Food photography itu harus membuat drooling

drool4

Tidak banyak orang yang menekuni profesi sebagai food photographer atau tukang potret makanan. Bidang ini sering dinobatkan sebagai cabang fotografi yang tersulit karena harus berurusan dengan style, tekstur makanan, lighting, shadow, komposisi, pernik2 pendukung, food stylist, dan terutama keinginan client yang beragam. Satu hal lagi, setiap sesi harus dikerjakan secara cepat, sangat cepat malah. Makanan tidak akan menunggu fotografer siap karena garnish akan cepat layu, sup akan berlemak, daging terlihat pucat, jadi kerjanya harus ekstra gesit.

Gara2 foto2 makanan saya di Flickr, sudah beberapa kali saya mendapat job ini terutama untuk cafe2 dan juga restoran. Baru2 ini saya mengerjakan sebuah sesi pemotretan dengan sebuah restoran masakan Bali yang berlokasi di Pacific Place di Jakarta. Bernama Le Seminyak yang memadukan konsep masakan Bali yang tradisional, tapi disajikan secara modern.

Pemilik restorannya masih sangat muda dan sudah jatuh bangun dalam bidang ini. Memulai usaha dari nol dengan sebuh kafe kecil di kawasan Kemang dan dua tahun harus berjuang hingga sukses. Sayang lokasi yang dikontraknya harus berakhir dan dikembalikan ke si empunya. Sempat break sebentar dan akhirnya kembali menekuni bisnis makanan dengan modal nekat dan sedikit intuisi bahwa usaha ini akan berhasil.

Saya di kontak lewat email oleh Novi Kusuma pemilik restoran ini dan akhirnya setelah negoisasi yang tidak terlalu lama, maka mulailah sesi pemotretan yang dibantu oleh dua asisten di hari pertama. Prosesnya fun karena hostnya enak diajak diskusi dan punya knowledge yang luas tentang kultur Bali. Setiap menu makanan harus bisa menampilkan kuliner yang modern, tapi tidak meninggalkan ciri khas tradisional Bali. Konsep yang mudah diucapkan, tapi terus terang pertamanya agak sulit menerjemahkannya dalam sebuah foto makanan. Untung saja Novi punya property etnik Bali seabreg sehingga banyak yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik sebuah foto.

Apa alat2 yang saya bawa ? Tidak banyak, sebuah kamera DSLR merek Canon EOS 40D, berbagai macam reflektor, lensa2 Canon 50mm, 60mm, Tamron 17-50mm dan sebuah tripod. Itu saja, simpel kan ? Editing foto menggunakan software Photoshop CS3 dan komputer I Mac yang perkasa ituh.

drool

Pemotretan berlangsung selama dua hari untuk sekitar 20 menu lebih dari siang hingga sore dan seringkali disaksikan oleh tamu2 restoran. Prosesnya tentu tidak selalu berlangsung mulus, kadang ada makanan yang bandel alias tidak membuat drooling setelah dicoba dari berbagai sudut pengambilan.

drool2

Banyak juga yang hanya beberapa shot langsung tokcer. Inilah sulitnya membuat foto makanan karena apabila hanya sekedar jepret saja semua orang juga tentu bisa, tapi bagaimana membuat orang berfantasi akan sedapnya makanan, itu trick yang sulit. Anak saya, Nona sering ikut memberikan sumbang saran saat edit foto di komputer. Kalau dia bilang makannya enak, pasti proses editnya saya lanjutkan, demikian juga sebaliknya. Sejauh ini sih hasil pilihannya tidak mengecewakan.

Akhirnya semua proses kembali pada kerjasama antara fotografer dengan client yang harus terjalin baik. Mampu menerjemahkan keinginannya, knowledgeable, tidak sok pintar, sabar (ini wajib), dan tetap harus menjaga susana yang fun.

drool3

Enjoy the pictures.

* * * * *

*) Thanks to Novi yang mengizinkan saya menuliskan pengalaman ini serta mengupload beberapa foto di Flickr, Sally yang kelelahan membuat berbagai jenis masakan secara marathon dan dan semua crew di restoran Le Seminyak.

Satu lagi, my dearest blogger friend Elyani yang selalu menyemangati untuk terus menciptakan foto2 yang sluuurp. Thanks banget ya El.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

28 Responses to “Food photography itu harus membuat drooling”

  1. titi Says:

    Memang ini sangat membuat drolling Mas..lam kenal dari OZ.

    Terima kasih, salam kenal juga.🙂

  2. ika Says:

    wahhh mas…. ngiler…
    fotonya top habis semua mas…aku paling senang dengan hasil jepretan yang brambang, kayu manis dan konco2nya itu. natural banget

    Sama tho ? Ini foto istimewa tentang sebagian kecil Indonesia Ingredients.🙂

  3. Elyani Says:

    Duh fotografernya motret sendiri dikaca😀 Tadi kirain ada yang moto`in, karena kesan-nya obyek seperti ada didalam frame..hehehe! Motret makanan memang gak gampang. Minggu lalu aku motret biscotti dekat jendela kamar demi ngebela`in dapat sinar matahari … duh jeprat-jepret puluhan kali sampai keringetan. Sudah gitu gak puas sama hasilnya dan akhirnya didelete🙂 Minggu ini rencananya mau buat espresso biscotti dan scones. Mudah2an fotonya bagus kali ini. Yang enak itu motret Suneo..gayanya gak usah diatur-atur..hehehe!

    Sekali-kali boleh ya nampang, hi3x.
    Ditunggu jepretan baking-nya ya. Si Suneo emang lucu abis ya El😀

  4. Elyani Says:

    foto paling atas dan nasi campurnya keren banget…kapan nih daku diajarin kolase?😀 musti ganti kompie dulu kali ya..abis kompienya jaman jebot:P

    Kabar-kabari kalau sudah ganti Mac ya? Kolase gak susah El, gabung2 jadi deh🙂

  5. Ivy Says:

    wiiiih lapeeer…lapeeer….keren2 fotonya mas toni… bener2 ahli nih

    Thanks Ivy, tapi foto2 makanan di blog mu juga bikin “senewen” karena bikin drooling juga😀

  6. the writer Says:

    kalo harus membuat drooling berarti berhasil banget nih mas, sudah sangat jago sekali tampaknya bikin fotografi makanan………….kirim2 dong mas pake rantang kemari hehehe

    Terima kasih … duuuh pengennya dikirim pake fedex ya🙂

  7. Tiwi Says:

    Mas Tony…saya tertarik untuk membeli foto-foto makanan Indonesia. Tolong informasinya. terima kasih

    Sini, sama saya aja deh …🙂

  8. Tiwi Says:

    Mas Tony…bagaimana saya bisa mengubungi mas? via email or phone?? mengenai pembelian foto-foto makanan Indonesia. Cheers…

    Silakan email saya di toni_wahid@yahoo.com. Thanks.🙂

  9. Lorraine Says:

    Wah mas Toni, bagus sekali foto2nya. Berhasil banget misinya, buat orang jadi kepengennnnn. My compliments for you, di foto2 ini makanan tradisional Bali penampilannya jadi seperti Haute Cuisine Balinese, bravo!

    Le Seminyak ini punya website ngga? If so, apakah rencananya foto2 ini akan diupload disitu?

    Thanks banget Lorraine kalau foto2nya sudah sluuurp😀 . Mereka belum punya web sendiri karena masih baru, foto2 ini akan digunakan untuk keperluan daftar menu dan mungkin materi promosi lainnya.

  10. Hank Says:

    saya dasarnya suka banget sama udang bakar. jadi liat foto bro toni itu udang bakar jadi tambah bgmn gitu…bravo picturenya!

    Thanks Hank, ayo tampilkan juga dong foto2mu di blognya.🙂

  11. Finally Woken Says:

    Sedih! Sedih karena ngiler dan jauuuuh, gak bisa nyebrang ke Le Seminyak dan makan udang dan nasi tumpengnya, huhuhu. Jadi ngiler…. huhuhuhuhu…..

    Yuk mari kalau ke sini lagi, nasi campur nya boleh di coba Nit. Boleh dibayangin lagi puasa potret makanan seperti ini …😦

  12. therry Says:

    Oh la la… keren2 bgt semuanya, om Toneh emang jago😀

    tapi keqnya bentar lagi disusul Elyani loh😉

    Thanks Therry. Elyani sekarang mulai pinter jadi fotografer. Kita tunggu tampilan foto2 makanannya ya …😀

  13. vania Says:

    Fotonya bagus2 Pak Toni.
    Layak dapat BINTANG!
    kalo buat saya foto2 tsb tidak hanya membuat ‘drooling’, tapi membuat saya pengen masak😀
    Kalo ‘drooling’ doang, kudu ditahan berapa lama ya?
    Food Photography itu kadang melelahkan,… apalagi kalo single fighter, masak sendiri, styling sendiri, foto2 sendiri. Kadang ujung2nya udah gak napsu makan😦

    Thanks Van sudah mampir dan kasih compliment. Karena susah, makanya gue kagum banget sama ibu2 yang pada jago baking sekaligus motret ini, sendirian pula. Blognya pada keren, foto2 gak kalah sama majalah2 di luar negeri, bagi2 resep yang gue sering contek, itu yang seharusnya dapat BINTANG🙂.

    Anyway, thanks for dropping by. BTW, resep2 di blog mu sebagian sudah di coba terutama muffin. At least, anak gue suka banget dan membanggakannya kepada teman2 dan guru2nya, “my father made this muffin and taste so good”. As such, you and many foody bloggers deserved more than stars, but a warm heart from many families like us.🙂

  14. hery gunadi Says:

    hi.. mas Toni
    saya suka foto courtesy of le seminyak, nasi congcotnya yang tampil mengesankan.
    itukan makanan indonesia -dibagai daerah ada nasi congcot seperti untuk kenduri, nasi kuning, uduk dll- so natural fotonya tampilan tradisional berkesan modern.
    Mas Toni.. bahas dong tentang masakan tradisional khas bandung.. contohnya combro, ulukutek leunca, dengan foto yang seperti diatas.
    Mas Toni saya bangga padamu he..he..

    Teman2 ini teman SMA saya dulu di Bandung🙂
    Kapan2 kita bahas ya masakan Sunda dengan nama2 yang aneh dan penuh dengan singkatan itu.
    Heri, kami juga bangga denganmu yang sudah sukses jadi seorang dokter. Hebat !😀

  15. uwiuw Says:

    bener kang sy jadi ngiler…lapar, bulan puasa lagi…hik hik posting ini bentuk penyiksaan baru yah kang🙂

    Hi hi hi, emang saya seneng nyiksa orang di bulan puasa😀

  16. angkasa Says:

    wah mantaf potonya om… salam kenal yah om… ngiler nih liat potone om hehehe

  17. myaffectionandpassion Says:

    mas, siapapun yang liat ini, meskipun sedang puasa, pasti akan tergoda imannya, ngilerrrr, hehehehe

    fotonya asli keren banget, biasanya foto2 secantik ini hanya saya lihat dikatalog kuliner hotel2 dan resto terkenal.

    Greaat Job.

    btw, this is silly, saya sedang pake user name yg satu lagi, hehehe… lagi males log of, krn diwindow sblh lagi upload gambar. “Salam Kenal Aja deh kalo gitu ”😛

    Thanks Silly, mereka mau buat buku menu. Anyway, fotonya pas hari pertama puasa, jadi ngilernya minta ampun😀

  18. arfiphotos Says:

    mas toni, kapan2 mau dong diajakin motret di resto hehehe jadi co-photographer gpp asal dapet pengalamannya😀

    Boleh Mas, pasar food photographer pemainnya masih sedikit, jadi marketnya masih terbuka lebar kalau mau saling belajar. Tidak ada trick khusus, jadi sama saja dengan still life photography.🙂

  19. sima Says:

    hi Toni.. wah, keren banget foto makanannya. kalo motret makanan di cafe2 itu, setelah selesai, trus dikasih ke fotografernya, di kasih ke tamu atau dimakan rame2 oleh staf cafe ?

    Hi Sima, makasih. Kalau dah selesai, biasanya makanannya ya diambil dulu ama fotografernya dong … 😀

  20. Belinda Says:

    Halo mas Tony, my company sedang cari food photographer. Can I have your contact please? Thanks!

    Hi Belinda, silakan email di toni_wahid@yahoo.com. See you there🙂

  21. Elyani Says:

    laris manis nih ya Ton🙂 ikutan seneng deh..asal jangan lupa saweran-nya..hahaha!

  22. anita Says:

    udah ngiler huhuhuhuhu sepertinya kerjaan ini menyenangkan, selaen foto2 makanan, abis itu makanannya boleh dimakan ga? hehehe.

    sempet juga iseng2 moto2in makanan, tapi dengan maksud nantinya jadi foto untuk review kuliner…eh, berhubung ga jago dan kamera seadanya hasilnya malah jadi kayak makanan dummy.

    okey, thanks banget jadi inspirasi! musti banyak belajar ni =)

    Thanks Anita, makanannya boleh dimakan sama fotografernya dong🙂 Walau punya kamera poket, tidak berarti fotonya tidak bisa bagus lho. Jadi coba setting ulang lagi kameranya jangan pake blitz, white balance di atur sesuai dengan jenis cahaya, komposisi yang apik, tahan nafas, dan jepret. Yakin deh fotonya bisa keren. Salam🙂

  23. createmo Says:

    Thank you for your website😉
    I made on photoshop backgrounds for myspace or youtube and whatever
    my backgrounds:http://tinyurl.com/5b8ksl
    Hope you had a good day and thank you again!

  24. Fitri Shukri Says:

    Perrghh, bagus… Cantik foto. You make me hungry, although I just ate a few minutes ago.

  25. Dodie Says:

    Salam kenal… saya lagi belajar pemotretan food stylist, dan saya banyak belajar banyak tentang komposisi dan lighitng dari blog anda. Kalo boleh ditampilkan sekalian setting lighting / available light dalam sesi pemotretannya.. Salam dari Jogja…

    Hi Mas Dodie, salam kenal juga. BTW foo fashion anda membuat saya jadi “ngeri”
    Lighting-nya gak ribet, objeknya di pinggir jendela yang cahayanya gak terlalu kenceng, pake reflektor, atur komposisi, jepret. Yang agak susah memang food stylist-nya karena disinilah kreatifitas fotografer diuji untuk menghasilkan foto ciamik.

  26. jusufe Says:

    pak toni.. fotonya bagus….boleh donk kalu ada job jadi assitentnya…saya pakai kamera nikon D90…untuk ambil gambar foto makanan di beberapa tempat….background saya Chef pak…juga food stylist…hobby saya fotografy … saya baru ja datang ke jakarta, siapa tahu jadi asisten pak toni….salam kenal dan trimakasih….

    Salam kenal pak. Boleh juga, tapi saya ajari juga jadi chef ya, maklum hobi ke dapur tapi gagal melulu 🙂

  27. Debby Novianti Says:

    Salam kenal, pak Toni🙂

    Saya suka banget foto2nya, bagus semua. Kebetulan saya sekarang lagi pengen belajar jadi food stylist. Kira2 ada saran tentang buku yang harus saya beli buat belajar atau website khusus food stylist ?

    Thank you in advance😀

  28. Heni Pridia Says:

    Salam kenal Pak Toni,

    Senang sekali melihat foto-foto makanan Anda yang indah. Memang diperlukan keahlian khusus untuk melihat detail dan angle terbaik suatu makanan. Sama seperti saya yang berprofresi sebagai food stylist. Menciptakan makanan yang berbicara bukan sesuatu yang gampang. Semoga bisa bekerja bersama suatu hari nanti. Salam, Heni Pridia (08161405050).

Comments are closed.


%d bloggers like this: