Melindungi, tapi juga bisa jadi pembunuh

Anjing favorit saya hanya satu jenis, Labrador warna kuning keemasan. Kepincut si lucu ini karena sering melihatnya di Golden Gate Park dan hasil baca2 literatur tentang trah retriever ini. Entah mengapa jenis anjing ini masih jarang penggemarnya di Indonesia, padahal Labrador selalu menempati urutan pertama sebagai anjing paling favorit di Amerika sejak tahun 1990. Makanya agak sulit mencari breeder atau Kennel Lab di Indonesia yang punya spesialisasi dan keahlian mengembangbiakan trah anjing ini. Sudah pesan di salah satu breeder di Jakarta, tapi harus menunggu beberapa bulan lagi sampai indukannya melahirkan.

Penggemar anjing di Indonesia masih terbatas pada anjing penjaga (German Shepherd/Herder, Doberman Pinscher, Rottweiler) atau jenis anjing “toy dogs”. Ada juga yang hanya sekedar ikut trend saat orang beramai-ramai mencari anjing Dalmatian (Dalmatiner) gara2 film 101 Dalmatians atu kesengsem Golden Retriever di film Air Bud. Agak tersentak membaca berita hari ini di koran Warta Kota yang memberitakan seekor anjing Rottweiler menggigit anak usia 1.5 tahun hingga kehabisan darah dan meninggal di Cengkareng Jakarta. Saat di Ipoh Malaysia saya harus menyaksikan seekor anjing Pitbul Terrier yang sampai digantung masyarakat setempat karena kasus yang sama. Jadi mengapa anjing bisa membunuh ?

Berikut ini alasan2 mengapa seekor anjing bisa sampai mencelakakan orang2 yang berada didekatnya yang saya kutip di situs Dog Bite Law :

  1. Sifat agresif yang mendominasi : terjadi saat properti anjing tersebut dirampas secara kasar oleh manusia.
  2. Membela diri dari prilaku manusia yang terlalu agresif. Intinya jaga jarak terhadap anjing yang baru dikenal, jadi jangan sok akrab megelus kepalanya.
  3. Melindungi wilayah kekuasaanya. Ini tipikal anjing penjaga yang langsung menyalak kalau melihat orang asing walau sekedar lewat di depan rumah.
  4. Menyentuh bagian atau anggota tubuhnya yang sedang sakit.
  5. Serangan balik dari anjing kalau ia disakiti secara sengaja
  6. Anjing yang memang dari sananya sudah agresif, mungkin karena pengalaman dari pemilik lama yang meng-abuse anjing tersebut

Terlepas dari kejadian tragis di atas, anjing adalah binatang yang paling setia dimana kisahnya bisa dengan mudak kita temukan di mana saja. Ketika kolega saya di kantor sakit, anjing herder miliknya selalui berada didekatnya hingga ia sembuh. Di perang Vietnam, banyak anjing yang merelakan nyawanya untuk melindungi tentara Amerika dalam pasukan K-9 dan diberi kehormatan pemakaman secara militer untuk menghormati jasa heroiknya. My life is also yours adalah janji kehormatan yang telah dibuktikan para anjing yang mengabdi di pasukan K-9 Amerika.

Di Brunei saya pernah marah kepada seorang Pangeran (jangan kaget di sana jumlah Pangeran tidak terhitung banyaknya) yang menolak diberi t’shirt bergambar anjing dengan alasan agama. Lho, bukankah anjing sampai diabadikan dalam Al Qur’an karena begitu setianya mendampingi sekelompok manusia yang dikejar oleh penguasa jahat. Itu argumen saya, tapi dia tidak mau terima, ya sudah. Kadang tidak habis pikir mengapa orang begitu paranoid terhadap mahluk yang satu ini.

Saat kerusuhan Maret 1998 di Jakarta, tempat penyewaan anjing laku keras untuk mengawal para expat yang mau ke airport. Saat itu ternyata lebih efektif membawa anjing penjaga yang berwajah seram dibandingkan dengan ancaman pistol untuk membubarkan massa. Jadi kalau punya mobil mewah dan ingin mengendarainya dengan tenang di jakarta, bawa saja seekor anjing Doberman atau jenis anjing penjaga lainnya dan disuruh duduk manis di samping kita. Saat pintu kaca di ketuk di kawasan rawan, silakan buka jendela mobil dan biarkan anjing berkenalan dengan para pencoleng itu. Percayalah, ini resep manjur yang sudah banyak dibuktikan orang2 saat sapaan anjing lebih mengagetkan para perampas kaca spion dan membuat mereka lari terbirit-birit.😀

Masih banyak cerita tentang anjing yang tidak akan pernah habis untuk diceritakan, tapi saat ini saya harus puas dulu dengan Jimbo anjing virtual Labrador saya di Facebook yang harus diberi makan setiap 24 jam agar ia tetap lucu dan cukup memberikan hiburan kalau ia dikelitik dengan mouse komputer.

Salam.

Sumber gambar : K9 Wall of Honor, & Dog Breeds Explained

Tags: , ,

10 Responses to “Melindungi, tapi juga bisa jadi pembunuh”

  1. therry Says:

    Mas Toni,

    Tunangan saya baru aja ngasih tau saya soal anjing Rottweiler yang ngegigit bayi sampai meninggal, eh ternyata beritanya diulas disini.

    Kalau tidak salah, anjingnya itu sudah lama dikunci di lantai atas dan dikucilkan, mungkin karena yang punya paranoid, takut bayi-nya diapa2in. Yang banyak orang nggak ngerti, kalau anjing dikurung dan diiket di suatu tempat dalam periode yang lama, anjing itu bisa stress dan cenderung jadi galak (iya, anjing juga stress lol), jadi sebenarnya itu adalah salah majikanya sendiri yang cuma “kepingin” punya anjing, tapi begitu ada “mainan” baru, anjingnya jadi nggak keurus.

    Saya punya teman yang tinggal di Amrik, dia pelihara anjing Schnauzer dan semenjak anaknya masih bayi, sudah dibiasakan untuk bercanda dengan anjingnya, dan anjingya itu sama sekali nggak jahat atau ngegigit koq. Saya tahu, karena saya lihat rekaman video waktu anaknya semasih bayi sedang bercanda dengan anjingnya di sini:

    Pada prinsipnya tidak ada anjing yang jahat, cuma pemiliknya yang irresponsible dengan binatang peliharaannya. Memiliki anjing sama dengan mengadopsi anggota keluarga yang baru yang akan hidup selama belasan tahun dengan mereka. Anjing bisa stress tentu saja yang ditandai dengan sikap hiper aktif atau senang menyendiri dan tiba2 berakhir dengan kejadian seperti ini. Kejadian seperti ini membuat image yang kurang baik terhadap anjing. Sedih gue😦
    Thanks untuk sharing videonya yang sangat menghibur.

  2. Elyani Says:

    Mas Ton,

    Saya juga sudah baca tentang kejadian di Cengkareng. Tragis ya! Yang jadi masalah banyak orang membeli anjing sekedar buat gaya dan ikut2an, bukan dari dasar hati sebagai penyayang hewan. Seperti halnya manusia, anjing juga memiliki karakter yg berbeda satu dengan lain-nya, kalau salah penanganan akibatnya bisa fatal. Karena anjing adalah hewan berkelompok yg selalu ada pemimpin-nya, makanya dari awal harus dibiasakan “who’s the boss” untuk membuat anjing patuh pada majikan-nya. Mungkin saja si Rottweiler sekedar dibeli untuk jaga rumah, tapi tidak diperhatikan keseharian-nya kecuali diberi makan dan minum. Saya sendiri selalu ngeper setiap lihat Rottweiler atau Dobermann, tapi saya sudah belajar untuk bersikap tenang dan tidak menatap matanya langsung karena mereka merasa ditantang kalau kita melakukan eye contact. Diserang anjing bener2 gak enak! saya sudah ngalamin 2 kali, termasuk digigit di tangan sebelah kanan meski tidak sampai robek parah, karena pengurusnya keburu menyelamatkan saya. Kalau punya anak kecil sebaiknya sih jangan memelihara anjing jenis penjaga. Tapi anjing imut seperti golden retriever juga bisa nggigit lho!

    Bener El, who’s the boss, hubungan dominance-subordinance yang harus ditegaskan dengan bintang peliharaan seperti anjing. Teman2 saya yang punya anjing memberitahu pentingnya prinsip ini. Rottweiler kan anjing dengan instink proteksi yang tinggi, satu triger cukup membuat dia menyerang siapa saja.

    Duuh, pengalamanmu serem ya, aku sih belum pernah dikejar anjing. Katanya kalau lari malah anjingnya lebih semangat karena dikira mau ngajak maen kali ya ?

  3. ika Says:

    lha kok ngeri gitu ya Ton… ponakanku punya bruno jenis rottweiler…
    sejak kecil ama dia. jadi sekarang dia manut2 aja ketika ditumpaki tidak karuan gitu.
    suatu saat mereka berdua berenang di laut. si bruno dari barat lari, si abhi ponakanku dari timur renang. nah terjadilah tabrakan antar mereka. gigi bruno nancep di alisnya abi. di jahit. di sepanjang jalan pulang, bruno nangis, sambil kepalanya diusap-usapkan ke pangkuan abi.. sisi lain seekor binatang

    Duh sweet banget tuh Rotteweiler, intinya ya tadi itu, prilaku binatang peliharaan reflkesi pemiliknya.

  4. uwiuw Says:

    anjing mungkin adalah topik paling ngak sy sukai setelah membicarakan BBM. Ada orang yg alergi ama udang, paranoid sama kcing, dan sy ngak suka anjing: don’t want to near it, never see it cute, and reluctant to throw it a rock hehehe

    sorry….dog is not my thing…can we just talk about cat…hehehehehheheheh sory kang

    Hi hi hi. Adik2 saya penyayang kucing juga. Lucu sih, tapi yang sebal suka nyolong makanan😀

  5. therry Says:

    Iya anjing keqnya kalo kita lari dia semakin semangat ngejer, dikira ngajak main, dan they really can smell fear.

    Kalau ketemu anjing yg keliatannya galak jgn senyum sambil pamerin gigi, karena bagi mereka ngasih unjuk gigi sama aja ngajakin berantem😀

    Somehow kalau kita kedatangan tamu yang tidak kita sukai, anjing milik kita juga bisa langsung merasakaan feeling pemiliknya. Karena sensitif, kalau yang tidak suka sama anjing jangan deket2 mereka karena mereka pasti bisa merasakan ketidaksukaan kita.

    Here for you : “Your goal in life is to become as wonderful as Micah thinks you are” 😀

  6. Elyani Says:

    Kejadian-nya bukan digigit karena lari menghindar lho! Ceritanya boss saya , menempatkan 3 ekor dobberman di dekat pintu masuk kantor dekat gerbang. Dua teman saya yg Muslim dan takut sama anjing selalu minta saya berjalan dengan posisi badan saya disebelah kanan alias dekat kandang. Jalan masuk gak besar, dan mau gak mau pasti lewat depan kandang yg tingginya hanya sekepala si dobberman. Biasanya saya selalu selamat melewati kandang ditengah gonggongan dobberman2 itu yg kelihatan sekali ingin menyerang. Nah, suatu hari kandang yg terbuat dari kayu itu rupanya sudah tidak kuat menahan dorongan dari ketiga ekor anjing2 galak ini. Alhasil saya yg berjalan dengan maksud melindungi kedua teman saya kebagian diserang. Sementara 2 teman saya sudah cepat2 masuk kantor dan menutup pintu. Kalau pintu kantor saya buka kemungkinan akan terjadi chaos apalagi teman saya sudah histeris ketakutan. Akhirnya sebelum saya sempat berpikir badan saya sudah diterjang dari arah belakang. Cepat2 saya tiarap dan menutup kepala dengan kedua belah tangan sementara 2 teman saya berteriak-teriak memanggil si pengurus gukguk tersebut untuk membantu mengeluarkan saya dari kepungan mereka. Karena saya diam dan tidak bersikap melawan, anjing2 itu akhirnya dapat digiring oleh pengurus yg sudah biasa memberi makan. Jadi tadinya ingin jadi pahlawan eh malah ketiban sial.

    Kejadian kedua masih ditempat sama dengan anjing yg berbeda, gak ingat jenisnya apa tapi tinggi dan type penyerang. Semua anjing2 ini milik kakaknya boss saya yg berwatak seperti pembunuh (belakangan, beberapa tahun setelah saya berhenti kerja di Bandung yang bersangkutan memang jadi bang napi karena menjadi otak pembunuhan lawan bisnisnya). Semua anjing2 yang dipelihara dia memang dilatih untuk menyerang orang. Waktu itu kantor boss saya dan kakaknya masih sharing, jadi dia tidak bisa berbuat apa2 dengan kehadiran anjing2 buas tersebut. Untung saya bukan type pendendam dan pakai menuntut segala. Saya tidak menyalahkan anjingnya, tapi pemiliknya yg memang manusia tanpa hati nurani.

    El, baca pengalaman mu sangat mengerikan dan tentu traumatis ya. Gak kebayang diserang tiga anjing sekaligus plus pengalaman yang kedua. Say hi to your spoiled Suneo.😀

  7. therry Says:

    Wah cece, itu sih yang galak pemiliknya yah, bukan Doberman-nya. Doberman kan lucu🙂

    Lucu banget, tapi chemistry-nya ampun deh🙂

  8. Elyani Says:

    @Mas Ton & Therry: iya sampai sekarang masih deg2an kalau berpapasan dengan Dobberman. Anjing juga sebaiknya tidak diberi makan daging mentah. Banyak pemilik yg sengaja memberi makan daging mentah supaya si gukguk tambah galak.

    Daging mentah konon bisa membangkitkan sisi agresif anjing. So, stay away dari si Doberman ya ?

  9. therry Says:

    Eh? Masa sih? Emang daging mentah itu bisa membangkitkan “insting karnivora” nya si anjing tersebut ya??

    Micah sih pernah dikasih daging mentah tapi daging ikan, itu juga pas aku lagi ngebikinin bubur ikan buat dia pas dia sakit maag hehe…

    Katanya demikian pun mengenai daging mentah itu.

  10. therry Says:

    Pantesan dia jadi protektif bgt skrg, sampe2 kalo ada bunyi2 mencurigakan malam2 gitu dia bisa nggonggong2 dan menggeram2 ga brenti – sampe pengang nih kuping, kaget pula lagi enak2nya bobo tau2 dia gonggong! hueheuhue

    Enaknya punya bodyguard🙂

Comments are closed.


%d bloggers like this: