Tuol Sleng : Saksi Kelam Kamboja

2048798675_86876c2abf.jpg

Sahabat saya di Kamboja mengabulkan keinginan yang sudah lama saya pendam. Melihat peninggalan Pol Pot di penjara Tuol Sleng (S21). Dari dulu saya hobi baca sejarah seakan dongeng mengasyikan, tapi di Tuol Sleng saya tersentak akan kekejaman rejim Pol Pot.

Saya sudah lama bersahabat dengan teman saya yang orang Kamboja ini. Ia selalu berterima kasih kepada Indonesia, khususnya kepada mantan Presiden Soeharto. Menurutnya, tanpa Soeharto rakyat Kamboja belum tentu menikmati masa damai seperti ini.

Saya langsung teringat akan JIM (Jakarta Infromal Meeting, Juli 1988) yang mengumpulkan faksi2 yang bertikai di Kamboja di jaman menlu Mochtar Kusumaatmadja. Usaha Soeharto berhasil karena pihak yang bertikai lebih mempercayai Indonesia dibanding negara2 Eropa dan Amerika. Maklum posisi Indonesia saat itu sangat kuat dipercaturan diplomasi internasional khususnya di ASEAN.

Tuol Sleng adalah pembataian manusia, sebuah genosida yang mengerikan. Terletak di kota Phnom Penh, penjara ini yang juga dikenal dengan sebutan S21 dulunya adalah sebuah sekolah. Sebuah organ yang sangat dirahasiakan Khmer Merah dan telah menghilangkan 12 ribu nyawa selama pendudukan Pol Pot.

Di halaman depan, saya disambut oleh sebuah instruksi untuk para tahanan yang salah satunya berbunyi : while getting lashes or electrification you must not cry at all. Saya juga melihat dokumentasi berupa foto para tahanan, pria, wanita, dan anak2. Hampir semuanya menunjukan wajah pasrah, menuju ajal yang sudah pasti, kematian yang perlahan dan menyakitkan.

2049584366_afa6ed9fd6.jpg

Mereka hanya dikenal dengan nama.Salah satu foto yang menyentuh adalah seorang ibu yang difoto sambil menggendong bayinya. Saya baru tahu bahwa ibu itu adalah mantan istri pejabat di kementrian luar negeri. Keduanya meninggal.Menyusuri setiap lorong, menatap foto, dan berbagai alat penyiksaan yang sukar untuk diterima oleh akal sehat manusia. Di brosur tertulis bahwa setiap tahanan diharuskan untuk meminta izin, bahkan untuk menggerakan badan sekalipun kalau tidak mau mendapatkan siksaan lebih lanjut. Mereka sudah kehilangan martabat sebagai manusia.

Sejarah suatu bangsa seringkali menyimpan sisi gelap seperti pembantaian anggita eks PKI di Indonesia pun demikian juga di Kamboja. Saat ini di negara ini tengah berlangsung pengadilan internasional terhadap kepala penjara Tuol Sleng yang dikenal dengan Duch. Sebuah langkah berani untuk membuka masa lalu yang kelam agar Kaboja tidak ragu melangkah ke depan.

Saya akhirnya mengakhiri kunjungan di Tuol Sleng dan kenangan penyiksaan penduduk Kamboja yang tidak bersalah terus terbawa hingga saat ini.

Tags: , , , , , ,

4 Responses to “Tuol Sleng : Saksi Kelam Kamboja”

  1. Dian Says:

    haduh.. tambah speachless.. tega banget ya mereka.. tapi kalo aku diajak kesana mungkin belum tentu berani ya mas..

    Yang jelas gak bia tidur malamnya, kebayang terus.😦

  2. Irawan Says:

    Mas, minggu depan saya mau ke kamboja. bisa kasih tau penjara ini ada di kota apa dan bagaimana cara menempuhnya (maksud saya naik apa). Terima kasih dan salam kenal

    Tepat berada di tengah kota Phnom Penh. Naik taksi sekitar 10 dolar, kalau mau jmurah minta di atar naik tuk tuk yang seperti bajay. Salam kenal juga Mas.

  3. Irawan Says:

    Thanks mas, saya sedang di kamboja dan kemrin sudah lihat penjara ini. Besok mau ke Siem Rap unutk jalan2 lagi

    Menyeramkan ya ? Selamat jalan-jalan🙂

  4. thhattha Says:

    waduh . waduh .
    ish parah bgt sampe ada tulisan (dilarang menagis saat disiksa au disetrum) .
    parah abis lla .

Comments are closed.


%d bloggers like this: