Melihat Bandung dari menara Masjid Agung

bdg2

Bandung ternyata enak dinikmati di puncak menara Masjid Agung-nya. Hanya membayar 2000 rupiah per orang kita bisa naik lift salah satu menaranya yang buka dari pagi hingga sore hari.  Pihak Masjid memang membuka kesempatan bagi siap saja untuk naik ke menaranya yang menyediakan viewing gallery. Setiap hari ratusan orang dari dalam dan luar kota memanfaatkan atraksi murah meriah ini dan semakin ramai pada saat hari libur. Ini foto-foto yang saya ambil dibulan Desember dan Januari kemarin saat cuaca lumayan bersahabat.

bdg4

Menara dan kubah bagian Utara. Tenda-tenda biru yang berada di halaman masjid adalah para pedagang kaki lima yang kadang membuat pemadangan masjid ini menjadi tidak elok. Di akhir pekan jumlah pedagang melonjak drastis apalagi saat ada acara khusus yang diselenggarakan oleh pihak masjid.

bdg3

Bagian Selatan, kita bisa melihat Pendopo, kediaman resmi Walikota Bandung. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tertua yang dibangun oleh Bupati Wiranatakusumah II (Dalem Kaum) di awal abad ke-19 saat kota Bandung pertama kali dikembangkan.

bdg5

Di bagian Timur kita bisa melihat gedung Bank Mandiri berwarna putih ( dulunya bernama Nederlansche Handel Maatschappij Bank yang dibangun tahun 1912 oleh Edward Cupyers)  berhadapan dengan jalan Asia Afrika. Sebelahnya adalah gedung PLN, juga bagunan Art Deco yang dilindungi.

bdg6

Di kejauhan tepatnya sebelah Utara kita bisa melihat Gunung Tangkuban Perahu. Bandung sebagaimana kota besar di Indonesia juga menghadapi masalah polusi yang serius. Pemandangan gunung seperti ini agak jarang terlihat karena seringkali tertutup oleh kabut asap kendaraan bermotor yang semakin pekat. Bangunan di bawahnya adalah Kantor Pos Bandung (Posten Telegraaf Kantoor) yang masih berdiri kokoh dengan usianya yang sudah mencapai 81 tahun (1928).

bdg9

Di atas adalah Jalan Dalem Kaum atau bagian Barat Majid Agung. Kemacetan dan padatnya pedagang kaki lima adalah pemandangan sehari-hari di sini. Di Jalan ini terletak penjual pisang goreng “Simana Lagi” yang sangat terkenal yang pernah saya muat di blog ini.

bdg7

Itu saja wisata Bandung kali ini, dan saya diminta oleh anak saya untuk memotret si Piggy yang ikut berwisata bersama kami minggu kemarin di Bandung.

Salam🙂

Tags: , , ,

7 Responses to “Melihat Bandung dari menara Masjid Agung”

  1. Dony Alfan Says:

    Two thumbs up! Pake tele berapa mm, mas?

    Pake Canon 17-40 dengan 24-70mm🙂. Thanks Mas.

  2. alris Says:

    Bagus fotonya, pak. Pengen juga melihat Bandung dari masjid itu, ntar kalo ke Bandung dilaksanakan.
    Salam kenal, kunjungan perdana.

    Terima kasih Alris atas kunjungan dan compliment fotonya.

  3. edratna Says:

    Setiap kali ke Bandung, selain kemacetannya, saya selalu kagum melihat keindahan bangunan lama, dan pemandangannya. Pas naik jembatan layang di Kiara Condong..duhh indah sekali, keindahan bangunan rumah di bawah dan gunung dilatar belakangnya.

    Ahh kapan-kapan naik ke menara masjid Agung…

    Ira Bu Enny, harus coba ke sana. Makanya janjian karena rumah saya deket banget dengan lokasinya.🙂

  4. Oemar Bakrie Says:

    Sudah lama tidak ke daerah sekitar alun-alun dan Masjid Agung karena sering macet apalgi week-end.

    Fotonya bagus-bagus terutama yg ada awannya itu … wow cakep. Jadi kepengen juga bisa moto-moto …

    Eh pak Dosen, makasih udah mampir.🙂 Memang macetnya kadang keterlaluan apalagi sepajang jalan Asia Afrika itu. Ayo kita belajar foto bareng🙂

  5. therry Says:

    Serasa terbang di udara pas liat foto2nya… itu atap warung2nya yang biru2 cerah bgt ya?😀

    Thanks Therry, cuaca saat itu lagi cerah banget …🙂

  6. tikno Says:

    Foto yang menarik, karena diambil dari sudut pandang (angle) yang menarik pula.

    Hi Tikno, terima kasih🙂

  7. mr noer Says:

    hik..hik.. jadi kangen Bandung… maklum dah rantau di Pontianak 3 th. Gmn Mesjig Agung – Nya dah rapi belum ya??? Foto2nya mewakili perasaaan yang sedang rindu …. salam kenal

Comments are closed.


%d bloggers like this: