Siti Nurhaliza suka pisang goreng ini

Salah satu jajanan di kota Bandung yang terkenal “Pisang Goreng Simana Lagi” yang dibuka sejak tahun 1940. Pemiliknya Ny. Tjiong (Lim loei Nio) sudah uzur di usia 90 tahun dan usahanya diteruskan oleh anak bungsunya Viktor Sastra Amidjaya. Lokasinya di pusat kota, jalan Dalem Kaum berdekatan dengan mesjid Agung. Tidak ada rahasia khusus dalam membuat pisang goreng renyah ini, tapi apa kiatnnya hingga usaha ini bisa bertahan puluhan tahun ?

Jalan Dalem Kaum di Bandung terkenal sebagai pusat kemacetan karena dipenuhi oleh pusat perbelanjaan di sepanjang jalan yang sempit ini. Di jalan ini (dulunya bernama Gang Kaum), pemilik pisang goreng mulai merintis usahanya sebelum Indonesia merdeka, tahun 1940. Cuaca Bandung yang sejuk dengan ditemani pisang gorang hangat adalah pasangan yang pas. Makanya banyak anak2 muda dulu yang sering nongkrong di sini. Selain pisang goreng, toko ini menyediakan jenis kudapan lain seperti bala2 (bakwan), gehu dan combro.

Bermula dari warung pinggir jalan hingga bisa membeli toko yang sekarang ditempati, bisnis ini terus berkembang. Menggunakan dua jenis pisang, tanduk dan raja, tepung terigu, dan di goreng dalam minyak yang berkualitas. Jadilah jajanan ini salah satu icon di kota Bandung. Salah satu pelanggannya antara lain Siti Nurhaliza yang selalu menyempatkan diri memborong pisang goreng saat berada di kota Bandung.

Walaupun tokonya tidak mewah, jangan dikira kalau omzetrnya kecil, satu hari toko ini bisa membukukan penjualan jutaan rupiah. Dengan ladang bisnis ini, Ny Tjiong bisa memberikan menyekolahkan anak2nya dan memberikan mereka rumah satu per satu. Wuuuih.

Jadi, lain kali saat jalan2 di kota Bandung, silakan mampir untuk menikmati pisang goreng hangat Ny. Tjiong. Salam.

Tags: , , ,

6 Responses to “Siti Nurhaliza suka pisang goreng ini”

  1. ika Says:

    ton… enak kayaknya si pisang itu. tapi varian pisang goreng sekarang tuh banyak banget ya

    Ayo dong, dari Yogya kan deket Mbak Ika.

  2. aNdRa Says:

    CT suke nak beli pisang goreng ini?
    Heheheh… hebat juga ya bisa bertahan tanpa harus inovasi rasa (kan banyak tuh panganan yg dijejali rasa coklat/stroberi sampe duren demi mengejar keunikan produk).

    Halo mas, aku lama ndak kesini yah…hehe.. FYI blogku sudah mengudara kembali selepas pindahan hosting.😀

    Yup, rasanya yum yum. Congratulations sudah pidah hosting, jadi gak ada acara exceed bandwith lagi ya?

  3. ayaelectro Says:

    waduh siti suka pisang goreng dari bandung nih ceritanya? haha….asik juga nih buat dicoba.

    Mari mari, sambil promosi bahwa Bandung banyak jajanan jaman dulu yang masih tetap bertahan.

  4. Finally Woken Says:

    Ummm, drooling now. Miss pisang goreng😦

    Come to Bandung Mbak, I’ll be happy to be your guide🙂

  5. Toshi Says:

    weleh.. bikin laper aja nih postingannya…

  6. Elyani Says:

    Wah jadi nostalgia tempo doeloe nih, beli pisang goreng sambil nunggu angkot lewat🙂

    Waktu dulu kayaknya mahal banget nih pisang, tapi satu hal, rasanya tetap sama enaknya.

Comments are closed.


%d bloggers like this: