Nyupir di Brunei, Ngantuuuk

zzzz.jpg

Saya biasa menyewa mobil di Brunei saat sedang bertugas di sana. Bukan karena gaya, tapi taxi susah ditemukan kalaupun ada harganya mahal. Naik kendaraan umum bukan gaya hidup orang2 sana yang berkecukupan. Jadi pilihannya harus nyupir sendiri mumpung SIM Indonesia juga berlaku di sana.

Brunei, negeri liliput ini memang sangat kaya. Setiap orang dipastikan punya mobil, satu keluarga minimal dipastikan memiliki dua mobil. Konon Sultan Hasanal Bolkiah mempunyai koleksi mobil super mewah yang jumlahnya tak kurang dari 5000 yang disimpan di sebuah lokasi seperti garasi pesawat. Informasinya saya kutip dari situs ini.

Mobil sewaan saya selalu tiba tepat pada waktunya di terminal kedatangan bandara internasional Sultan Hasanal Bolkiah. Berbagai mobil sudah saya coba, Renault Megane, Mitsubishi Evo seri terakhir, Honda Legend, Toyota Lexus, Vios, dan berbagai jenis mobil lainnya. Harga sewa sekitar 400 ribuan per hari plus asuransi dan bisa dibayar dengan kartu kredit.

Selama di Brunei saya memang bisa memuaskan hobi automotif untuk mencoba berbagai jenis mobil dan ngebut di jalan tolnya yang mulus. Pernah saya mencoba mobil Porsche 911, hmmm sedap nian tatkala mesin meraung dan terasa getarannya dipunggung.

Jalan tol di Brunei membentang sepanjang 1700 km dan bermobil di sana tidak perlu khawatir akan tersesat hingga sampai ke Malaysia. Petunjuk dan rambu lalu lintas sudah tertata dengan rapi, sehingga keterlaluan kalau anda masih kehilangan arah.

Karena mulusnya jalan tol inilah yang kerap menyebabkan malapetaka karena keasyikan ngebut. Orang harus tetap waspada saat berkendara di Brunei, bukan karena macet, tapi karena sepi dan orang bisa terlena, atau ngantuk seperti kejadian di bawah ini.

Transmisi otomatis memang nyaman, tapi saya hampir memundurkan mobil saat lampu hijau menyala diperempatan daerah Gadong. Mobil sudah mundur, untung saya tersentak karena mobil dibelakang memberikan klakson. Saat itu sore hari, di bulan puasa, perut keroncongan, dan saya kelelelahan karena baru tiba dari Tutong, sekita 1.5 jam dari Bandar Seri Begawan. Ah untung kejadian fatal tidak terjadi, tapi saya sudah terlanjur trauma dan menyerahkan kemudi kepada teman saya orang Thailand.

Cukuplah kisah yang menyebalkan tadi, sekarang bagian tips bagi anda yang mau berkunjung ke Brunei :

  1. Lihat posting saya tentang imigrasi di Brunei.
  2. Banyak mesjid indah di kota Bandar Seri Begawan seperti mesijd Sultan Omar Ali Syaifudin yang berkubah emas, terletak di pusat kota. Mesjid Jami Ashr Hasanal Bolkiah yang juga dilapis emas di kampung Kiarong, masih di kota Bandar Seri Begawan.
  3. Perkampungan air (Kampung Ayer) seperti kota di atas sungai di Samarinda.
  4. Yayasan, bukan yayasan yang seperti kita kenal, tapi mall terbesar di pusat kota dekat masji Omar Ali.
  5. Istana Sultan, hanya bisa dilihat dari depan. Sayang petugasnya sering mengusir para turis.
  6. Gadong, area makan, mall, hotel, dan hypermart. Ramai diwaktu malam.
  7. Jerudong Park, seperti Dufan di Ancol. Sudah sepi pengunjung karena harga tiket yang relatif mahal.

Sebaiknya berkunjung maksimal 3 hari. Lebih dari itu tidak banyak yang dapat dilakukan karena minimnya atraksi wisata di sana.

Tags: , ,

7 Responses to “Nyupir di Brunei, Ngantuuuk”

  1. Ante Says:

    Bisa donk bagi2 informasi perushaan sewa mobil. Soalnya kita mau pergi kesana. Trims banget atas tips2 nya ….

  2. ton6312 Says:

    “Chris Car” phone : +673 (0)870739. Enjoy ya.

  3. Ante Says:

    Thanks no telp nya. Tp gak bs dihubungi. Ada yg lain?
    Ternyata banyak juga orang Indon ada di Brunei ya….
    Trims…

  4. reogjhatillan Says:

    tidak ada yang menarik di brunei.membosankan.

    Ember …🙂

  5. gilang9156 Says:

    mana ada brunei enak!kalo sama orang kerajaannya pasti enak,n panasnya lebih dari indon.

  6. gilang9156 Says:

    Aku pernah disana,tepatnya taman puri jalan tutong,kampoeng telanai!lumayan dket sih ke bandar depan istana lho,panasnya aduuuuh minta ampun!aku nyupir juga lho!biasa sama company cuma di bayar murah,jd aku ga mau lagi brangkat ahhh…..!Jd menurut aku kalo tidur enak di kereta bah,sembunyi dari company geto,kang toni pasti paham bah.

  7. ivan Says:

    saya minta info dong no telp rent car di brunei makasih

Comments are closed.


%d bloggers like this: