Nulis Terus Kalau Gak Kelaut Aja !

ersis.jpg

Menulis di blog berdasarkan pengalaman saya yang kurang dari umur jagung tidak sulit. Cuma pencet2 di keyboard jadilah sebuah posting. Mikir mau nulis apa, itu baru puyeng. Terlebih blog harus selalu di-update, kalau malas nulis, umurnya, ya kayak jagung itu. Blog-nya Ersis Warmansyah Abbas punya tag line keren : Menulis tanpa berguru. Setuju Mas. Menulis serius tidak usah pake guru, I’m not a very good writer, but I’m an excellent rewriter, kata James Michener, novelis Amerika pemenang penghargaan Pulitzer yang bergengsi.

Balik lagi ke nulis di blog, yang bagi saya adalah kerja gratisan, itu pun syukur sudah dikunjungi para blogger juga dan orang yang mencari informasi fotografi atau visa Amerika. Kalau nurutin nafsu mah, minggu awal2 saat pengunjung blog cuma temen kantor doang, sudah berhenti jadi blogger. Ngapain capek2 tiap malam posting.

Publish or perish, itu mantra yang menakutkan bagi para akedemisi di Barat. Kalau gak nulis, ke laut aja, mungkin itu terjemahan ngaco yang nyambung dengan istilah tadi. Jadi saya mengikuti saja jampi2 itu agar blog ini tidak karam karena absen nge-post.

Ada dua blog yang cukup sering saya dikunjungi. Pertama, blognya Mas Ersis di atas, sekedar menyemangati diri kalau ide tulisan masih nyungsep entah kemana. Minimal melafalkan wirid-nya “menulis tanpa berguru”. Tapi bener Mas, kultur untuk membuat tulisan masih sangat jauh di dunia pendidikan Indonesia, jujurnya, termasuk saya, cuma rajin cut and paste kalau membuat tulisan. Itu sih dulu waktu kuliah (sekarang juga masih, he3X)

Untunglah ada blog, setidaknya membantu saya tetap waras dan terus punya keinginan untuk berbagi cerita dan sedikit cuap2 , ngomel, bahkan appeal ke kerajaan Saudi Arabia melalui tulisan di sini (rekor hits tertinggi dalam sejarah blog saya yang masih muda ini)

Eh, tiba2 ada Mas Purwanto Hadinata, pak Dosen dari Univ. Islam Sumatera Utara yang blognya membuat saya jadi minder sendiri. Bayangkan blog lokal dengan muatan karya literatur Inggis yang kalau saya baca harus ditemani kopi tubruk, saking susahnya untuk dicerna. Tapi di blog Mas Pur, semuanya diceritakan dengan enteng dan membuat saya bisa berkenalan dengan berbagai era kesusateraan Inggris.

pur.jpg

Itulah dua blog yang sering membuat saja jadi deg2an sekaligus agak minder akhir2 ini. Yang satu blog-nya penuh dengan hikmah agar orang tetap harus menulis walau tanpa guru, dan terakhir dengan ulasan sastra-nya yang indah dan jarang lho orang punya blog dengan tema literature kelas berat.

Itu saja, posting ini buat mereka berdua yang sering bertamu ke rumah saya. Salam dari Jakarta.

Tags: , , , , , ,

5 Responses to “Nulis Terus Kalau Gak Kelaut Aja !”

  1. Burhanudin Says:

    He he makasih atas ‘sindirrannya’. Oh ya Ya … kenapa ngak masuk nominasi blogroll Sampeyan he he (kalah jauh dari blogroll fav. ya). Oke mas, selamat menuli, menulis, dan terus menulis. Saya suka dengan cara sampaian menyajikan sajian tulisan. Salam menuls.

  2. Ersis W. Abbas Says:

    He he lagi bantu dandani blog Pak Burhanuddin, e … belum ketukar rupanya. Jadi ninitp aja di pertamax, saya keduax sazzza. Salam http://www.webersis.com

  3. ton6312 Says:

    Weleh2, kemaleman jadi belum, sempat masukin ke blog roll. Tuh sekarang sudah.

  4. Yari NK Says:

    Tadinya blog saya ditujukan untuk curhat atau buku harian masalah2 pribadi, tapi setelah difikir2 kok nanti banyak yang ‘kurang pantas’ yang diketahui publik, ya akhirnya jadilah blog saya yang sekarang, yang isinya seperti gado2 nggak karuan. Huehehehe….๐Ÿ˜€

    Btw, thanks ya telah mampir di blogku dan titip absen juga nih!๐Ÿ™‚

  5. ndri Says:

    Salam kenal mas..
    Thanks ni tulisannya,,

Comments are closed.


%d bloggers like this: