Tiga kuliner zaman baheula di Bandung

susil2

1. Susu murni Jalan Siliwangi.

Ini salah satu hidden spot di Bandung saat orang2 mencari kehangatan dinginnya kota ini dengan segelas susu murni hangat. Mayoritas peminatnya adalah anak2 muda yang seringkali melewatkan jam malam dan singgah di tempat ini.  Saat masih tinggal di Bandung, ini salah satu tempat hang-out favorit karena cuaca Bandung yang dingin saat itu sangat cocok ditemani segelas susu hangat. Lokasinya di Jalan Siliwangi Bandung sekitar 500 meter dari lotek jalan kalipah Apo yang terkenal itu. Sekali lagi ini warung pinggir jalan, tapi sudah ada sejak tahun 1968 atau 40 tahun lebih !

susil1

Agak susah mencari tempat duduk saat malam Minggu karena pengunjung datang silih berganti. Makanya banyak yang rela menunggu atau minum di kendaraan masing2. Dengan karyawan lima orang, ini adalah salah satu contoh bisnis keluarga yang tahan terhadap badai. Padahal dulu pemiliknya almarhum Tatang mungkin tidak menyangka kalau usahanya bisa bertahan selama puluhan tahun.

susil3

Dari sebatas menjual susu murni hingga sekarang berkembang ke berbagai rasa seperti susu madu, stroberi, dan menu favorit bagi yang sering begadang : susu telur, madu, dan jahe. Harga ? Murmer deh, segelas susu plus telor ayam kampung masih di bawah lima ribu plus penganan kecil lain yang haraganya juga sangat bersahabat.

susil4

Jadi saat weekend di Bandung, tidak ada salahnya mencoba minum susu di sini, sambil seen and to be seen🙂

kalipah-apo2

2. Lotek Jalan Kalipah Apo

Kalau yang ini sih pasti sudah pasti banyak yang mengenal. Lotek ini telah beroperasi sejak tahun 1953 atau 56 tahun lebih di lokasi yang sama, Jalan kalipah Apo. Lotek itu ya gado2nya orang Sunda, bedanya bumbu kacangnya disatukan dengan sayur dan tanpa telor, sedangkan gado2 ya sebaliknya. Selain lotek mereka juga menyediakan kolak campur yang isinya pisang, biji salak (orang Bandung bilangnya candil), tepung beras, dll. Buka dari jam 9 pagi hingga 4 sore dan seringkali tutup lebih awal karena habis diserbu pembeli. Harga sekitar 10-20 ribuan per pax, cukup membuat kita mesem2 sambil kekenyangan🙂

kalipahapo

3. Roti Sidodadi

Sama dengan lotek Kalipah Apo, toko Sidodadi sudah buka sejak tahun 50an dan menjadi salah satu pusat bakery di kota Bandung. Lokasinya di Jalan Otto Iskandardinata berdekatan dengan pusat perbelanjaan King.

sidodadi

Produk andalan mereka : roti kismis, roti frans, dan roti gambang yang tetap digemari hingga sekarang. Haragnya tidak usah dijelaskan lebih lanjut dari foto di atas, murah kan ? Saya senang dengan bungkus kemasan roti mereka yang bergaya Indies dan masih menggunakan ejaan lama.

sidodadi2

Sebenarnya masih banyak lagi kuliner jadoel yang masih tetap bertahan di kota Bandung saat semakin banyaknya makanan baru yang bermunculan. Lain kali saya posting beberapa kuliner antik kota Parisj van Java yang masih tetap mempesona hingga sekarang.

Sok mangga urang ka Bandung🙂



Tags: , ,

25 Responses to “Tiga kuliner zaman baheula di Bandung”

  1. Hery gunadi Says:

    Pa Toni, pertama yang saya kagumi adalah foto2nya alus pisan euy! Soal jajanan, Saya jd ingat semasa sma dulu, geng sejurusan pulang sekolah dinamakan BFC alias batagor fans club idenya Azmi, batagor merupakan salah satu jajan di bandung muncul thn 84-an sampai sekarang makin digemari, Kami biasa beli sambil nongkrong di gedung singer simpang lima jl AA sayang sekarang sudah lenyap. Pa Toni, bandung punya banyak makanan khas dan tetap bertahan, itu salah satu yang membuat saya betah.

    Makanya orang yang lama di Bandung jadi agak bawel kalau masalah makanan, selain murmer juga maknyus kan🙂 ? Itu batagor memang sudah jadi history, tapi udah coba batagor Ihsan di jalan Bojongloa. Kalau gak salah dia yang pertama kali ngetop sebelum bermunculan nama2 yang lain.

  2. Dony Alfan Says:

    Asem tenan, foto2nya bikin laper! Jadi, kepengen ke Bandung nih😀

    Di tunggu wisata kuliner-nya di Bandung sekalian kopdar ya🙂

  3. Anonymous Says:

    wah…harusnya pemerintah daerah BAndung harus memberikan penghargaan untuk saduran yang menarik ini, bisa menaikkan devisa daerah ( ha..ha…bukan negara). tapi mau juga dong maap daerah wisata disana..tempat mana yg pantas utk dikunjungi…pokoknya P’tonny mah makknyusss deh…

    sukses selalu,
    siska

    Hi Siska, terima kasih. Itu foto2nya sambil ngiler juga koq.🙂

  4. Devi Girsang Says:

    Gila klo pergi ke 3 tempat diatas, pulang dari Bandung, langsung naik 5 kilo kali!! Hahahaha..

    Buat Devi gak lah, masih muat koq …😀

  5. boy Says:

    bos..ke bandung dalam rangka kerja atau jalan-jalan nih? hehe

    Weekender Boy, sambil cari makan tentunya🙂

  6. bonek kesasar Says:

    Waduh….Bandung rek, manatahan.
    Belasan tahun silam, Bandung hampir selalu menjadi kota jujugan pertama dari Jatim sebelum menjelajah daerah sekitarnya karena aksesnya yg gampang dan juga kendaraan yang relatif mudah ditemui. Saya lebih suka ke Bandung daripada ke Jakarta kalau mau ke Sukabumi, ke gunung Gede atau bahkan ke Bogor sekalipun. Saking seringnya ngetem di Bandung sampai diapalin pedagang asongan di terminal Cicaheum. Eh bener kan ya terminalnya itu yg untuk bis tujuan ke Jawa Timur? Lupa euy, udah belasan tahun yang silam.

    Pernah ke pasar mana tuh ya lupa namanya, jualan es goyobod. Warungnya alamak jadul pisan dan nyempil di dalam pasar.

    Tetapi Bandung sekarang kok beda ya? Lebih semrawut dan bising. Juga nggak sesejuk belasan tahun silam. Terakhir kesana bulan Juli 2008.

    Saya juga sempet diprovokasi kakak ipar mengenai toko roti Sidodadi. Diprovokasi sekaligus digeret kesana. Penjual kue bikang masihkah setia nongkrong di depan toko kang Toni? Harumnya kue yg baru keluar dari cetakan masih kecium dalam benak saya sekarang ini.

    Terima kasih kang Toni sudah membuat saya bahagia dengan postingan ini.

    Duh Kang, jadi nostalgia ya🙂
    Betul itu terminal bis Cicaheum, kalau saya nongkrongnya di terminal Kb. Kelapa karena ya dekat ke rumah😀
    Es goyobod masih ada walau sudah agak jarang, salah satu signature drink Bandung itu teh, namanya juga unik begitu.

    Satu hal mengenai kota Bandung yang semakin tidak nyaman, tapi ternyata tetap menjadi tambatan orang2 luar yang dulu pernah lama tinggal di sini, pun si Walanda. Kang Engkos dan saya mungkin sepakat bahwa kota romantis ini menawarkan banyak hal seperti kekayaaan kulinernya itu. Saya senang bahwa banyak kuliner jaman dulu yang maih tetap digemari hingga sekarang dan menjadi kenangan bagi banyak orang yang pernah tinggal di sini.

    Terima kasih juga sudah mampir Kang. Salam🙂

  7. miSSiSSma Says:

    saya pernah foto tiga-tiganya waktu liputan setaun lalu…
    hasil foto saya jauuuuhhh di bawah kualitas Mas Toni..hehehe…

    Hi Isma, salam kenal. Yang penting kan punya passion dengan kuliner Bandung, bukan🙂 Salam.

  8. ecky Says:

    Wah Ton jadi ngiler liat makanannya yang diatas, kayaknya kalo ke Bandung enaknya sama kamu ya jadi ada guide untuk tempat2 yang asik dan juga ada penunjuk jalan menghindari jalanan yang macet😦

    Hi Ecky, pasti lah. Buat jadwal dengan ke Bandung dengan si Akang, nanti di guide deh 😀

  9. Lorraine Says:

    Yahud foto2nya!!!! Buat yang ngelihat jadi pengen.
    Sip laah, nanti aku meluncur ke ‘TKP’ kalo liburan kesana.

    Hi Lorraine, ditunggu di Bandung ya, serius nih … 🙂

  10. Ivy Says:

    hampir nyeces depan laptop nih mas hehehe

    Liputan berikutnya khusus buat Ivy : Batagor. Tungguin yee🙂

  11. bonek kesasar Says:

    hihihihi…jadi malu kang Toni, saya perempuan lho, pembaca setia postingan kang Toni.
    enkoos memang konotasinya laki laki yah, padahal sih itu singkatan mana saya. Gak sengaja jadi bunyi engkus gitu, sampe sampe jadi nama panggilan saya secara tidak resmi.

    Bandung emang romantis terutama bagi orang orang yang pernah punya ikatan batin dengan Bandung.
    Waktu batagor mulai diciptakan, saya juga jadi saksinya. Pertengahan tahun 80’an kan? Rasanya waktu itu tiada hari tanpa batagor karena harganya yg murah meriah dan rasanya enak.

    Selain terminal Cicaheum yang jadi tempat ngetem, masjid Salman juga pernah jadi jujugan saya. Bukan karena mau sholat tujuan utamanya, tapi numpang tidur kang🙂 Karena saya pengelana berkantong cekak dan demen jalan sendirian ya numpang tidur ditempat yang relatif aman.

    Ditunggu postingan berikutnya yang berbau Bandung. Sedikit memyengsarakan saya nggak apa apa, ini aaja sudah menyiksa. Toh sengsara juga bisa membawa nikmat🙂

    Salam goyobod
    Evia Koos – (bonek yg nyasar di negeri Utara yg dinginnya bikin balung rontok)

    He3x, maaf ya Mbak. Persis, kan Engkoos=Engkus, nama tipikal orang Sunda, banget lagi.
    Liputan tentang batagor juga sedang saya siapkan ya buat Mbak Evia juga deh🙂
    Sepenggal romantisme Bandung buat dibagi dengan orang2 yang punya ikatan batin dengan kota ini …

  12. edwin markin Says:

    kalau ada nasi pulen boleh lah kita menumpang makan, kalau jadi liputan batagor bojongloa tong hilap mampir ka rorompok (nyengseret)

  13. Changcuters Says:

    Sakantenan ngaliput bakso akung sareng warung nasi ampera nu di kebon kalapa, sok kaemutan ka babaturan anu namina Pailul ti nyengseret…

    Siap juragan … ke Pailul urang ajak makan bersama🙂

  14. bonek kesasar Says:

    aduh terima kasih sekali kang Toni.
    Nanti kalau udah diposting, mudah2an bisa menginspirasi saya untuk menulis Jawa Barat. Sumatra Barat juga sudah saya tulis gara2 dapet inspirasi dari teman yang juga menyiksa saya🙂
    Saya lagi homesick beratttttt, padahal baru aja mudik.

    Indonesia memang tiada duanya.

    Sama2 Mbak .. seangat sepakat Indonesia memang dahsyat🙂

  15. edratna Says:

    Perlu dicatat nih…sekali lagi fotonya asyik banget.
    Susu murni di Siliwangi? Lha tiwas aku nyarinya ke Lembang Kencana, kebetulan kenalnya saat masih sering ada pelatihan di Sendik BRI Lembang, kan letaknya persis di depannya…..
    memang enak, dingin-dingin minum susu hangat…nyam…nyam….

    Jadi gak perlu jauh2 kan Bu ? Coba ya kalau ke Bandung, tapi ini sidewalk cafe 🙂

  16. therry Says:

    Ohh I love Milk… susu anget2 itu emang enak banget… eh nanti tgl 28 abis kawinannya Ecky kita ke Bandung ajah gimana hehehe *maksa*

    Tentu asyik dong minum susu di tengah cuaca Bandung yang lumayan “sejuk” itu.
    He3x, jadi kepengen kan ke Bandung🙂

  17. Ivy Says:

    waaaah manaaaa batagornyaaaa

    Tungguin ya, ada beberapa tempat jual batagor di Bandung yang mau dikunjungi …🙂

  18. Hasan Says:

    asyik banget..aku juga di jalan nilem no 9 buah batu bandung, kebetulan di kedai kingkong jualan susu murni pangalengan..barangkali ada yang sempet mampir..kalo malem buka ampe jam 23..
    kalo ada yang mau pesen oerderan banyak bisa kontak ke 91686064 ato 081321874872….susu murni mentah literan bisa diater sdi sekitaran bdg.

  19. Hasan Says:

    yogurt juga ada..tapi masih kemasan tradisional

  20. tere616 Says:

    Ton,
    Nggak salah, STMJ masih di bawah Rp 5 ribu ?
    Hihihi…jaman kuliah dulu, kalo lagi begadang, suka nyari STMJ🙂
    Sayangnya STMJ-nya di Jakarta, kalo di Bandung pasti lebih asyik lagi ya …

    Ralat, STMJ sih 8 ribu🙂

  21. gun Says:

    salam kenal, tiga makanan ini bikin saya nostalgia nih, semuanya persis makanan saya dari TK sampe Kuliah… yang paling asik saat dingin emang susu siliwangi dari jaman saya TK masih dibonceng naik motor sama ortu sampe kuliah en udah kerja masih suka kesana. Kalo disidodadi roti tawarnya itu ga ada yang ngalahin roti jadul yang bikin kangen didepannya ada yang jualan kue carabikang (coba deh, slurrrp, tapi masih ada ga ya), kalo lotek kalihpahapo saya pernah nemuin cabangnya dijakarta didaerah biak, cuman rasanya beda jauh…
    Jadi laper nih…. salam kenal…

    Hi Gun, saya tidak menyangka ternyata banyak orang punya kenangan dengan tiga kuliner ini. Salam kenal juga🙂

  22. Anonymous Says:

    Ton..kalau bakso yg enak dimana ya..

    Kalau bakso tahu di Jl. Ternate, Imam Bonjol yang ada lomie juga OK.

  23. Ruliyanto Says:

    mau nanya nih….

    stmj siliwangi itu persisnya dimana? saya pengen kesana….koq di sebelah lotek kalipah apo?

    bukannya jalan kalipah apo itu di dekat otto iskandar dinata, sedang jalan siliwangi itu ada di deket dago?

    dibalas ya pak,,,,pengen banget ni….hatur nuhun

    He3, supaya gak bingung dari jalan Kalipah Apo lurus aja ke arah jalan Astanaanyar. Parkir di sebelah kiri, 10 meter sebelum lampu merah.🙂

  24. aperta Says:

    enak!

  25. azza Says:

    kang, saya ikut post di foto roti sidodadi di fb saya yak! credit tittle tentu dimasukkan🙂
    nuhun, Kang

    Boleh, thanks.

Comments are closed.


%d bloggers like this: