Perburuan rumah belum selesai

Akhirnya saya membatalkan pembelian rumah dalam posting saya Jual beli rumah ribet bener, setelah Notaris menyarankan demikian. Hasil investigasi yang dilakukan oleh team dari kantor Notaris membuktikan kecurigaan saya bahwa rumah tersebut memang bermasalah. Notaris menceritakan saat team-nya mendatangi rumah tersebut, pemilik rumah tampak sangat khawatir karena tidak menyangka bahwa saya akan melibatkan pihak lain. Yang lucu, ia malah menuruh team dari Notaris mendatangi ketua RW untuk urusan selanjutnya. Lho?

Entah bagaimana akhirnya diperoleh informasi oleh orang2 Notaris mengenai kerumitan masalah dalam keluarga tersebut. Notaris menyarankan untuk segera dibatalkan karena transaksi ini pasti ruwet nantinya walaupun sertifikat tidak bermasalah di BPN. Yo wis, batal deh. Duuuh rumitnya masalah seperti ini membuat saya jadi was2 akan betapa banyaknya hal2 yang tidak diinginkan bisa terjadi kalau kita tidak berhati-hati.

Jadi lesson learned-nya buat saya :

  1. Jangan keburu nafsu kalau melihat iklan rumah di lokasi strategi dengan harga yang agak aneh. Kalau it’s good to be true, pasti it’s not good at all (bener gak ya istilah ini, he3x).
  2. Notaris adalah sumber utama dalam memberikan advis dan untuk kasus saya ternyata mereka punya team tersendiri untuk melakukan investigasi di lokasi. Saya membayar fee tersendiri untuk ini, tapi minimal mereka akan dig deeper dari hanya sekedar mengecek sertifikat ke BPN. Fee-nya gak mahal lah, bisa di nego koq.
  3. Saya memberi uang muka sekecil mungkin (500 rebu saja) waktu itu, mungkin ini cara terbaik saat transaksi digagalkan oleh kita selaku pembeli. Minimal kalau ada apa2 seperti kasus saya, uang yang keluar relatif kecil, itung2 buang sial, walaupun gak rela sampai kapanpun.
  4. Harus ada satu perjanjian khusus secara tertulis saat kita memberi DP. Minimal ada sanksi apabila salah satu pihak membatalkan jual beli plus tanda tangan saksi2 dari pihak keluarga kita. Misalnya, bila penjual membatalkan ia harus mengembalikan 10 kali lipat dari uang muka yang sudah dibayarkan, demikian juga sebaliknya.
  5. Sekalian disebutkan dalam perjanjian pembayaran DP itu siapa yang akan mengurus ke pihak Notaris, apakah si penjual atau pembeli. Urusan ini bisa ribet karena apabila kita sebagai pembeli harus juga menunjuk Notaris yang kita inginkan, kecuali kalau kita bersedia tentunya. Yang paling enak menurut pengalaman saya sih biar penjual yang ngurus Notaris, kita paling menyerahkan dokumen yang diperlukan sambil menunggu tanda tangan jual beli. Kalau kita yang ngurus, pasti dikejar2 oleh penjual kalau pengurusan dokumen di pihak Notaris lelet.
  6. Boleh juga dibuat klausul misalnya DP dikembalikan kalau kreditnya tidak disetujui oleh bank. Sekalian harus ditegaskan kepada penjual berapa lama waktu yang kita perlukan untuk proses pengajuan kredit hingga transaksi dilakukan. Saat kemarin mengurus kredit di salah satu bank terkenal saja perlu waktu hampir satu bulan.
  7. Jangan pernah melakukan transfer uang kalau belum ada pengesehan jual beli dari Notaris. Never. Kalau sudah pengesehan jual beli di kantor Notaris, bawa si penjual ke bank, tarik uang, serahkan kepada mereka, lalu ambil sertifikatnya. Ajak Notaris sekalian sebagai saksi.
  8. Masing2 pihak harus menunjukan goodwill bahwa bahwa kita serius dengan transaksi ini dan tidak berniat pat2 gulipat. Ini yang paling sulit karena kita bertemu dengan orang asing yang tidak ketahuan track record-nya.
  9. Membeli rumah seperti memilih jodoh, harus ekstra hati2 karena kalau kita sudah kesengsem kadang jadi susah untuk berpikir objektif (cnta kan buta, he3x). Salah sedikit uang melayang atau ujung2nya malah jadi urusan pihak berwajib karena ada unsur kriminal. Amit2 kalau yang ini.
  10. Moga2 ini yang terakhir terjadi kepada saya, dan jadi pelajaran bagi siapa saja bahwa banyak sekali yang harus kita waspadai saat melakukan jual beli rumah tanpa adanya broker.

Sekarang saya lagi konsetrasi lihat iklan rumah lagi sambil tetap was2 dan berdo’a semoga tidak pernah lagi ketemu penjual seperti kemarin. Sekaligus tetap sabar seperti nasihat Pak Ersis.

Ada yang mau nambahin lagi? Monggo.

Tags: , , , , ,

4 Responses to “Perburuan rumah belum selesai”

  1. nita Says:

    biar batal asal selamat:D thanks buat tips-nya, bagus juga ya melibatkan notaris lebih jauh kalau kita ragu

    Kita memang harus selalu berkonsultasi dengan mereka sebelum terlanjur ditipu. Salam.

  2. Irma Devita Says:

    Pengalaman yang sangat bagus untuk di share ya pak… memang penting sekali menggunakan prinsip teliti sebelum membeli. Salam kenal, terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. semoga tambah sukses ya pak.

    Salam juga Mbak Irma, sama2,. Blognya memberi inspirasi saya menulis posting ini.

  3. bea Says:

    Proses saya jual rumah alhamdulilah lancar banget. Uang muka 2 juta, trus ke notaris, 2 hari kemudian pembeli transfer semuanya. Lancar.
    Sebenernya sebagai pemilik saya juga khawatir gak dibayar, wong sudah teken kontrak di notaris. Tapi, lancar juga.

    salam

    Thanks sharing Mas Bea. Situs fotonya absolutely keren.

  4. aNdRa Says:

    Berguna banget tipsnya nih mas. Secara saya jg ke depannya berencana jual rumah. Dulu mama pernah jual salah satu rumah kami, tapi ngga ribet karena kebetulan pembelinya adalah tetangga belakang rumah.
    Jual/beli rumah lama (maksudnya yg bukan model beli kavling+bangunan ke developer perumahan) memang banyak celah yang mesti diwaspadai. Saya simpen tulisan mas ini ya, terutama item2 yang sebaiknya dicantumkan dalam perjanjian jual/beli sejak awal DP. Thanks a lot.

    Thanks Andara, maklum banyak orang “aneh” yang harus diwaspadai, pun kita sebegai penjual.

Comments are closed.


%d bloggers like this: