You Think You’re Special !

que.jpg

Ini penyakit bangsa yang memalukan dan sering dibawa saat diluar negeri. Saya tidak menggeneralisasi, tapi saya sering melihat orang kita dengan seenaknya memotong antrian tanpa rasa bersalah. Di imigrasi, saat boarding, hingga di pesawat, banyak orang Indonesia mempertontonkan kebiasaan buruk ini. Tanya kenapa.

Kebiasaan antri adalah cerminan prilaku sebuah bangsa kalau tidak boleh disebutkan budaya. Semua orang antri saat mau naik bis, mau masuk lift, di kasir, maupun saat masuk ke pesawat. Ini terjadi di Amerika, Hong Kong, dan banyak negara yang sudah saya kunjungi.

Saat boarding seorang penumpang yang saya tahu berasal dari Indonesia merasa tidak sabar saat mencari tempat duduk di pesawat. Ia ingin menyalip antrian di aisle yang sempit yang tentu saja sulit. Tapi dengan setengah maksa ia berusaha mendahului bule yang juga sedang menunggu sabar didepannya. Tentu saja bule itu marah dan menegur, “do you think you’re special?“. Dengan malu ia hanya diam di tengah tatapan banyak penumpang lainnya.

Antri adalah sebuah sistem sosial dan ke-egaliteran sebuah masyarakat kata Leo Man dari Harvard dalam sebuah jurnal Sosiologi.

Saya jadi teringat Jakarta yang lalu lintasnya amburadul. Saling sodok, lampu dim, dan suara klakson adalah dua hal biasa dilakukan oleh para supir edan di sini. Semua dilakukan tanpa rasa bersalah, bahkan walaupun salah mereka selalu merasa benar. Bangsa yang sakit.

So, antrilah saat mau masuk pesawat, sabar menunggu giliran mendapatkan tempat duduk. Jangan memalukan bangsa dengan prilaku uncivilized. We’re not special than anybody else in the plane.

Tags: , , ,

2 Responses to “You Think You’re Special !”

  1. ulay Says:

    gw stuju, emang sebagian besar dari rakyat kita udah keilangan urat malu. mereka selalu seperti ingin diperlakukan istimewa, kebanyakan yang baru pertama ke luar negeri tuh yang kelakuannya kaya gitu. udah gitu tiketnya cuma y class aja lagi a.k.a economy class tapi gayanya.. wuihhh sok2an bgd dah abis. beda ma yang sering berangkat ato yang sering berangkat itu juga lantaran sering disemprot ma bule2 itu kalee..
    yah itulah bangsaku, like it or not

    Kelas ekonomi yang penumpangnya snob emang banyak banget. baru pertama kali naek pesawat kali ya🙂. Salam kenal Ulay.

  2. therry Says:

    Sebenarnya sih bukan karena ga punya malu, tapi karena dibanding rasa malu, rasa keserakahan itu lebih besar. Selalu mau yang paling utama, selalu mau yang paling banyak, selalu mau yang paling cepat, jadinya pada nggak tau aturan begitu.

    Ironis yah om, mengingat Indonesia ini terkenal dengan (seharusnya) rasa toleransi yang besar. What tolerance?

    Sering malu kalau melihat saudara sebangsa setanah air seperti itu😦

Comments are closed.


%d bloggers like this: