Mesjid Raya Bandung

agung3
Mesjid Raya Bandung yang dulunya bernama mesjid Agung diresmikan di pertengahan tahun 2003 yang lalu. Didesain untuk dijadikan sebagai landmark kota Bandung yang terletak di Alun Alun. Di depannya adalah mantan gedung Miramar, pusat belaja dahoeloe yang sekarang menjadi bangunan tempat menginap para pengemis. Selain itu adalah gedung Palaguna, yang juga sudah mati. Di sebelah kirinya adalah bangunan kantor pos besar Bandung dan gedung Swarha yang juga tidak terawat. Sebelah kanan adalah pendopo kabupaten yang entah apa fungsinya sekarang.

agung4

Dengan membayar 2 ribu rupiah kita bisa naik lift ke lantai 19 untuk menikmati pemandangan kota Bandung. Wisata ini dibuka hanya setiap weekend dan hari libur lainnya, dari jam 9 hingga jam 5 sore. Banyak masyarakat yang memanfaatkan hiburan murmer ini, walau waktunya dibatasi 15 menit per kunjungan.

agung1

Melihat kota Bandung dari ketinggian lantai 19 di salah satu menara masjid seperti menyaksikan kekumuhan dan kesemrawutan pusat kota ini. Masjid ini dikelilingi oleh pusat perbelanjaan dan tentu saja pedagang kaki lima yang memadati sepanjang trotoar di Jalan Dalem Kaum dan Kepatihan.

agung6

Tidak ada sisa sedikitpun untuk pejalan kaki yang terpaksa harus mengalah dengan padat dan ruwetnya lalu lintas di pusat kota ini. Demikian juga di pelataran masjid sebagaimana terlihat dalam foto di sini yang dipenuhi oleh para pedagang.

agung7

Alun alun Bandung yang dulunya pusat kota sudah banyak bersaing dengan tempat keramaian lainnya terutama ke arah Utara yang didominasi oleh factory outlet, cafe, dan hotel buat para weekender. Kesemrawutan akibat banyaknya pedagang kaki lima dan arus lalu lintas yang padat di sekitar masjid ini semestinya ditata ulang oleh pemda setempat, minimal untuk menghilangkan kesan kumuh dan kotor.

agung8

Salam.

Tags: , , ,

6 Responses to “Mesjid Raya Bandung”

  1. Edwin Maolana Says:

    Dulu pernah ke alun-alun ini tapi belum sempat mampir euy… apalagi menaranya hihihi..Insysa Allah nanti kalau ada kesempatan mampir ke mesjid ini yg pasti juga ke atas menara ya…

    Arsitekturnya bagus walau menara jangkung nya agak berkesan kurang proporsional

  2. Elyani Says:

    Mas Toni,

    Dulu waktu Mesjid Agung baru pertama kali dipugar, saya pikir proyek itu gak bakal pernah selesai karena pembangunan-nya terkesan lambat sekali. Lokasinya yang ditengah keramaian juga mengurangi kesan spiritual yg ingin diciptakan ya! Menurut saya masih lebih bagus mesjid Cipaganti di Jalan Cipaganti yg terkesan teduh dan nyaman. Dulu saya sering makan atau nonton di Palaguna…di dekat situ juga ada Chinese restaurant yg enak, lupa namanya. Sudah lama gak pernah lewat alun2 atau Pasar Baru. Macetnya itu lho yg bikin males.

    Perlu waktu 2 tahun 99 hari untuk menyelesaikannya, cukup lama memang. He3x, you got it right, boro2 spiritual, malah banyak pemandangan yang tidak semestinya persis di depan mesjid ini. Palaguna sudah almarhum, kalau saya sih makan di restoran Padang yang di Miramar. Macet El, rumah saya kebetulan sangat berdekatan dengan lokasi ini, jadi pasrah aja.🙂

  3. flabbily Says:

    Flabbily says : I absolutely agree with this !

  4. ongchi Says:

    kerren deh

  5. syaiful Says:

    Assalamualaikum Wr. Wbr.
    Berapa ketinggian Menara Mesjid Angung Bandung.

  6. Zubaidi Says:

    Assalamu ‘alaikum wr wb
    Mas Toni, saya minta izin, apa boleh gambar Masjid Agung yang paling atas itu saya jadikan gambar cover depan buku saya Renungan Sholat Berjama’ah?
    Mohon confirmasinya. Terimakasih
    Wassalamu ‘alaikum wr wb
    M. Zubaidi
    zubaidimuhammad@yahoo.com

    Wa’alaikum salam wr. wb. Silakan Mas, asal di beri credit title saja. Kalau bukunya sudah jadi tolong dikabari ya.🙂

Comments are closed.


%d bloggers like this: