan Nangyu diundang untuk tampil di berbagai acara khususnya di kota Palembang. “Mungkin orang jenuh dan ingin kembali mengenang kejayaan Dendang Melayu” katanya.

Itulah obrolan singkat dengan Nangyu musisi Melayu Deli Nangu yang waktu luangnya sering dunakan untuk mangkal di pinggiran jalan Palembng yang panas sebagai tukang cukur karena penghasilan dari musik sering tidak menutupi kebutuhan dapurnya.

Tags: , , , , , ,

8 Responses to “Nangyu : setia dengan Dendang Melayu”

  1. Najamuddin Says:

    This is what we have to lift my brother, a lot of philosophy of life in a dendang wither, but why the other terlena with the production of country music capital

    Supaya tidak lupa dengan khazanah musik kito🙂

  2. therry Says:

    Jarang sekali musisi yang mendedikasikan hidup dan jiwanya demi musik.. dan hal seperti itu hanya bisa ditemukan kepada musisi-musisi yang sudah senior seperti pak Nangyu ini.

    Suatu kelangkaan dimana musik dan kualitasnya sudah bergeser, dan standar nya sudah menurun di jaman sekarang ini…

    Waktu ditanya kenapa masih bertahan dengan musik yang secara komersial sudah kurang digemari, Nangyu hanya menjawab karena ia mendapatkan kebahagiaan saat menjalaninya.

  3. Hery gunadi Says:

    Pa Toni, sewaktu saya kecil, saya suka mendengarkan dendang melayu baik langsung maupun melalui radio. Masih teringat lagam lagunya dalam ingatan sampai kini karena beda dgn yg lain. Waktu kecil saya berdomisili di kota Lahat sum-sel, sebelum pindah ke Bandung.

    Lho pernah tinggal di Lahat juga tho ? Itu kan deket dengan Palembang.
    Pak Dokter, nanti kalau ketemu kita bisa ngobrol dendang Melayu ini yak ?🙂

  4. boy Says:

    nice article ton…bikin gw bangga ama musik dangdut indonesia…
    meskipun orang bilang itu kampungan, tapi tetap bisa bikin goyang jempol kaki gw🙂

    So pasti Boy, mari kita berdendang😀

  5. Dony Alfan Says:

    Loh, ben2 beraroma melayu kan lagi marak tuh. Harusnya ada yang mengajak Nangyu untuk berkolaborasi, menghasilkan aransemen musik yang unik. Salut deh buat orang2 seperti Nangyu

    Dah disaranin Mas, tapi katanya sudah puas dengan kehidupannya yang bersahaja itu🙂

  6. yopy reza Says:

    pak aku tinggal di tanjung morawa aku mau belajar akordion khusus lagu melayu dimana alamatnya di medan dan berapa no HP/Telp yang bisa dihubungi…?

  7. teguh gumelar Says:

    Saya orang Jawa+Sunda, tapi saya juga suka lagu melayu khususnya melayu deli…semoga melayu deli tetap hidup…selamat

  8. alexs Says:

    Pak , saye ni putra melayu deli, lama di perantauan, mau tanya alamat orkes melayu deli yg bisa di hubungi di jakarta
    Saya kagum sm bapak, nanti bila ada kesempatAn nak bekujunjung k bapak. Wsslam. Alexs putra melayu.

Comments are closed.


%d bloggers like this: