Jangan Bawa Terasi Ke Airport

baggage.jpg

Mau ke Amerika ? Bersiaplah, rantai pemeriksaan keamanan di bandara2 Amerika terkadang membuat banyak calon penumpang merasa tidak nyaman. Jadi apa saja yang perlu diketahui kalau tidak mau diinterogasi gara2 alarm yang terus berbunyi saat kita melewati berbagai macam security gate?

Pemeriksaan keamanan di bandara Amerika berdasarkan pengalaman saya bepergian ke sana memang dirasakan sangat ketat. Walaupun penumpang tidak punya niat jahat, kadang ketidaksengajaan membawa barang yang dilarang dapat berakibat penumpang di bawa ke ruangan khusus untuk diinterogasi. Barang yang dianggap remeh seperti korek api gas, pisau cutter, guting kuku, hingga souvernir dari besi, dapat membunyikan alarm di metal detector mereka yang sangat sensitif.

Ini sekedar tips dari saya :

  1. Jangan pernah mau, sekali jangan mau bila seseorang merayu anda untuk titip barang. Hal ini termasuk bila seseorang berbaik hati memberikan mainan untuk anak anda di airport. Barang berbahaya, narkotik, atau bom, bisa saja diselundupkan dalam sebuah kotak mainan untuk mengurangi kecurigaan petugas keamanan.
  2. Pisahkan barang logam termasuk uang receh, pin dasi, pulpen, handphone, ikat pinggang, dan masukan ke tas.
  3. Pemeriksaan pertama setelah anda chek-in adalah mesin x’ray. Setiap barang bawaan penumpang harus melewati mesin ini. Banyak penumpang yang harus merelakan barang kesayangannya di ambil secara paksa. seperti korek api gas (bayangkan kalau mereknya branded), air mineral, pasta gigi, gunting kuku.
  4. Anda harus membuka sepatu dan dimasukan ke container plastik untuk di x’ray dan sabuk atau ikat pinggang.
  5. Yang membawa laptop harus menyalakannya di depan petugas dan juga dimasukan ke container plastik.
  6. Pemeriksaan selanjutnya adalah metal detector. Silakan melewatinya saat diintruksikan petugas, bila alarm berbunyi,
  7. Jangan bawa bumbu masak atau makanan yang menyengat seperti terasi, ikan asin, atau rendang. Anjing di bandara yang “ramah” akan segera mengendus barang bawaan tersebut. (kalau ke luar negeri jangan mikiran makanan di Indonesia deh)
  8. Jangan pernah mengeluarkan tiga kata ini selama berada di airport atau pesawat : bomb, knive, gun. Percayalah setiap air crew sudah dilatih untuk langsung berekasi bila mereka menguping kata2 tersebut walaupun hanya disampaikan secara main2.
  9. Ada penumpang yang mendapat perlakukan khusus saat chek-in bila terkena pemeriksaan random. Bersiaplah, anda akan berada di jalur khusus dimana pemeriksaan akan lebih ketat dan teliti.
  10. Walaupun belum diberlakukan, pemerintah Amerika telah berencana untuk melakukan sistem Computer Assisted Passenger Prescreening System, dimana setiap penumpang akan dimintai identifikasi pribadi secara lebih detail pada saat pemesanan tiket pesawat. Mereka akan melakukan screening terhadap calon penumpang untuk menilai apakah seseorang cukup aman untuk diijinkan bepergian. Duuh.

Semoga berguna.

Tags: , , ,

15 Responses to “Jangan Bawa Terasi Ke Airport”

  1. aNdRa Says:

    Wehh… makasih sharingnya mas. Berguna banget nih. Padahal aku terasi-mania.. huhuhu… Aku pernah juga diceritain pengalaman orang yg mau ke Amrik, bawa mie instan yang ada baso kering-nya, ternyata ngga boleh dan dirampas ama petugas bandara, dianggap penyelundupan produk binatang.

  2. ton6312 Says:

    He3x. Awas lho mereka punya brigade anjing Beagle yang penciumannya sangat tajam.

  3. febee Says:

    Jangan kan ke luar negri mas, saya dari lombok bawa terasi lombok 2 kg buat oleh2 di jakarta, langsung terditeksi sama mbak air asia nya..melayang terasi 2 kg saya..yah tapi bagus juga seh di tahan daripada satu pesawat kebauan terasi saya🙂.

  4. ton6312 Says:

    Duuh ibu yang suka masak memang bawaannya gak jauh2 dari terasi. He3x.

  5. fuad Says:

    makasih atas infonya, oiya saya bulan depan mau kechina lwat bandara juanda surabaya, laptop diperiksa gak ya… trus kalo windowsnya gak original gimana? tolong mita balasannya segera lwt email ato blogku, terima kasih,

    Mas Fuad, biqasanya laptop harus dikeluarkan saat di gate x’ray. Kalau software bajakan, kayaknya mereka tidak akan memeriksa sejauh itu. Selamat jalan2 ke Cina. Supaya safe, jangan beli barang2 palsu di Cina, karena bila kena random chek di custom dendanya cukup besar karena kita harus membayar harga barang asli

  6. Lea Says:

    Kalo ke Perancis gmn Ya??
    Suami saya dlm beberapa hari ini mau ke sana.
    Dan udah tau kl ga blh bawa makanan basah.
    Kira2 hampir sama ga ya dgn peraturan bandara di Amrik . Thx

    Besar kemungkinan sama Mbak. Mie kering aja suka disita sama mereka koq🙂

  7. indahs Says:

    Tambahan tip, terutama kalau lagi di Schiphol, jangan pernah tersenyum dengan petugas bea-cukai! Target mereka selalu orang Asia atau penumpang penerbangan dari Asia. Setiap kali saya tersenyum sama mereka, koper saya di cek habis-habisan, sampai-sampai pernah saya kena denda karena DVD dari Indonesia (yg saya kira asli karena beli di mall) adalah bajakan. Giliran tampang saya jutek dan judes ternyata mereka gak berani mengecek.

    Thanks Indah untuk sharing pengalamannya nya di bandara Schipol. Barang bajakan juga sangat ketat diperiksa di bandara HK apalagi segala jenis CD, dendanya mahal banget.

  8. treestyara Says:

    Alhamdulillah…selama ini saya ga ada masalah bawa segala macam bumbu dapur di koper saya. Padahal ada terasi, bumbu pecel, bahkan bumbu-bumbu jadi. Laptop juga aman-aman aja. Mudah-mudahan ga ada masalah buat seterusnya…amin…amin…amin…

    Tapi kalau ke Amerika jangan ya Mbak. Bisa di denda tuh kalau ketahuan🙂

  9. Evia Says:

    Kalau terasi dan bumbu bumbu yang lainnya Insya Allah boleh selama tidak mengandung daging binatang ternak seperti sapi, ayam, kambing, babi dll. Mi instan rasa baso sapi enggak boleh karena ada unsur sapinya kan, meskipun mungkin hanya berupa perasa saja. Yang berupa perasa aja nggak boleh, apalagi yang bentuknya dah jelas jelas nyata seperti rendang, dendeng, abon, dsb. Kalau binatang laut enggak apa2 selama masih dalam bentuk kering, termasuk terasi. Begitu juga buah2an dan tanaman, kalau dalam bentuk kering Insya Allah enggak apa apa. Yang tidak boleh adalah buah segar, daun segar dan tanaman segar. Biji tanaman pun juga nggak boleh meskipun dalam bentuk kering karena niatnya kan untuk ditanam.

    Semua yang saya paparkan diatas adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Rindu dendam dengan makanan Indonesia membuat saya terkadang kehilangan nalar sewaktu membeli barang2 larangan di tanah air untuk dibawa kemari. Akibatnya sudah jelas, semua barang larangan tersebut masuk ke tong sampah. Hiks hiks…..Itu masih untung karena kita jujur melaporkan apa saja yang kita bawa. Jadi kalau nggak ngerti apa yang boleh dan apa yg tidak boleh, mendingan sewaktu di imigrasi bandara kedatangan ngomong apa adanya dan jujur melaporkan apa yang kita bawa daripada kita dikirim pulang balik dan nggak boleh masuk lagi selamanya alias masuk daftar cekal.

    Hikmahnya, saya jadi berusaha untuk membuat penganan Indonesia semampu saya meskipun ribet. Contohnya bikin dendeng, serundeng, abon, empek2, bakso dll. Barang gituan kan bisa beli jadi di Indonesia. Disini? Kalau nggak bikin sendiri nggak ada abang abang tukang jualan yang lewat biarpun ditongkrongin semalam suntuk🙂

    Mungkin harus terlindungi dengan rapat ya Mbak, supaya harumnya itu tidak menarik perhatian. Memang susah sebagai orang Indonesia seperti saya juga yang harus menelan ludah saat membayangkan betapa nikmatnya nasi Padang. Ah urusan perut ini seringkali susah dibawa kompromi, maklum makanan di sana koq rasanya kurang afdhol gitu lho😀

  10. Evia Says:

    Iya betul, dibungkus rapat bukan hanya karena wanginya yg semerbak tapi supaya nggak bocor dan isinya kececeran. Kan nggak lucu kalau baju kita bau terasi. Makanan bau terasi bisa bikin laper, lha baju bau terasi bisa sutris🙂

    Mengenai rasa makanan disini, betul sekali itu bah. Anyep dan nggak berselera. Hehehehe…
    Suami saya aja lidahnya udah terkontaminasi dengan selera Indonesia. Tiada hari tanpa sambal. Pete aja diembat. Tingkat toleransi pedasnya jauh melebihi saya yang asli ewer ewer orang Indonesia. Kalau lagi masak makanan sini, bumbunya sering saya modifikasi. Entah ditambahi terasi, entah ditambahin cabenya. Pokoknya yang bikin rasanya nendang di lidah keluarga kami (saya, anak dan suami). Opo tumon makan spaghetti dengan toping sambel terasi yang banyak? ya itulah salah satu makanan kegemaran suami saya, spaghetti seafood dgn sambel terasi.

    Akibatnya? Saya kelabakan setengah jontor sewaktu ketiban sampur jadi tuan rumah untuk acara Thanksgiving keluarga suami saya, karena mereka tipe tipe kurang berani berpetualang lidahnya. Dimasakin makanan khasnya Thanksgiving doang, ntar saya dan suami serta anak nggak selera makan, lagian saya nggak mahir makanan sini wong nggak pernah masak. Pada nggak doyan sih. Tetapi kalau disuguh makanan Indonesia, ntar nggak dihabisin. Akhirnya saya harus rela gedubrakan nyari resep. Kentang panggang, kalkun obong, oseng2 sayur ala sini. Saya juga bikin perkedel kentang (nerangin ke mereka bahwa ini mashed potato ala Indonesia), nasi uduk (bumbunya kan nggak terlalu menyengat), serundeng (rasanya kan sedep kaya dengan bumbu tanpa harus pedas dan ALhamdulilah ada yg suka). Sehari sebelumnya, saya bikin empal tonjok untuk menemani nasi uduk tapi untuk konsumsi sendiri. Eman eman kalau dihidangkan takut nggak dihabisin. Suami saya aja sampe koret2 pancinya bersih gusis tak bersisa.
    Tahu nggak apa yang mereka bawa buat pendamping hidangan saya? Pumpkin pie (yah..masih lumayan lah meskipun saya nggak doyan segala jenis pie), sweet potato (alias telo yg diancurin trus dipanggang dikasih krim susu dan gula dan segala dairy. Rasanya menurut saya, nuwun sewu yaiks….Nggak nonjol telonya), sup wild rice yang kuentel (dikasih krim susu, butter pokoknya segala dairy mah masuk, wong ada keju segala. Rasanya juga duhh…nggak tega nyebutnya mas). Wis jian mblenger pokoknya. Bukan mblenger kenyang tapi mblenger liat makanan gituan.

    Waduh mas Toni, maaf saya ngoceh banyak di blog anda. Senang berkenalan dengan anda yang ceritanya penuh warna. Memancing saya yang dasarnya emang bawel ini untuk berkomentar.

    Saya seneng denger ceritanya Mbak Evia yang benar2 penuh warna. Tidak semua orang kita yang punya pengalaman seru seperti ini. Kalau saya lain lagi, pernah masuk ke restoran Prancis, pesen yang paling mahal dengan harapan pasti enak walau gak ngerti bahasanya. Eh, pas datang cuma sekerat daging plus garnish daun dan sedikit saus. Rasanya asem2 sepet dan tentu saja belum nendang ke perut. Nyeseeeel dan membayangkan nasi goreng si abang yang biasa lewat dan pasti mengenyangkan itu. Pengalaman lain saat di NY saat summer pesen daging kornet dan sebentar kemudian datanglah hampir sekilo daging yang masih ada butiran es dan rasanya adem karena gak pake bumbu. Baru tahu kalau itu istilahnya cold meals. dasar katro🙂 Wah, pokoknya kalau kesalahan fatal masalah kuliner di luar negeri saya sering jadi bahan tertawaan. Gak apa2 wong itu pengalaman yang bisa terus diingat sampai tua nanti😀 .

  11. Evia Says:

    Hahahahaa….saya terkikik kikik baca pengalaman mas Toni. Katro banget, mesen makanan hanya gara2 kepincut namanya. Hahahaha…

    Ditulis disini mas, jangan disimpen di hard disk.

    Saya masih mending sih, ada suami yang tukang ngejelasin meskipun masih katro. Orang lain makan ikan tetapi kulitnya ditinggal. Sedangkan saya sak kulit kulitnya digragoti.
    Sarapan juga nggak kalah hebohnya kalau lagi di hotel. Makan wafel ditaburi merica, sampe dikomentari tetangga meja. Macem macem deh.

    Mengenai baju juga gitu. Karena saya demen pake sarung, musim dinginpun juga sering bersarung ria. Sampai ada kenalan bertanya kenapa saya pake sarung di hawa dingin segila ini. Lha…belum tahu dia, di balik sarung batik saya itu ada berlapis lapis daleman. Mulai dari long john lantas celana winter. Sarung batik yang tipis itu mah buat dekor, kan dalemannya udah anget. Makenyapun juga bukan model ibu ibu kondangan yang bikin keserimpet dipake jalan cepet, tapi model mbok mbok pasar yang nyaman dipake pecicilan dan loncat sana loncat sini. Jadi siapa bilang winter cuma berwarna kelabu, winter juga bisa cerah ceria.

    Ah…saya sangat bangga dengan ke-katro-an saya. Ini identitas saya sebagai warga Merah Putih.

    Ini mas Tony yg punya MP itu kan? Wajahnya mirip dan di MP lebih banyak fotonya. Sedangkan disini lebih banyak ceritanya.

    Masih banyak cerita lucu lainnya Mbak, tapi mungkin itu bagian dari gegar budaya yang malah menjadi pengalaman lucu. Duuh, lucu itu pengalaman winter dengan sarungan … ah nanti kita sambung lagi ya Mbak. Salam🙂 Bukan yang punya MP tho Mbak.😀

  12. Evia Says:

    Hehehehe…maap, maksudnya ini mas Toni yang punya account di MP gitu loh.
    Mas, saya add di MP kok mboten dibales? Maksudnya biar saya nggak ketinggalan cerita cerita penuh warnya mas Toni. Ada yang bikin tergelak, ada yang bikin sedih, ada yg bikin marah, ada yang bikin terharu wah kumplit deh seperti hidangan sayur asem yang kecut manis pedas segar.

    Oooooh ya itu Multiply tho. Maklum saya gak update blog di sana, betah di sini. Ini blog tak lebih sebagai jurnal pribadi koq, jadi ya benar kalau isinya seperti sayur asem.🙂

  13. etanol Says:

    TIPS:
    jangan sekali2 memotret di depan pemeriksaan imigrasi pasport…
    pasti dimaki2 oleh petugasnya… !!

    >> pengalaman ini terjadi pada saya di china, imigrasi di china (shangai / hongkong) keras betul

    >> pramugari cathai pasific juga galak loh, eh… tegas maksud saya… TIPS: jangan sampai denger nada startup dari Nokia anda… pasti mampus kamu dimaki2 oleh si pramugari…

    Betul pak, kita dilarang motret di tempat2 tersebut. Mengenai HP, banyak orang tidak sabar atau sekedar snob yang pamer gadget di pesawat.

  14. gusamana Says:

    kalau bawa barang elektronik kecil oleh oleh, ke Indonesia,. ribet nga yah,..
    kira2 ada batasan nga,. misal bawa hp kalo sampai bawa 4 boleh nga?

    terimakasih

  15. claire Says:

    bener tuh mas Tony. banyak temen saya yg ketahuan bawa2 makanan dari Indo meskipun kering tetep disuruh buang, tapi jadi pelajaran juga sih supaya kita lebih mengerti ttg peraturan yg ada.

    @gusamana: wah kalo gak pinter2 ngakalin siap2 aja tuh kena customs. gak tau juga sih peralatan elektronik batasnya berapa, tapi biasa kalo bawa nya dari wilayah China sih bisa dicurigain sama petugasnya.

Comments are closed.


%d bloggers like this: