Lensa kamera saya suaranya kayak gergaji

Beli lensa yang terbaik sesuai budget daripada gonta ganti body kamera. Itu prinsip yang saya pegang, mungkin juga banyak fotografer. Hampir setiap tahun selalu ada body kamera terbaru yang dikeluarkan oleh para produsen dengan gimmick berbagai feature teknologi termasuk konvergensi antara kamera dan video (Canon 50D dan Nikon D90). Pertanyaannya apakah memang diperlukan teknologi tersebut atau hanya sekedar keinginan mengikuti trend. Kalau saya sih belum perlu dan masih puas dengan kinerja Canon 40D yang jauh dari cukup termasuk pemotretan komersial sekalipun. Bersama Canon 40D inilah lensa2 yang selalu setia menemani sesi pemotretan yang saya lakukan.

1. Tamron SP AF 17-50mm/f2.8

Sudah hampir setahun saya menggunakan Tamron ini dan sebagian besar foto2 saya dihasilkan dengan lensa yang saya beli seharga 3.4 jutaan. Lensa ini sangat populer di kalangan para fotografer amatir maupun profesional karena termasuk fast lens. Canon mengeluarkan lensa dengan range yang lebih pendek, 16-35mm/f2.8, tapi dengan harga 13 juta karena termasuk jajaran lensa “L” yang mahal2 itu.

Bagaimana kualitasnya ? Asal bisa memaklumi bunyi autofocus-nya yang seperti suara gergaji, lensa ini handal diberbagai medan. Selain itu, untuk cahaya yang remang2, agak susah bagi Tamron untuk mengunci focus sehingga dianjurkan untuk menggunakan mode manual. Selain itu, dengan harga 3 jutaan kualitasnya jangan diragukan sebagai salah satu lensa terbaik dari Tamron dan selalu mendapat review positif dari situs2 fotografi. Kalau mau beli second hand, harganya banyak dilego dengan range 2.5 hingga 3 jutaan tergantung kondisi.

Kalau sering motret dalam ruangan, lensa ini bakal jadi teman baik karena dengan bukaan f2.8 sudah cukup untuk menangkap momen yang tidak terlalu cepat. Saya sering menggunakannya untuk acara2 pernikahan dan selama ini hasilnya tidak mengecewakan.

2. Canon EF 50mm/f1.4 USM

Menurut saya ini lensa fix yang terbagus dari Canon dengan bukaan f1.4. Sering saya gunakan untuk foto makanan dan juga candid close-up walau seringkali harus di re-touch karena tajamnya. Harganya sekitar 2.8 jutaan dan layak dimiliki oleh setiap fotografer. Ringan, hraga yang moderat, dan paling penting image quality yang menurut saya tidak kalah dengan lensa mahal dari Canon. Banyak digunakan oleh para food photographer walau saya malah seringnya sih menggunakan lensa di bawah ini untuk motret makanan :

3. Canon EFS 60mm/f2.8 Macro USM

Foto2 makanan saya hapir 90% dihasilkan dari lensa Canon 60mm/f.2.8. Lensa favorit karena bisa menghasilkan depth of field/blur/bokeh yang halus. Sebenarnya ini adalah lensa makro, tapi dengan focal range 60mm membuatnya bia digunakan untuk keperluan portrait. Auto focusnya agak bermasalah dalam ruangan yang kurang terang, tapi selain itu ini adalah lensa jenis EFS terbaik yang di buat oleh Canon. Tidak ada keluhan karena warna yang dihasilkannya sangat detail (lensa zoom biasa kalah dalam hal ini).

Kalau suka foto makro dan ingin lensa yang ringan untuk dibawa travel, Canon 60mm ini bisa jadi pilihan dibandingan dengan 100mm yang harganya lebih mahal dan berat.

4. Canon EFS 18-55mm/f3.5 (Non IS)

Lensa combro ini merupakan kit atu bawaan dari body kamera yang dijual bersamaan. Saya beli second hand sebagai back-up atau cadangan karea untuk outdoor ternyata hasilnya baik2 saja. Tentu saja materialnya terbuat dari plastik yang ringkih, ringan, dengan kualitas foto yang sedang2 saja karena di pasaran dijual dengan harga 1 jutaan (yang IS). Range-nya yang 18-55mm menjadikan lensa ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, namun f3.5-5.6 membuatnya kurang cocok digunakan untuk indoor.

5. Canon Speedlite 580EX II

Ini monster flash dari Canon, kudu punya kalau sering moret dalam ruangan atau juga otdoor untuk fill-in. kalau flash ini nangkring di body kamera plus lensa normal, beratnya bisa mencapai 3kg an, lumayan buat latihan beban. Saya jarang pakai flash karena lebih senang dengan cahaya seadanya untuk efek dramatis, tapi kadang digunakan kalau cahaya sudah tidak mendukung.

Itu saja gear yang saya punya selama ini dan hasil jepretannya bisa dilihat di Flickr kanan bawah blog ini.

Warmest๐Ÿ™‚

Catatan : Foto2 di atas di ambil dengan menggunakan lensa 60mm/f2.8 dan strobe light

Tags: , , , , ,

10 Responses to “Lensa kamera saya suaranya kayak gergaji”

  1. Elyani Says:

    Terima kasih reviewnya Ton, untung udah beli 50mm/1.4! Lensa ini selalu jadi andalan aku untuk foto2 bokeh, maklumlag lagi kena bokeh fever!๐Ÿ™‚ Selain itu tidak terlalu berat juga, jadi kalau kemana-mana gak sakit pundak karena keberatan perangkat.

    Review Tamron-nya menarik tuh…jadi mau dilepas berapa nih? Aku sih demen karena ada hoodnya juga. Yg 55-250/f4 punyaku kurang ok..berat pulak! Jadi makin mantap mau dilego aja ah..tukar Tamron 17-50mm…hehehe! Tapi jangan mahal2 ya?๐Ÿ™‚

    Tamron buat walk around cocok banget El. Tuh Rusman kayaknya serius pengen lensa telenya, siapa tahu jodoh๐Ÿ™‚

  2. Rusman Says:

    mba elyani..koq jadi buka bursa kamera sih..๐Ÿ™‚
    dari mas toni jelasin di atas sih..gimana kantong kita sih..mas.(menurut saya) karena : qualitas juga sebanding lurus dgn fulusnya.
    btw: mba elyani mao dilepas brp yg 55-250/f4 nya???(numpang up..ya..mas toni)

    Boleh juga bursa lensa pindah ke sini๐Ÿ˜€ Kang Rusman, saya tahu lensa telenya Elyani itu mulus banget, gak pernah dipake pun. Sok pada nego sendiri ya.๐Ÿ™‚

  3. motoyuk Says:

    wah asyik reviewnya, saya selalu tertarik dengan Tamron 17-50 karena reviewnya sangat menarik. Hemmm ternyata memang seperti reviewnya ya, tazam.

    Saya sendiri pakai EFS 17-55, selama ini hasilnya cukup memuaskan, rangenya enak dan kualitasnya tajam

    Untuk macro saya lebih suka 100mm, walau harganya memang lebih tinggi tapi untuk portrait lebih tele dan mantap. Bokehnya juga lebih halussss. imho๐Ÿ™‚

    Kalau flash selama ini aku pakai kalau mau menghasilkan efek2, seperti di http://www.strobist.com hehehe

    sip tenan !!!

    Tamron 17-50 hampir tidak pernah lepas dari body kamera untuk keperluan sehari. Tajam banget di sweet spot antara f8-f11. Cuma ya itu agan hunt di low light. Canon 100mm itu dinobatkan sebagai lensa makro terbaik dari Canon, cuma ya itu berat๐Ÿ™‚. Salam๐Ÿ™‚

  4. Elyani Says:

    @Rusman: mangga, bade ditawis saberaha Kang? hihihi..bahasa Sundanya ancur banget. Serius, berminat nih? Lokasinya dimana nih Rustam?

  5. Rusman Says:

    mba el…lokasi saya di anyer banten, hp saya 08128803439 …mudah-mudahan cocok euy….

  6. marina situmorang Says:

    review lensanya mantep pak. saya jadi pengen yg nomer 3 ๐Ÿ™‚ salam kenal.

    Hi Marina salam kenal & terima kasih dah mampir. Koleksi foto2 dirimu membuat minder nih.๐Ÿ™‚ Yang Canon 60mm emang yahud, gak nyesel deh.

  7. Dony Alfan Says:

    Saya lagi iseng search Canon EFS 60mm/f2.8 Macro USM, eh nyasarnya ke sini. Jadi tahu deh semua senjata Om Toni. Mantab, juragan!๐Ÿ˜€

    Mau pindah Canon ?๐Ÿ™‚
    Yang 60mm itu lensa favorit karena enteng dan hasilnya selalu bagus. Untuk foto makanan, ya ini lensanya.

  8. Dony Alfan Says:

    Enggak lah Om. Kalo pindah Canon, musti cari komplitan lagi, lensa, lampu, dll
    Ngidam pengen D200, tapi belum sanggup juga๐Ÿ˜€

    D700 aja sekalian “ngomporin”
    BTW, yang Nikon 60mm itu asyik banget, sudah lihat hasil fotonya cakep. kalau saya punya Nikon, ini salah satu lensanya.

  9. Yusuf Says:

    Kalau untuk pesta pernikahan/Pengantin cocok ngak pakai lensa Tamron SP AF 17-50mm/f2.8

    Cocok banget, f/2.8 nya sangat berguna.

  10. lostinmodernbox Says:

    Pak saya baru pake lensa 70-300mm sigma… cuma agak goyang euy klo ga pake tripod,, saya suka sekali motret concert pak…
    Mohon sarannya pak.. hehe..

    Canon 70-200mm/f2.8L IS atau beberapa prime lens yang punya bukaan besar sebagai alternatif, terutama untuk menangkap momen dengan pencahayaan yang cepat berganti,

Comments are closed.


%d bloggers like this: