Ringan Sajejenjeng, Barek Sapikua

natrabujpg.jpg

Banyak yang sudah tahu kalau mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad adalah fans berat restoran Padang Natrabu di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Kegemarannya sejak dulu adalah dendeng balado. Bukan hanya Mahathir, banyak petinggi Malaysia sering menikmati makanan di restoran yang telah dibuka sejak tahun 1967 ini. Bule teman kantor agak ogah kalau diajak ke restoran Padang. Ia menyebutnya recycle food (emang dasar nih bule …)

padang.jpg

Anthony Bourdain, koki eksentrik dari NY pembawa acara No Reservation di Discovery Travel & Living memfilmkan jenis makanan ini dalam salah satu episodenya di sebuah restoran Padang di Indonesia. Cameraman-nya membuat insiden kecil dengan menumpahkan semua hidangan karena terlalu asyik mengambil gambar close-up makanan Padang yang mempesonanya.

rendang.jpg

Sudah pernah menghitung berapa jenis makanan padang yang dihidangkan di meja kita? Rendang, gulai ikan, gulai kambing, gulai ayam, gulai tunjang, otak, kikil, ayam pop (saya menyebutnya ayam porno), paru, ayam goreng, dendeng balado, gulai kepala kakap, sayur nangka, sayur daun singkong, soto padang, sate padang, sop buntut padang, ayam bakar, ayam goreng, perkedel, ketupek sayur, telor bulet, telor dadar, sambal hijau, hingga jengkol, dan masih banyak lagi deh.

Intinya begini, saya suka manajemen restoran Padang. Mereka terkenal dengan kultur bisnis kebersamaan, pembagian hasil yang merata dan terbuka. Ringan sajejenjeng, barek sapikua” (ringan sama dijinjing, berat sama di pikul). Kultur ini menciptakan generasi entrepreneur pemilik restoran Padang baru yang tidak pernah putus. Tapi setiap orang yang ingin berakerier harus mulai dari bawah, cuci piring dulu sebelum bisa berakrobat menghidangkan 18 hidangan dengan satu tangan.

Katanya, suatu saat di bulan pun akan di buka restoran Padang, ini hanya sebuah joke yang menyiratkan betapa mudahnya kita menemukan jenis makanan ini dimanapun kita berada. Makanya tidak sulit menemukan restoran Padang di Singapura, Malaysia, Hong Kong, bahkan di Bay Area kota San Francisco sekalipun. Memang rasa tidak mungkin sama, tapi bolehlah untuk sekedar icip2 pengobat rasa rindu tanah air.

Kalau di restoran Padang-pun orang yang mau berkarier harus mulai dari bawah, apalagi di pemerintahan. Ah sudahlah, bukankah banyak politisi karbitan yang tiba2 wajahnya banyak muncul sok akrab diberbagai spanduk pilkada(L) dengan janji dari Sabang sampai Marauke. Birokrat kita pun punya bakat dagang ala pemilik resto Padang. Masing2 pasti punya share dan berbagai uang setoran hasil “dagang” mereka yang jual beli “memudahkan kesulitan”. Ah itu juga joke saya, tapi benar kan?.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Responses to “Ringan Sajejenjeng, Barek Sapikua”

  1. Shangkala Says:

    Nasi Padang?? Makyoss!!

  2. Rp Says:

    Muantappp…………

    orn Minang memang aLhi daLam entrepreneur dan makan.
    “klo kerja gk mau berkeringat..kLo makan harus berkeringat”
    hahah…..

Comments are closed.


%d bloggers like this: