Bandara internasional koq kacau

Untung kantor kami tidak ada tamu dari luar negeri saat banjir terjadi hari Jum’at tanggal 1 Februari kemarin. Apa jadinya kalau mereka keburu mendarat dan terpaksa harus terjebak mungkin nginep di bandara. Hanya satu kata “memalukan”. Sekali lagi ngenes melihat bandara bisa kacau balau dan bisa dikatakan lumpuh saat ritual banjir tahunan terjadi. Mungkin ini satu2nya bandara di dunia yang runaway-nya bisa kebanjiran karena buruknya kondisi drainase di sana.

Bandara Soekarno-Hatta tidak pantas lagi menyandang nama besar Proklamator RI. Betapa buruknya manajemen pengelolalan bandara kita bukan lagi rahasia umum. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan terminal bis Pulogadung dengan berbagai kesemrawutan yang seolah ditolerir oleh para “oknum” bandara yang mendapatkan jatah dari bisnis sampingannya.

Taksi gelap yang suka memeras penumpang, pedagang asongan yang menjajakan barang palsu, tukang ojek, bebasnya orang keluar masuk bandara tanpa pemeriksaan ketat, calo tiket yang tukang maksa, oknum perusahaan penerbangan yang seenaknya menghanguskan tiket pun karena penumpangnya telat karena banjir, preman parkir, pemerasan TKI di terminal 3, de el el. Semuanya ada di terminal, eh bandara kita.

Dan banjir pun datang, bukan hanya tahun ini, tapi sudah berkali-kali termasuk saat laut pasang, tapi belum ada tawaran solusi yang bisa memecahkan masalah ini. Kadang saya heran, petinggi negeri ini yang katanya pintar2 belum ada yang cukup punya kepandaian untuk membuat jalan alternatif ke bandara. Dulu pernah diusulkan membuat jalur kereta api langsung ke bandara, tapi entah mengapa ide bagus itu tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya.

Dampaknya, ya begini. Mungkin para diplomat yang ngepos di Jakarta cuma bisa tersenyum, “katanya visit Indonesia, lha bandara koq bandaranya mandheg“. He3x. Kalau saya jadi Presiden SBY, mungkin sudah dibajak petinggi Singapore Airlines semacam Stephen Lee Ching Yeng untuk membenahi manajemen bandara agar tidak seperti terminal bis antar kota.

Bandara adalah jendela atau wajah terdepan kita, jadi kalau collapse saat banjir tiba mending kita sarungan, bukan kedinginan karena hujan, tapi ngumpetin wajah karena malu. Itu pun kalau kita masih punya rasa malu.

Tags: , , , , ,

3 Responses to “Bandara internasional koq kacau”

  1. Ersis W. Abbas Says:

    Bandara hanya contoh kecil kan, bidang atau bagian lain podo ae. Pesrsis seperti, siapa pun yang menangani apa pun, kalau sembraut … ya tetap aja. Indonesian style kali ya … ya kacau dong. Ngak ada reward ngan aka punishment … karena ya sekadar untuk bergulir.

  2. ton6312 Says:

    Hiks, sedih ya pak Ersis.

  3. linda Says:

    bandara kita memang parah dari bentuk sampe orang2nya…
    kadang2 malu bgt apabila ada saudara kita yg datang dari luar negeri melihat bandara kita yang sudah sangat jelek ini sedangkan bandara mereka sudah sangat canggih n bergaya international.
    masa bandara kita kalah dengan negara vietnam yg mata uang nya lebih kecil dari kita…
    Pak SBY tolong di renovasi dong bandara soekarno nya….

Comments are closed.


%d bloggers like this: