Susu formula buat bayi? Gak deh, itu kan susu sapi

susu.jpg

Waktu anak saya lahir di sebuah RS di Jakarta, suster dengan cukup agresif menawarkan pemberian susu formula karena ASI ibunya belum keluar. Saat itu kami langsung menolak dengan tegas. Coba bayangkan, petugas kesehatan yang seharusnya mempromosikan penggunaan ASI buat ibu2 yang baru melahirkan malah menawarkan susu sapi buatan pabrik. Waah, dibayar berapa tuh komisinya sama produsen susu formula ? Tentu tidak semua RS menjalankan praktek promosi yang tidak beretika tadi, tapi ini adalah ilustrasi betapa gencarnya kampanye susu formula yang bukan hanya terjadi di media massa tapi sudah merambah ke lembaga kesehatan yang terjadi de depan mata saya. Eh, pemerintah adem ayem aja tuh.

Jadi kalau pemerintah dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sewot dengan penelitian mengenai kontaminasi susu formula yang dilakukan oleh IPB, kayaknya sih publik jadi curiga ada apa. Maaf bu Menkes dan ketua IDI yang terhormat, anda semua orang pintar, tapi itu kesan yang saya dapat akan counter respond yang sama sekali tidak smart dihadapan media massa. Sangat tipikal pejabat Indonesia yang kurang bisa me-manage sebuah isu dan langsung kebakaran jenggot.

Mestinya gini kali jawaban yang enak, “kami saat ini sedang bekerjasama dengan pihak IPB untuk melakukan penelitian yang mendalam mengenai isu kontaminasi susu formula. Untuk sementara, mohon masyarakat tenang karena hasilnya paling lambat akan diumumkan beberapa hari kemudian”. Selesai. Lha ini malah berantem gak karuan di koran, jadi lucu tuh.

Buat para calon ibu, c’mon, jangan terbuai dengan iklan susu formula yang banyak isinya tipu menipu itu. Katakan TIDAK kalau perawat menawarkan susu sapi. Minta mereka mengajari agar ASI cepat keluar, misalnya dengan metode massage.

Ah, seeandainya kita seberani LSM Filipina yang mengajukan iklan susu formula yang menyesatkan ke Mahkamah Agung mereka dan pertarungannya masih berlangsung di pengadilan di sana. Biar kapok kali ya.

Breastfeeding, good for baby, good for mum.

Tags: , , ,

9 Responses to “Susu formula buat bayi? Gak deh, itu kan susu sapi”

  1. finallywoken Says:

    Lahir dan tumbuh di negeri Indonesia, saya terbiasa melihat iklan susu untuk ibu hamil (beda-beda tiap bulan?), susu bayi, susu untuk toddler, susu untuk anak kecil, susu untuk orang tua, susu khusus untuk wanita aktif, susu untuk tulang keropos, yang juga beda-beda untuk setiap umur manusianya. Saat saya tiba di Scotland, saat konsultasi dengan midwife (bidan), mereka bengong saat saya bercerita bahwa ibu hamil di Indonesia dicekoki segala macam susu dan vitamin, dan saat saya tanya perlukah semua itu, mereka cuma menggeleng dan mengatakan bahwa folic acid saja cukup. Mereka bahkan tidak familiar dengan konsep “susu ibu hamil” atau “susu formula.”

    Hmm jadi bertanya-tanya, jadi susu yang dijual di Indonesia itu emang ada manfaatnya ya?

    Bekas kolega saya jebolan pabrik susu di Indonesia dan dia bercerita bagaimana para marketing staff di bekas kantornya sangat agresif mendekati bidan/dokter/rumah sakit/klinik, agar produknya laku mereka menawari banyak sekali gimmicks, mulai dari isi interior rumah sakit sampai mengirimkan bidan/dokter jalan-jalan ke luar negeri. Tentunya, gantian bidan/dokter yang memaksa konsumen untuk membeli susu produk A, kalau perlu ditulis sebagai ‘resep’ jadi terasa sebagai sesuatu yang ‘harus dibeli’.

    (BTW di UK health care diberikan oleh pemerintah gratis kepada setiap orang yang ada di sini. Kalau sempat nonton film-nya Michael Moore, Sicko, ia membandingkan health care system USA dengan Canada dan UK yang serba gratis.)

  2. ton6312 Says:

    Kalau ditanya sama perusahaan2 itu, berapa besar biaya riset dengan biaya pemasaran, saya pastikan bahwa ongkos promosi jauh lebih gede. Semuanya bener koq, masyarakat kita sudah pada tahap dimanipulasi oleh mereka, so jadi harus dilawan terus. Thanks for your valuable comment.

  3. Elyani Says:

    Mas Ton, blogwalking dari Lalita (tere616). Masalah susu formula yg gencar ditawarkan di rumah2 sakit bersalin tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pihak RS. Banyak juga Ibu2 yang malas menyusui pasca melahirkan dengan alasan takut payudara tidak kencang, turun, dsb. Tetapi pengalaman saya ketika operasi kista di RSB YPK Menteng, justru kebalikan dari yg Mas Ton dan isteri alami. Saya waktu itu ditempatkan sekamar dengan dua orang Ibu muda yang baru melahirkan. Salah satu Ibu muda tersebut ada yg kesulitan menyusui anaknya, tetapi suster2 disana justru menyemangati dan dengan rutin membawa bayi ke pelukan Ibunya untuk disusui. Ini bukan promosi, tapi RSB ini patut mendapat acungan jempol dalam masalah pemberian ASI pada balita. Tanyakan saja pada yg pernah dirawat di YPK.

  4. ton6312 Says:

    Thanks info tambahannya mbak tere. Satu lagi RS St. Carolus di Jakarta termasuk yang gencar mempromosikan pemberian ASI. Salam.

  5. draguscn Says:

    salam kenal, mas Toni
    Susu formula memang pilihan terbaik untuk bayi di bawah 6 bulan. Selama usia ini bayi-bayi kita tidak memerlukan tambahan apapun. [sayang sekali ya cuti di pemerintahan hanya 2 bulan setelah melahirkan, pasti ngga bisa full 6 bulan kan jadinya menyusui ASI]
    Namun menginjak usia ke 6-11 bulan adalah usia bayi sudah memerlukan MP-ASI (makanan pendamping ASI) karena kalori yang dibutuhkannya badannya sudah tidak bisa lagi terpenuhi oleh ASI-nya. Begitu pula ibu yang memang tidak bisa menyusui sejak anaknya lahir. Pada kenyataannya ada saja gangguan yang demikian, meskipun kadang-kadang ada yang sengaja tidak mau seperti yang dicontohkan mba elyani diatas. Nah pada saat seperti itu adalah bijak tanpa mengurangi rasa cinta kepada ananda pemberian susu formula tetap diberikan. Meskipun banyak kekurangannya, sudah lebih baik daripada tidak sama sekali.
    Saya sama tidak setujunya dengan mas Toni tentang RS yang promosi susu. Di kabupaten saya bekerja malah ada RSUD yang bapak direkturnya gencar menyatakan perang terhadap susu formula, tapi di perinatologinya bidan-bidan dan perawat anaknya malah memberikan susu untuk tambahan penghasilan mereka. hehehe .. memang semuanya belum ideal. Namun Bu Mentri sudah bikin aturan untuk produk susu di RS. Semoga personal ataupun memang kebijakan RS yang masih aneh-aneh tadi makin ngerti maksud baik menjadikan anak Indonesia bertumbuh kembang optimal.

    Dr. Agus CN
    http://balitakami.wordpress.com

    Pak Dokter yang budiman, senang sekali dapat pesan dari Anda.
    Dari kawan baik saya yang aktif di gerakan ASI dunia (WABA dan IBFAN): hanya 2 % ibu yang secara fisiologis tidak bisa menyusui. Selebihnya, adalah intervensi proses alam ini dari manusia. Ini dimulai dari pemisahan bayi dari Ibu-nya ketika dirawat di RS. Dengan dipisahkan, maka inisiasi dini tidak bisa dilakukan–> sekresi oksitosin dan prolaktin terhambat—> ASI tidak keluar —> bayi tidak menghisap–> makin tidak dihisap makin tidak ada sekresi.

    Nah yang menyedihkan itu adalah intervensi industri–yang unfortunately– disupport dengan baik oleh oknum kesehatan–Sad ;-(

    Sejauh yang saya baca dan saya alami, ASI eksklusif diberikan hingga 6 bulan lalu diteruskan dengan makanan pendamping ASI hingga 2 tahun. Catatan: makanan pendamping ASI ini bukan susu formula, karena pemberian susu formula justru akan menurunkan asupan ASI.

    Jangan lupa, pemberian ASI bukan hanya baik untuk bayi saja, tetapi untuk Ibu–diantaranya dengan mengurangi angka kanker payudara.

    Panjang ya Pak Dokter–tetapi yang pasti mudah-mudahan nurani para pelakuk kesehatan bisa terjaga bersih terus seperti Anda. Salam🙂

  6. marinus yable Says:

    anak saya 7 bln tidak minum asi di kasi susu bebelak 2 tapi sering buang2 air susu apa yg cocok ya buat anak gua makasi

  7. Win Says:

    Salam kenal mas toni… mampir balik…
    Kalo soal susu saya pernah mendengar Joke seperti ini
    “Anak Kalo dikasih susu sapi, ya jadinya kayak sapi(orang jawa bilang sapi itu bodho bisa dipekerjapaksakan tanpa menolak)… nah kalo dikasih susu China ya MBELING (adalah ungkapan orang jawa untuk seorang anak yg susah diatur….)”

    Yg terbaik adalah ASI, Anak manusia ya dikasih susu manusia, selain irit so pasti pas dengan kebutuhan anak.

    Iya bener Mas. Anak ya harus diberi ASI walau banyak kasus sudah terlanjur diberi susu formula. Yang paling penting adalah memberikan penyadaran kepada siappaun betapa pentingnya ASI.🙂 Salam kenal juga dan terima kasih sudah mampir.

  8. adi Says:

    mau nanya nih pak/ibu.
    anak saya kan minum susu formula sekarang sudah berumur 3 bulan.kira-kira makanan pendamping yang cocok buat sikecil apa yah.
    minta tolong nih
    soalnya anak pertama terus masih terlalu ngerti masalah makanan pendamping buat anak.

    Langsung saja ya : stop susu formula-nya dan kembali lagi ke ASI. Makanan pendamping hanya diberikan setelah bayi berusia enam bulan.

  9. diah Says:

    pengennya si memberi ASI, tetapi bagaimana dengan ibu yang jauh dari bayi karena ibunya bekerja seperti saya, saya di jakarta, bayi di kota malang saya titipkan nenek kakeknya, suami saya di surabaya…jadi setiap minggu saya pulang demi memberi asi, tapi kan tetap aja ga mungkin terus-terusan pulang setiap minggu, bokek bo’…
    kemarian bayi saya sudah ga mau minum asi, meski asinya sudah aku taruh di botol, sedih deh…

Comments are closed.


%d bloggers like this: