Kenalkan, Miss Silvia


Akhirnya mainan baru saya sebuah mesin espresso datang juga, Rancilio Silvia. Ini adalah dream machine buat bikin kopi jenis espresso, latte, cappuccino, macchiato, dan para kerabat kopi lainnya. Mengapa saya pilih Rancilio Silvia, silakan baca posting saya di Home Barista Dream Machine, atau review2 dari situs Coffeegeek, Sweet Maria’s, dan Home Barista mengenai keunggulan mesin ini. Sayang, voltasenya 110 watt,😦

Padahal saya sudah wanti2 saat pesan agar voltasenya 220 V dan bukan 110V, tapi apa daya barang sudah di tangan. Akhirnya, supaya bisa difungsikan, terpaksa saya membeli alat untuk mengkonversi voltase menjadi 220V. Untung diperiksa dulu, kalau gak mesin baru ini bisa langsung almarhum, karena kelebihan tegangan.

Beratnya total sekitar 15 kg, dibungkus rapi beserta busa pelindung agar aman selama perjalanan.

Aksesoris cukup lengkap, walaupun beberapa terbuat dari plastik.

Itu saja, setelah sekian kali bolak balik ke toko listrik dekat komplek rumah untuk meyakinkan bahwa mesin ini bisa berfungsi dengan alat tambahan untuk menaikan tegangan.

Selanjutnya akan kita lihat cara kerjanya salam membuat espresso. Salam.

Tags: , , ,

25 Responses to “Kenalkan, Miss Silvia”

  1. Elyani Says:

    Mas Toni, menarik sekali membaca pernak-pernik tentang kopi dan perangkatnya yg harganya hampir setara dengan kamera digital Canon 400D. Dengan hadirnya Miss Silvia di rumah Anda, lalu Miss Eletrolux-nya dikemanakan?🙂 Berapa cangkir kopi bisa Anda habiskan dalam sehari? Apakah minum espresso tidak membuat Anda terjaga sepanjang malam? Dulu almarhum ayah saya berdangang kopi biji di Sumatra sana. Saya sering membantu memilah-milah biji kopi yg bagus dan memisahkan yg kurang bagus ke karung tersendiri. Sejak kecil saya sudah terbiasa melihat pohon kopi, melihat para petani menjual hasil panen mereka dalam bentuk kopi gelondong atau kopi biji. Ikut2an pekerja menjemur kopi di gudang belakang rumah. Kopi memiliki kenangan tersendiri bagi saya meski pada akhirnya saya tidak diperbolehkan minum kopi karena masalah kesehatan.

    Hi ELyani, Rancilio Silvia, mesin espresso saya yang baru memang harganya hampir setara dengan kamera Canon 400D, relatif mahal. Sebenarnya hobi fotografi atau audio jauh lebih mahal, karena investasi alat yang terus menerus, tapi tidak dengan kopi karena diharapkan alat ini berumur cukup panjang. Jadi belinya cukup sekali saja untuk 5-10 tahun ke depan. Apakah minum kopi membuat saya terjaga? Sejujurnya tidak ada pengaruh (aneh mungkin ya?). Bagi sebagian orang minum kopi membuat jantung berdebar, inilah yang membuat jadi susah tidur.
    Saya sih belum pernah melihat perkebunan kopi, tapi satu yang saya pegang bahwa kopi Indonesia tetap yang terbaik di dunia. Saya cuma ingin berbagi hobi ini, agar orang bisa lebih menikmati minuman tersebut dengan cara penyajian yang benar yang pada akhirnya akan lebih menghargai kopi kita sendiri. Salam

  2. therry Says:

    Wow. Brand new lean and mean coffee machine. Too bad I have to avoid caffeine – otherwise I really love coffee.

    Thanks Therry. Too bad, you miss one of the best indulgence in this life. Caffeine.

  3. therry Says:

    I still drink once in a while *devilish grin*

    But only one of those Kopi Kapal Api sachets. And lots of milk! Yum.

  4. Kaki jenjang Says:

    Kang, gak nyangka loe terobsesed dg seseorang, sampe beli mesin Espresso aja, namanya mirip.😛
    Lagian.. emang situ tukang minum kopi ya? Kok gw gak pernah ingat yah? *sambil garuk2 dagu mencoba mengingat*
    I thought I knew you well, ternyata…😀

    Duh sekantor bertahun-tahun masa gak tahu, hi hi hi. (geografi Amerika sudah tahu kan antara East Cost, West Coast, Midwest? Supaya gak muter2 kalau pesen tiket lagi.🙂

  5. Edwin Maolana Says:

    Wah… beli dimana nih Mas? *hah..menghela nafas* jadi pengen beli juga nih.

    Nitip temen dari Korea, kalau mau di Caswell Coffee di Jalan Kemang juga ada. Ayolah, bagus koq🙂

  6. wallflowers Says:

    Salam kenal Pak Tony,..
    kebetulan sekali saya juga baru saja membeli mesin Rancilio Silvia dari seorang teman di Bandung yang pemilik sebuah cafe yang kayanya temen pak Tony juga,..hehehe Bang Hendri.

    Saya ingin sedikit bertanya,..saya kemarin membaca artikel di coffeekid.com tentang cheating miss silvia.diasa ditunjukkan bahwa saat akan membuat cappa sewaktu brewing switch untuk steam juga di nyalakan,apakah hal itu tidak merusak mesin?

    Kemarin saya coba sih,kayanya emang ga da masalah.cuma saya takut kalo tiba2 jebol,..cafe lom buka mesin uda jebol,.hehehhe

    Thanks for the advise..

    Salam kenal juga dan ternyata teman saya banyak yang sudah buka cafe🙂. Frothing milk memang agak tricky di mesin Silvia, dan tombol froth tentu dalam posisi “on”. Apakah ada masalah? Selama ini sih gak ada, jangan deh.

    Selamat buka cefe ya, kapan2 boleh dong di foto buat ditampilkan di blog ini. Salam🙂

  7. wallflowers Says:

    hehehe,..maksudnya gini om,..pas lagi brewing espresso, tombol switch untuk steam juga dinyalakan..
    agak keder juga sih,..cuma lihat penjelasannya di coffeekid.com sih kayanya ga masalah..

    hmmm….soalnya kalo nunggu masa transisi boiler dari brewing ke frothing emang agak lama sih.

    mungkin ada tips lain??

    He he, maaf salah ngerti. Silvia tidak menggunakan double boiler seperti yang di mesin2 pro untuk dua pekerjaan sekaligus. Jadinya saya sih satu2 saja karena takut fungsi boiler terlalu berat. Salam

  8. Andree Says:

    Halo pak Toni, Pa Kabar? Semoga baek selalu. Pak saya jadi ikut2an pak Toni beli miss Silvia. Saya beli di caswell dengan pak Agustinus Tassi, saya juga cerita mengenai bapak ke beliau….

    Pak saya mau tanya sedikit mengenai mesin Silvia, kalo pak Toni brew coffee selama 23detik, jadinya berapa ml ya pak? Soalnya saya masih awam banget dan saya belum punya grindernya, jadi kopi sudah digiling untuk espresso oleh pak Agustinus Tassi di caswell. Thanks sebelumnya…..:)

    Hi pak Andree, kabar saya baik2 terima kasih. Selamat atas mesin barunya ya ? Moga2 pak Agus masih inget saya😀 . Sekali lagi mesin ini sangat handal, tapi perlu sedikit perhatian ekstra dari mulai grinding (giling) dosing (memasukan kopi ke portafilter, tamping (tekan kopinya), dan brewing. Patokannya simpel, espresso yang baik sekitar 30ml dengan waktu sekitar 23-30 detik sesuai dengan selera. Rule of thumb, lihat cremanya, kalau tebal dengan warna kuning keemasan, itu tandanya sudah bagus. Kalau kopinya sudah melebihi 30ml dalam waktu kurang dari standard artinya under extraction, kalau lebih over extraction. Dua2nya jelek. kalau Kalau mau lebih detail silakan email saya karena saya juga masih belajar mengenal mesin ini.😀

  9. Charles Says:

    Pak Toni nice to meet you, Gimana dengan Grinder nya pak?

    Hi hi, belum dateng pak, mau beli di tempat lain aja. Nice t meet you too. Seru ya acara kumpul bareng penggemar kopi.😀

  10. hadi Says:

    Salam kenal Pak Tony!
    wah, thank u nih atas sharing2nya.. aku kebetulan lagi mau cari informasi tentang supplier/ dealer espresso machine di Jakarta, then i stumbled upon your blog.. sejak aku mulai kenal dengan’Silvia’ beberapa hari yang lalu aku mulai naksir dan jadi ‘kebelet’ banget untuk beli mesin ini..(udah pake Jura Subito selama 3 tahun lebih, it’s time to up the notch and be more serious brushing up my barista skill🙂 aku rencana mau ke Caswell besok untuk liat demo mesinnya.. sayang Caswell lagi gak ada stok.. gak tau bisa tahan gak nunggu 2 bulan lagi.. Kalo Pak Tony tau tempat lain yang supply rancilio, boleh pak sharing2..

    by the way, you take really nice photos! Some interesting angle and depth of field shots!

    Salam kenal juga Pak Hadi, senang ketemy dengan para penggemar kopi. Saya sih masih belum apa2 dalam bidang ini, cuma sekedar share saja. Silvia memang top of the notch untuk mesin espresso, build like a tank, dan berbagai review positive lainnya. Selain Caswell, rasanya saya belum menemukan dealer yang lain. Kalau mau lihat demo silakan post message di toni_wahid@yahoo.com, nanti kita atur waktunya daripada nunggu 2 bulan.

    Thanks untuk compliment foto2 saya, cuma hobi koq. Salam😀

  11. Anonymous Says:

    Saya bisa bayangin serunya “ngoprek” coffe machine layaknya kamera SLR. Di kantor saya, juga ada coffe machine (biji kopinya dari kopi Aroma) cuma ya karena mungkin krn situasinya jam kerja ya jadi gak kepikiran ngoprek dengan aneka rasa/komposisi kopi he2x … lagian ya saya sama sekali masih awam ttg kopi. Pengin suatu saat punya coffe machine dengan pengetahuan yang cukup terus bisa share sample aneka rasa kopi kreasi sendiri ke teman2x and kl sudah ok rasanya baru deh buat kafe2x kopi kecil2xan … maunya …jadi ingat tekad Starbuck yakni menjadikan gerai kopinya menjadi rumah ke 3 setelah rumah dan kantor he2x

  12. jmzach Says:

    Mohon maaf tadi saya lupa login ke wordpress saya.
    untuk posting dibawah:
    Saya bisa bayangin serunya “ngoprek” coffe machine layaknya kamera SLR. Di kantor saya, juga ada coffe machine (biji kopinya dari kopi Aroma) cuma ya karena mungkin krn situasinya jam kerja ya jadi gak kepikiran ngoprek dengan aneka rasa/komposisi kopi he2x … lagian ya saya sama sekali masih awam ttg kopi. Pengin suatu saat punya coffe machine dengan pengetahuan yang cukup terus bisa share sample aneka rasa kopi kreasi sendiri ke teman2x and kl sudah ok rasanya baru deh buat kafe2x kopi kecil2xan … maunya …jadi ingat tekad Starbuck yakni menjadikan gerai kopinya menjadi rumah ke 3 setelah rumah dan kantor he2x

    Terima kasih pak atas ketertarikannya dengan dunia kopi. Memulainya gampang, tapi memberhentikan kebiasaan ngopi memang sulit pak.🙂 Kadang saya merasa “berdosa” sharing pengalaman ngopi di blog ini. Maklum jadi banyak yang ketagihan dan merasakan betapa nikmatnya kalau kopi disajikan secara benar. Selamat ngopi😀😀

  13. Hendra Says:

    Salam kenal pak Tony, saya kenal Pak Tony dari teman saya pak Mukti yang ketemu di Caswel waktu pak Tony lagi motret-motret di di Caswel. Katanya mau main ke Saeco pak. Saya tunggu ya Pak sekalian konsultasi masalah blog, soalnya saya lagi belajar bikin blog sekalian cari rejeki. Jadi kalau Pak Tony berkenan mohon masukan dan saran-sarannya.Btw, foto caswelnya cantik juga pak.

    Salam kenal juga pak Hendra. Saya sudah berkunjung ke blog-nya dan sepertinya sudah piter tuh😀. Boleh nanti kita janji ketemu sekalian saya mau review mesin2 Saeco. Happy blogging🙂

  14. hendra Says:

    Ok pak Tony,yang pasti saya ingin belajar banyak dari yang berpengalaman. Saya tunggu ya Pak.
    Sukses Pak Tony

  15. Yohan Says:

    mas Toni, Saya juga rencana mau bergabung dalam keluarga rancilio.. mas rocky-nya udah dibeli tinggal tunggu bonus tahun ini untuk beli mba silvia..:) sekarang saya lagi pake saeco armonia, dan uda ngerasa ngga puas. sebenernnya mau liat liat yang lain sih, yang lebih mantaps… (seperti vibiemme domobar , la pavoni, atau elektra)

    kira kira ada info info supplier machine gak yah? saya cuma tahu caswells(rancilio), saeco, Nuova Simonelli, & bahana genta viktory (yang pegang merek illy, gaggia, dsb)

    thx yah mas..
    seneng nih akhirnya ketemu komunitas coffee enthusiast di indonesia.. gini gini saya juga korban dan uda mulai menjadi seorang coffeegeek. hehe

  16. Anto Says:

    Mesin Espressonya kweren pak Tony! kalo boleh tau kopinya pake apa ya? selain mungkin lavazza dan Illy.
    karena duo merk ini tidak terlalu bersahabat dengan kantong saya. selama ini sering saya pakai Caffè Verona atau Espresso Roast By Starbucks Coffees sebagai alternativenya.
    Thanks

    Terima kasih, ini salah satu mesih prosummer terbaik di dunia menurut review situs2 kopi seperti Coffeegeek. Saya jarang pake kedua merek ini, ya karena itu tadi mahal dna toh kopinya juga dari kita😦 Saya punya langganan, namanya Bell Canto, perusahaan kopi dari malang yang rasanya tidak kalah dengan kopi2 terkenal. Mau coba ?

  17. Anto Says:

    Boleh tuh pak Toni kopinya. dimana saya bisa membeli Bell canto di jak?. saya tadi udah cek ke websitenya & they said “This page is under development”. Mungkin ada rekomendasi dari Pak Toni, apa yang kira2 paling markotob dari ketiga product Bell Canto: Espresso golden crema,Good Morning Breakfast blend, & Dinner Fiesta blend.
    Saya juga mau tanya untuk mesin Burr grindernya pak Toni pake apa ya? karena aroma,rasa and golden cremanya bisa beda kalo fresh grinding sendiri dngan yang udah lama digrinding dan disimpan di rak toko.walaupun kualitas dan jenis kopinya sama. banyak tanya ya saya. he..he.. maklum kadang2 saya suka njelimet dan kelewat idealis… cuma untuk secangkir kopi.
    Makasih Pak Toni…

    Ini salesnya pak, namanya Chandra, tlp: 081802236002, bisa dikirim lewat tiki. Biasanya saya pesan Golden Crema untuk mesin espresso, sedangkan untuk French Press boleh coba yang dari Aceh dengan aroma yang sedap.
    Mesin grinder-nya tentu saja Mazzer Mini, sudah dijual di Jakarta. A coffee for the soul, makanya harus perfect kan ? Salam

  18. etanol Says:

    pak.. kasih review tentang perbedaan temper yg mahal ama murah, bedanya apa sih ?

    ini pak saya ada review buat kopi bell canto:
    saya sudah pesan ama pak candra, sangat memuaskan pelayanannya, urut-urutan pemesanan:
    1. tanya harga lewat sms
    2. dibales rinci ama pak candra, dikasih harga, ama no rekening bca, setelah transfer disuruh sms ama kasih alamat lengkap
    3. saya transfer
    4. saya sms bahwa saya sudah transfer senilai RP xx, alamat lengkap : xx, atas nama : xx, no hp : xx
    5. selesai, diucapkan terima kasih atas pemesannya, barang dikirim tiba di jogjakarta +- 3 hari
    6. tiga hari berjalan, datang tuh paketan, dikemas rapi di dalam dos karton tebal, diisolasi rapat, barang sesuai dengan pesanan, perfect, tidak ada kesalahan
    7. saya sms ke pak candra, barang sudah saya terima dan diucapkan terima kasih
    8. pak candra bales gini, terima kasih dan selamat menikmati kopinya

    sungguh bagus servicenya.. boleh dicoba tuh teman2..

    Pak Chandra itu emang servis-nya bagus ya pak. Thanks sudah sharing di sini🙂
    Kalau tamper bisa dibedakan dari kualitas craft-nya pak. Di Jakarta ada yang menjual seharga 175 ribu, dari aluminium dan tentu saja berat. Saya menggunakan yang ini dan hasilnya boleh juga pak.

  19. budi Says:

    Salam kenal, sy suka blog ini & mhn infonya dimana bisa beli Rancilio Silvia. sy tinggal di jogja. maaf kalo bersedia SMSkan saja ke nomor saya 0856 43010 171. Matur Nuwun

    Salam kenal juga. Rancilio bisa di beli di Caswell’s Coffee, Jalan Kemang Utara 19A, Jakarta, Tlp : 021-7180 317

  20. yanuar Says:

    salam kopi, wah akhirnya kesampaian jg ya om toni meminang silvia…siip

    Ini mesin bagus buat di rumah Mas … coba deh🙂

  21. ACHMAD SOBARI Says:

    salam kenal,

    bagaimana kabar bapak tony,..

    saya sangat senang berkenalan dengan bapak, semoga bisa saling sharing,
    saya senang dengan mesin coffee merk apapun, dan banyak sekali merk merk yang terkenal, yang sudah masuk diIndonesia seperti Rancilio, la cimbali, faema, brasilia , san marino,la san marco dan lainnya.

    bisakah bantu untuk spare-part lain dari Rancilio?

    terima kasih

    sobari rancilio
    sales dan teknisi
    081548195027

    Makasih pak. Buat yang mau pesan mesin Rancilio, silakan hubungi beliau ini🙂

  22. BUDIONO KWEE Says:

    Hallo pak Toni
    Dimana saya bisa beli espresso machine Rancilio Silvia? Apa di Surabaya ada? Kalau di Jakarta di toko apa namanya?
    Thanks.

    Budiono Kwee.

    In link-nya : http://www.caswellscoffee.com/ yang di Jakarta. Itu nomor HP-nya komen yang di atas🙂

  23. Robert Aritonang Says:

    Kalau ada yang cari-cari mokapot original BEALETTI, call saja Robert A 02132100689 selama masih ada stock dan jamin original Italy

  24. andry widjaja Says:

    kl untuk roaster yg paling murah harga brp? yg bagus merek apa ya?mohon info nya. 08175090150

  25. levi Says:

    Halo Pak Toni,
    As always saya selalu well informed dengan informasi yang ada di sini. Untuk pemesanan lewat teman yang ke luar negri (seperti Miss Silvia ini), apakah dikenakan cukai juga di bandara?

    Terima kasih atas infonya Pak

    cheers,

    Kalau belinya satu (hand carry) harusnya tidak dikenakan bea masuk.

Comments are closed.


%d bloggers like this: