Cara Hemat Peluru : Tahanan Digebuk Dengan Bambu Hingga Tewas

chuong21.jpg

Siksaan apa yang paling mengerikan yang dialami oleh orang tak berdosa dalam suasana perang saat ditawan oleh musuh? Kengerian menghadapi kematian daripada kematian itu sendiri. Orang Prancis menyiksa tawanan dengan mengisolasinya dari cahaya, suara, dan ketiadaan penunjuk waktu. Hasilnya? Kehilangan kewarasan. Bayangkan dalam suatu tempat sempit, gelap, sunyi, serta tanpa tahu perbedaan siang dan malam. Rejim Pol Pot di Kamboja lebih memilih siksaan fisik dengan menghantamkan pokok bambu kesetiap tahanan hingga tewas untuk menghemat peluru tentaranya. Berikut foto2 hasil kunjungan saya di kamp Choeung Ek di kota Phnom Penh Kamboja.

Walaupun pasti mengerikan, saya meminta sahabat di Kamboja untuk mengantarkan ke tempat peninggalan pembunuhan masal rejim Pol Pot yang terkenal selain pejara S21. Nama tempatnya dikenal dengan Choeung Ek agak di luar Selatan kota Phnom Penh yang bisa ditempuh sekitar 45 menit. Setelah membayar tiket yang harganya kurang dari 50 ribu rupiah, maka masuklah saya ke dalam aroma kekejaman yang begitu pekat terasa ditempat ini.

chuong.jpg

Pemerintah Kamboja mendirikan sebuah stupa sebagai penghormatan terhadap seluruh 17 ribu korban yang meninggal di tempat ini. Stupa Budha yang terdapat dalam foto ini memuat tak kurang dari 5 ribu tengkorak para korban terutama perempuan dan anak2.

chuong6.jpg

Di tempat ini kita bisa menyaksikan beberapa situs yang masih terpelihara dengan baik terutama beberapa kuburan massal. Tidak kurang dari 8 ribu mayat ditemukan di berbagai lokasi penguburan di sekitar kamp ini saat kejatuhan Khmer Merah di tahun 1979.

chuong32.jpg

Banyak tawanan yang berasal dari Tuol Sleng yang dibawa ke sini untuk dihabisi nyawanya. Metode pembunuhan yang mereka gunakan salah satunya adalah dengan menggunakan batang bambu yang dipukulkan berulang-ulang hingga tawanan tewas karena peluru harus dihemat. Setelah tewas, para jagal Pol Pot berusaha memusnahkan bukti pembantaian dengan menyiramkan cairan kimia ke tubuh para mayat. Usaha ini tidak terlalu berhasil, karena pemerintahan selanjutnya berhasil menemukan banyak jasad yang relatif masih utuh di sekitar kamp tersebut.

chuong4.jpg

Saya hanya bisa menghela nafas panjang saat berkeliling di tempat ini seraya membayangkan kepedihan setiap orang yang harus menyaksikan kematian keluarga terdekatnya dengan mata kepalanya sendiri. Sekejam apapun, sejarah haruslah dijadikan pembelajaran dan kamp Choeung Ek sudah melakukannya untuk rakyat Kamboja.

* * * * *

Tautan lain : Tuol Sleng : Saksi Kelam Kamboja

Tags: , , , ,

7 Responses to “Cara Hemat Peluru : Tahanan Digebuk Dengan Bambu Hingga Tewas”

  1. Ersis W. Abbas Says:

    Waw … ih … ngerih. Killing field benaran.

  2. ton6312 Says:

    Sangat pak Ersis. Thanks untuk kunjungannya.

  3. rezha Says:

    wah, ngeri banget…

    buat aku ni lebih ngeri ketimbang genosida jerman terhadap armenia…

    ih…

  4. Dian Says:

    speachless.. krn jadi gimana ya.. terbayang2 teruss..

  5. prana Says:

    waduu..gila bener tuh..kejam..

  6. Doni Says:

    kejam?
    bagaimana dengan kita?
    perkosa dulu baru bunuh?
    siksa dulu baru bunuh?
    saya rasa SETIAP ORANG akan bilang hal itu kejam tidak peduli bangsa atau agama apapun pelakunya!

  7. Inuyasha Says:

    SUATU KISAH KEMATIAN YANG INDAH,
    DENGAN NYANYIAN KEMATIAN SEPERTI PADUAN SUARA YANG MENGALUN DI KEHENINGAN……
    DAN MUNGKIN KEINDAHAN INI TIDAK AKAN TERLUPAKAN………..

Comments are closed.


%d bloggers like this: