Motor Gila di Ho Chi Minh

mtr

Perjalanan saya ke Ho CHi Minh CIty (HCMC) seperti biasa nebeng dengan tugas kantor. Naik penerbangan SQ kelas ekonomi, perjalanan hanya ditempuh kira2 tiga jam. Bukan hanya tugas kantor, saya juga menyaksikan atraksi motor gila.

Saat mendarat, langsung disambut dengan cuaca panas terik, lebih dari panasanya Jakarta. Udara memang sedang tidak bersahabat saat bulan Juni kemarin.

Saya lihat antrian panjang di imigrasi untuk visitor dari banyak negara, terutama Korea yang banyak menanamkan investasi di negara hidden dragon ini. Tapi untunglah ada satu jalur khusus untuk pendatang dari negara2 ASEAN yang antriannya jauh lebih pendek. Pemeriksaan imigrasi berlangsung lancar dan tanpa ada tanya jawab apapun. Petugas hanya memeriksa paspor dan langsung memberi stempel. Selesai.

Diantar oleh teman saya yang sudah menunggu di luar, mulailah perjalanan dinas ke negeri Uncle Ho (Ho Chi Minh, bapak bangsa Vietnam). Saat melewati bekas kedubes Amerika saya teringat foto terkenal wartawan UPI Belanda Hubert van Es saat evakuasi terakhir dalam Fall of Saigon di tempat ini. Inilah negara yang berhasil “mengalahkan” Amerika dalam Paris Peace Accord di tahun 1973 yang mengakhiri perang Vietnam. Saat ini gedung tersebut berubah namanya menjadi Independence Palace yang terbuka untuk umum dan dibiarkan sebagaimana aslinya.

Sudah dulu untuk romantisme sejarah, karena pemandangan selanjutnya adalah motor. Ya, ribuan motor yang menyemut di jalan2 HCM yang sempit. Inilah atraksi yang melebihi jalanan macet kota Jakarta. Mereka meliuk, rem mendadak, membawa barang melebihi kapasitas, mengangkut 3 penumpang sekaligus, dan berbagai jenis manuver yang kadang membuat hati miris.

Entah karena mencontoh saudara2nya di Jakarta, mereka juga terbiasa untuk berkendara melawan arus tanpa rasa bersalah. Di jam2 sibuk, motor semakin ramai dan seperti biasa mobil harus mengalah kalau tidak mau dicium pengendara motor.

Berjalan kaki di sini harus ekstra hati2 terutama saat menyebrang.Sepertinya lampu lalu lintas tidak berlaku saat polisi lengah. Dengan tenang mereka akan menerobos swalau lampu merah menyala dan kita harus bersiap2 untuk juga bermanuver menghindari para biker kesurupan ini.

Resepnya, jalan terus jangan berhenti. Kalau sering berhenti saat menyebrang, kesempatan itu akan diambil oleh mereka. Pertama memang ngeri, tapi lama2 terbiasa juga, dengan sedikit do’a kalau terjadi apa2.Motor dan mobil memang dua icon transport di sana selain sepeda yang sudah kurang popularitasnya.

Semenjak bergabungnya Vietnam dengan WTO, pemerintah Vietnam telah menurunkan bea masuk barang impor sehingga harganya lebih terjangkau.Salah satu efeknya adalah para supir mobil yang punya mainan baru, klakson, yang terus menerus dipencet tanpa henti sepanjang perjalanan dari airport menuju hotel.

Bau kapitalisme memang sangat terasa aromanya di suatu siang yang terik di kota Ho Chi Minh termasuk hotel megah yang akan saya tempati.

Tags: , , , , , ,

2 Responses to “Motor Gila di Ho Chi Minh”

  1. Didit Says:

    Saya tertarik dengan tulisan tentang Ho Chi Minh, karena akan mengembangkan bisnis distribusi di negara vietnam.

    Kalau tawaran saya direspon, saya akan kirimkan proposalnya.

  2. ton6312 Says:

    Thnaks Mas Didit atas comment-nya. Sayangnya, saya tidak punya kapasitas untuk menerima proposal bisnis tsb karena posisi pekerjaan saya tidak berkaitan dengan pihak eksternal. Anyway, Vietnam masih terbuka lebar bagi yang ingin mencoba berbisnis di sana. Salam.

Comments are closed.


%d bloggers like this: