Mulai Dari Foto Arsitektur dan Interior

four

Posting saya tentang fotografi selalu menganjurkan siapa saja untuk tidak menjadikan keterbatasan alat sebagai hambatan dalam berkarya. Manfaatkan semaksimal mungkin alat yang anda punya pun walau hanya sebuah kamera digital yang beresolusi 3.2 MP atau kamera handphone. Kalau alat tadi sudah tersedia mari kita mulai mencari objek foto dan saran saya, aristektur atau interior. Mengapa ?

Kalau anda mengambil kursus fotografi dasar biasanya siswa disuruh praktek dengan cara hunting objek foto yang berupa bayangan (shadow), malam (available light) dan potret, tapi jarang yang dimulai dengan foto arsitektur. Tapi sebelumnya mohon maaf, ini hanya pengalaman pribadi dan saya bukan pengajar kelas fotografi (yang seguru seilmu seilmu, jangan ganggu ya?).

b1

Saya suka foto arsitektur/interior karena punya tantangan tersendiri dibandingkan dengan objek foto lain. Salah satu kelebihan foto arsitektur yang sudah saya rasakan adalah :

  1. Melatih mata kita melihat sudut pandang yang tidak biasa dilihat oleh orang lain. Kadang sudut pandang yang bagus diperoleh secara tidak terduga. Kuncinya jangan takut bereksperimen sambil jongkok atau rebahan sekalipun.
  2. Gedung atau objek arsitektur lain adalah objek yang tidak pernah mengeluh seperti model saya yang selalu minta break.
  3. Pencahayaan adalah tantangan tersendiri dan setiap hitungan menit bisa menghasilkan foto yang berbeda. Saya tidak membatasi jam berapa untuk mengabadikan objek, pokoknya setiap ada kesempatan harus dimanfaatkan. Tentu waktu antara pukul 6 sampai dengan 7 malam sangat ideal dengan cahaya langit yang berwarna biru ditambah dengan lampu2 penerangan yang mulai menyala, tapi kadang lalu lintas Jakarta sangat tidak bersahabat pada jam2 sibuk.
  4. Memotret arsitektur tidak memerlukan peralatan seabreg. Cukup kamera digital kelas poket. Peralatan lain mungkin hanya tripod dan shutter release, tapi percayalah dengan peralatan itu kita sudah bisa menghasilkan foto arsitektur sekelas Michael Parker.
  5. Yang punya kamera DSLR dengan lensa kit tidak usah minder. Lensa 18-55mm/F3.5-5.6 dari Canon atau 17-80/f.3.5-4.5 dari Nikon sudah sangat memadai. Syukur kalau anda punya lensa super wide seperti Canon 10-22mm/f3.5 EFS atau Nikon 12-24mm/f4G.

Jadi tunggu apa lagi? Segera ke jalan, kunjungi bangunan tua peninggalan Belanda (di Bandung gudangnya), jembatan, gedung perkantoran, museum, masjid, gereja, landmark kota, patung, dan masih banyak lagi. Yang anda perlukan adalah kejelian mata. That’s it.

Catatan : Foto yang saya pajang di posting ini semuanya menggunakan kamera digital dari Canon Powershot yang harganya sekarang sekitar 2.5 jutaan.

Tags: , ,

7 Responses to “Mulai Dari Foto Arsitektur dan Interior”

  1. Sirojuddin Abdul Syukur Says:

    wah boleh juga bang blognya, keren habis……boleh juga dong orang-orang belajar photography dari abang gratis…..

    salam kenal bang dari Cairo

  2. ton6312 Says:

    Terimakasih, salam balik dari Jakarta

  3. merry_4_love Says:

    bagus & membuka wawasan…
    Salam kenal ya?
    Saya juga desain interior, tapi setiap foto selalu kebentur luasnya ruangan…
    Pernah juga tuh nginep sambil survei di RitzCarlton n JW Marriot…
    tapi otonya tetep aja ga sebagus dikau… ha ha ha
    GUDlak YAH…

  4. iniangkasa Says:

    halo om salam kenal.. wah artikelnya menarik sekali om

  5. andy Says:

    bener banget tuh mas Toni. Ni saya juga lagi belajar fotografi interior secara otodidak. Soalnya banyak tantangan supaya bisa bikin foto sekelas mas donovan dennid

  6. Sufilda Joe Says:

    pake kamera apa pun hasilnya juga bisa bagus, mungkin kualitas saja agak kalah, dibanding kalo punya alat yang lebih canggih yang untuk kebutuhan yang lebih detail sudah dibagi kebeberapa alat tertentu. tapi soal angle kan penentunya adalah siapa dibelakang kamera hehehe….

  7. bayhakiramli Says:

    gagasanya menarik, tapi kadang malu Mas klu harus berpose didalam hotel sama jepret sana sini, nyari2 waktu bisa juga sih dilakukan, tapi saya seringnya naik ke lantai paling atas dan mulai jepret sana-sini, walaupun cuma dapat view pemandangan, tapi ga pernah terlintas tuk jepret interior Hotel, padahal klu dipikir2 bagus2 smua detail kamarnya mulai dari lukisan, bathrooms, sampai bantal. ini bisa jadi gagasan menarik buat saya klu nginap lagi, buat hunting photo2 interior hotel. salam

    Tuh dah dapet ide2nya. Minta di antar petugas ke lantai atas atau kamar yang strategis buta motret. Biasanya mereka mau koq apalagi buat tamu🙂 …

Comments are closed.


%d bloggers like this: