Siapa yang tidak menyayangi …


Terjemahan :
Letakan di sini. Kamu tidak mengerti ?. Letakan nasinya di sini !.
Mengapa dia ? Koq dia tidak mengerti
Dia abnormal.

Kasus2 pelanggaran HAM terhadap para tenaga kerja asing khususnya pembantu rumah tangga kerap terjadi di Arab Saudi dan negara2 teluk lainnya. Organisasi Human Rights Watch selalu memberikan rapor merah kepada negara ini dalam urusan perlakuan terhadap para domestic workers.

Berita bagusnya, sebuah   kampanye untuk memperlakukan para PRT lebih manusiawi sedang disiarkan di Arab Saudi dan negara tetangga lainnya. Iklan layanan masyarakat ini tentu sebuah langkah yang patut disambut setelah sekian banyaknya kasus pelanggaran HAM terhadap para pekerja asing di sana.

“The Rahma campaign is an initiative to publicly address the abuse of domestic and migrant workers in Saudi society,” (Al Khatib, Full Stop Advertising, dikutip dari Arab News)

Terdapat tiga iklan dengan tema yang sama mengenai PRT termasuk supir dan mendapatkan respon positif dari masyarakat sana. Di akhir iklan disitir sebuah hadits Nabi “Man la yarham, la yurham” (barang siapa tidak menyayangi, tidak akan disayangi … )

Tags: , ,

12 Responses to “Siapa yang tidak menyayangi …”

  1. Dony Alfan Says:

    Heran juga saya, kenapa ya orang2 di sana kok sewenang-wenang terhadap pembantu. Negeri asal Nabi kok malah gak bisa kasih contoh😀

    Moga2 iklan ini bisa sedikit menyentuh kalbu mereka Mas.🙂

  2. edratna Says:

    Mudah2an iklan tersebut bisa membuka hati orang sana….
    Semoga….

    Moga2 Bu. Ini langkah awal yang baik buaat semua pihak teruatama para pekerja kita.

  3. Resi Bismo Says:

    orang arab watak aslinya keras, tapi tergantung individu, kalo yang mengenal ajaran agamanya dengan baik ya mereka sangat berbudi luhur. Cuma kalo TKI dapet majikan yang jahiliyah ya apes deh….

    Satu2nya cara ya pendidikan gratis untuk semua, supaya bangsa ini lebih bermartabat dan disegani.

    Sepakat sekali karena kata kuncinya adalah pendidikan.🙂

  4. therry Says:

    Kasian mbak-nya T_T tapi biar begitu juga masih banyak aja orang-orang Indo yang berani jadi TKI ke Arab Saudi ya.. padahal sudah banyak kasus dimana terjadi penyiksaan dan pemerkosaan juga, pulang2 udah hamil ajah. Bagus juga sih negaranya sudah mulai aware, mudah2an sih ke depannya TKI kita yang kerja di luar negeri dan di Arab nasibnya lebih terjamin. Err… bisa2 pembantu rumah tangga pada kabur ke Arab smua hehehee

    Karena kemiskinan mereka mau mengambil resiko apapun. Benar, ini langkah besar buat mereka mengingat negara ini begitu tertutup. One small step, tapi minimal ada upaya.

  5. dikma Says:

    Tapi sepertinya sudah tradisi yaa,

    Karena sudah terlalu banyak kasusnya …

  6. Yoga Says:

    Masalah edukasi behaviour dan cross cultural harusnya nggak cuma buat teman-teman tenaga kerja Indonesia saja, buat calon majikannya juga wajib.

    Ini iklan layanan masyarakat pertama mengenai isu domestic workers di sana dan dilakukan secara serentak pula.

  7. Ivy Says:

    wah bagus deh kalo ada kesadaran gini…kasihan soalnya banyak bener yg diperlakukan semena2 dan dianiaya =.=

    Mengenaskan kalau melihat nasib TKI yang di siksa ituh😦 Moga2 iklan ini membuka mata hati mereka

  8. Evia Says:

    Lebih bagus lagi kalau para TKI dibekali dari sini (Indonesia) juga. Nggak asal diberangkatkan tanpa pengetahuan. Banyak agen yang hanya memikirkan keuntungan semata dan memanfaatkan kepolosan para TKI. Ditunjang dengan kelakuan oknum pemerintah yang matanya pada ijo.

    Kerja jadi TKI bukan hal yang memalukan, toh pemerintah juga nggak bisa menyediakan lapangan pekerjaan disini. Kalau TKI nya punya bekal cukup, Insya Allah nggak akan diperlakukan sewenang wenang. TKI kita terkenal rajin dan pekerja keras.

    Yang bikin sebel, banyak orang Indonesia yang nggak mau deket deket mereka kalau di pesawat ataupun di bandara. Entah kenapa. Gengsi kali yak?
    Wong podo podo menungso mangan sego. Bukannya para TKI tuh diajak ngomong dan dibimbing tapi malah dijauhi. Huh…menyebalkan.

    Gengsi kali Mbak kalau duduk bersebelahan dengan mereka. Padahal kalu mau ngobrol, ceritanya banyak yang seru, haru, dan tentu saja ada sebagian kebanggaan dari mereka. Saya belajar banyak dari mereka terutama pengalaman2 yang belum tentu saya dapatkan.

  9. Evia Says:

    Emberrrr. Crita mereka banyak yang seru dan nggak sedkit yang mengharukan. Saya sering merasa malu hati mendengar cerita mereka. Dan saya juga suka deket deket mereka terutama kalau mau mendarat di Indonesia, selain karena seneng ngobrol juga karena bisa menyalurkan naluri preman saya. :))
    Sebabnya gini, kebanyakan dari mereka tuh polos dan kalau disuruh sama oknum di bandara suka manut. Saya yang memang nggak suka dandan dan berkerudung pula seringkali disangka anggota rombongan mereka. Suka banget saya ngerjain oknum2 di bandara yang demen ngebentak dan menggiring para TKI ke jalur khusus.
    Pernah sekali saya menghadapi oknum imigrasi yang ngomongnya petentang petenteng pake dikawal tentara. Halah….kok kayak jaman Suharto. Ada satu mbak2 TKI yg ngekor di belakang saya udah jiper duluan. Saya dibentak, ya saya bentak balik kumplit pake pelototan. Petugasnya bengong. AKhirnya si mbaknya lolos.
    Pernah juga saya ngeyel nggak mau disuruh ke jalur khusus TKI. Ditanya sama oknum apakah saya TKI, ya saya tanya balik apa bedanya. Saya nanyanya pake judes mas. Nggak bisa jawab si oknumnya. AKhirnya saya melenggang ke jalur umum diikuti “rombongan” mbak2 TKI di belakang saya yg tadinya udah mau manut disuruh ke jalur khusus.
    Dipikir pikir, saya kan nggak bohong. Saya juga TKI kok walaupun hanya part time. Dan beda negara.

    Salut Mbak … pengalaman yang sama dengan teman saya yang juga berkerudung dan disangka TKI. Para oknum itu sungguh2 membuat para TKI jadi sapi perahan, semuanya edan kabeh … Kadang heran, nguru Terimnal 3 aja pemerintah kita gak pernah beres ya ?

  10. Evia Says:

    Gimana pengalaman temannya mas Toni? Pasti seru yah ngerjain para oknum itu. Bisa cerita disini mas?
    Edan pol ancen. Cara memperlakukan TKI yg bikin lebih mangkel. Pengen rasanya ngrawus mulut mereka pake lombok. Ngurus Terminal 3 maksudnya apa ya? saya nggak mudeng

    Kapan2 boleh saya ceritakan di sini, tapi ya petugasnya malu, wong teman saya langsung nyerocos pake bahasa Inggris. Terminal 1 untuk domestik, Terminal 2 untuk luar negeri, dan terminal 3 khusus bagi para TKI. Di situlah tempat petugas yang pura2 “menolong” tapi mulai menjalankan aksinya.

  11. Evia Says:

    Tujuan sebenarnya jalur khusus TKI di bandara apa ya? Saya yakin maksudnya baik, mungkin semacam bantuan terpadu. Tapi kok malah disalahgunakan untuk memeras. Dan menurut saya terkesan diskriminasi. Apa coba bedanya dengan penumpang lain yang sama sama tiba dengan pesawat yang sama.
    Kalau saya perhatikan lagi, bukan cuma petugasnya yang nggragas. Petugas porternya (itu tuh yg jadi calo kereta dorong) juga suka “menolong”.

    Semuanya seperti mafia Mbak. Tujuan awalnya sih bagus supaya para TKI gak “kesasar”, tapi kemudian jadi lahan bisnis empuk tuh.

  12. Dindin Says:

    Semoga Tuhan melaknat mereka yang menzalimi para Pahlawan Devisa,amin.

Comments are closed.


%d bloggers like this: