Jakarta harus punya ini : Sky Train

Bukan hanya Jakarta, Bangkok pun punya masalah kemacetan lalu lintas. Bedanya di sana sudah ada Sky Train yang setidaknya sedikit memberikan pilihan bagi warganya akan transportasi murah dan bebas macet. Di jakarta pun ada Busway yang jalurnya sering diserobot supir gak sabaran, tapi belum terintegasi dengan sistem angkutan umum lainnya. Monorel entah bagaimana kabarnya walau sebagian tiang pancangnya sudah mejeng di beberapa tempat. Jakarta akan segera mengalami macet total kalau tidak segera dicarikan solusi jangka panjang. Sementara pertumbuhan kendaraan pribadi sudah di luar batas kendali. Jadi mari kita tengok salah satu manajemen lalu lintas di kota Bangkok.

Bangkok Sky Train :

  1. Biaya pembangunan : US$ 1.3 milyar.
  2. Pengelola : Bangkok Transit System Cooperation
  3. Sistem pengelolaan oleh swasta : BOT (Build Operate Transfer) 30 tahun
  4. Mulai beroperasi : December 1999
  5. Harga tiket : Sekitar 2500 – 7500 rupiah
  6. Jam operasi : Jam 6 pagi hingga tengah malam
  7. Rute : Tengah kota yang macet terdiri dari dua jalur : Sukhumvit & Silom Lines dengan 22 statsiun pemberhentian

Memang Bangkok masih macet di jam2 sibuk, tapi setidaknya mereka punya pilihan sistem transportasi murah, ber AC, tepat waktu dan tentu saja bebas macet. Kita pun rela uang pajak yang kita bayarkan diimbangi dengan salah satu layanan publik yang maha penting ini terutama di kota Jakarta. Sky Train Monorel apapun namanya.

Salam.

Tags: , , , , , ,

5 Responses to “Jakarta harus punya ini : Sky Train”

  1. aroengbinang Says:

    Sudah lama saya tidak pergi ke Bangkok. Bulan lalu saya pergi ke sana, dan membuat saya agak tercenung ketika melihat airport baru-nya yg sudah modern, nyaman dan efisien (tidak ada lagi airport tax, sudah masuk ke tiket), monorail-pun sudah beroperasi, belum lagi subway… Jakarta masih baru berangan-angan….

    Hi Mas Aroengbinang, thanks for dropping by. Bangkok memang pesat kemajuannya, sementara kita jauh tertinggal di belakang. Airportnya mereka sangat keren. Memang benar, mungkin pemerintah kita masih dalam taraf punya angan2. Salam.

  2. Andy Says:

    Kayaknya taraf angan2 aja masih belum deh..ngeri yah kl dipikir2..bakal jadi apa Jakarta..huhh..

    Setiap hari berjuang di tengah kemacetan, sementara pajak jalan terus. Salam bang Andy.

  3. Andy Says:

    Btw..just added your blog to my roll..hope you don’t mind..cheers🙂

    Of course I don’t mind at all, linked you back too🙂

    .

  4. Elyani Says:

    Mas Toni…pemerintah kita sibuk dengan pilkada, pilkadut, pilkoplo, pokoknya sibuk yg gak jelas juntrungan-nya. Boro2 mikir sistem angkutan massal, wong petinggi2 negara itu kalau mobilnya mau lewat aja minta dikawal vorrijders (sp?), jadi jangan harap sampai 10 tahun kedepanpun bakal ada perubahan. Perbaikan jalan menuju bandara (di Jembatan Tiga) saja lamanya minta ampun. Kapan mau selesai kalau kerjanya sistem manual? Belum lagi kalau banjir dan lain sebagainya. Saya jadi sebal banget tinggal di Jakarta.

    *mas blognya saya link ya?…thanks🙂

    Pemerintah sibuk dengan urusan gak jelas kita disuruh bayar pajak terus, kalau telat langsung kena denda. Pejabat atau yang sok jadi pejabat memang sangat menyebalkan, sudah macet pake sirene lagi, bukannya berempati dengan pengguna jalan yang lain. Aku link balik juga ya.

  5. copet ganteng Says:

    yuk bener semuanya.
    jakarta baru mengandalkan BUSWAY mas. Besok kalo (thn depan) kalo busway itu sudah pada hancur, maka pemerintah baru mikir gimana bikin subway.
    SUBWAY?ga salah? bukannya nanti malah bakal jadi kereta selam?kalo tiap tahunnya JKT banjir trus, KA nya lewat mana?lhawong trowongannya buat lewat AER?

Comments are closed.


%d bloggers like this: