Kenangan di WTC New York


Sayang Ibu saya (alm) tidak sempat menyaksikan kepergian saya ke NY. Ia pernah berharap kalau suatu waktu saya bisa menginjakan kaki di kota ini saat kami menonton iklan Singapore Airlines dengan patung Liberty-nya di televisi sekitar tahun 80an. Saya mendarat pertama kali di bandara JFK di bulan Juni tahun 2000. Sengaja naik limousine dari airport langsung mengantar ke hotel Sheraton di kawasan Manhattan sambil melintasi gedung2 pencakar langit yang megah (pengen juga dong mencoba mobil keren ini, gak nyesel walau ongkosnya 200 dolar !). Ke Amerika sudah berkali-kali, tapi NY tetap kota paling favorit, sangat vibrant. Pertunjukan Broadway-nya sangat menawan dan selalu dipenuhi para penggila pop opera. Lampu2 di Times Square selalu menyala 24 jam, Central Park sangat romantis, dan gedung WTC yang di ledakan teroris tempat saya menyaksikan pertunjukan orkestra musik klasik untuk pertama kali.

Saya masih menyimpan tiket ke puncak gedung WTC di lantai 110 yang harganya 13 dolar. Lift untuk masuk ke ruang perkantoran jumlahnya tidak terhitung saking banyaknya. Kurang dari tiga menit lift sudah sampai di puncak gedung ini. Di atas kita bisa melihat pemandangan kawasan Manhattan yang mulai diterangi lampu2 senja hari dan Ellis Island tempat patung Liberty. Setelah puas kembali ke pelataran halaman gedung WTC dan menyaksikan pertunjukan kesenian musik Afrika dan balet. Gratis pula.

Sebelum peristiwa 9/11 penjagaan di gedung ini sudah cukup ketat dengan banyaknya polisi (NYPD) dengan anjing Herder yang berjaga-jaga. Polisi di sini sebagian bertugas melayani para wisatawan atau sekedar menjadi information officer yang akan dengan senang hati menolong bila diperlukan.

Salah satu kekhasan kota NY seperti yang biasa disaksikan dalam film2 adalah raungan sirene dari FDNY (Fire Department of NY) yang frekuensi bisa kurang dari semenit. Menjadi petugas pemadam kebakaran walaupun gajinya tidak terlalu besar adalah kebanggaan karena kultur heroisme dan civic duty yang sudah melekat di Amerika. Tidak heran kalau the fallen comrade atau para petugas FDNY yang tewas saat terjadi serangan teroris mendapat penghormatan pemakaman penuh secara militer.

Ini sebagian foto2 yang saya scan saat perjalanan saya yang pertama kali ke sini.
Salam🙂

Tags: , ,

One Response to “Kenangan di WTC New York”

  1. Elyani Says:

    Beruntung ya Ton masih sempat menjejakkan kaki disana setahun sebelum peristiwa 9/11. Melihat foto kota Manhattan yang dikelilingi dengan gedung2 menjulang tinggi begitu, gak kebayang berapa ketinggian gedung WTC? Gak takut ketinggian ya Ton? Aku sih suka deg2an dan mules kalau berada di gedung yang terlalu tinggi. Kalau naik pesawat sih gak apa2🙂

    Banget … gedung megah, pemadangan spektakuler. Sayang sudah hancur😦 Ketinggian memang membuat lutut sediki gemetar, tapi kapan lagi bisa menyaksikan view kota NY dari sini.🙂

Comments are closed.


%d bloggers like this: