Ketemu “Phantom” di New York

phantom.jpgBukan phantom beneran, tapi lakon Phantom of the Opera dari Andrew Llyod Weber saat berada di Broadway New York dalam rangka tugas dari kantor. Kesempatan nonton tidak di sia2kan walau tiket paling murahnya berharga US$55. Ini pengalamannya.

Kalau mau safe lebih baik memesan sebelum kita sampai di NY apalagi pada musim liburan. Tiket bisa dipesan lewat internet di sini atau ini dan tinggal diambil pada saat kita tiba di sana. Kalaupun akan membeli langsung bersiaplah untuk kecewa karena tidak kebagian tiket. Kalaupun ada, mungkin untuk pertunjukan beberapa hari atau bahkan seminggu ke depan.

Pertunjukan Broadway memang tidak pernah sepi pengunjung. Di sinilah pusat teater Amerika selain di East End London. Tinggal pilih judul yang kita sukai. Ada Lion King, Miss Saigon, The Cats, Les Miserables, dan masih banyak lagi. NY memang kota penuh pesona, inilah kota yang punya magnitude luar biasa buat saya karena kaya dengan atraksi kultural seperti teater di Broadway.

Saya menonton di Majestic Theatre untuk pertunjukan jam 7 malam. Tidak ada istilah jam karet, tepat jam 7 pertunjukan dimulai, semua kursi terisi penuh. Layaknya menonton opera, semua pengunjung diharapkan tertib, walau ada juga turis aneh yang teriak2 dengan norak.

Lampu digelapkan secara perlahan dan dari kegelapan total tiba-tiba muncul Christine tokoh utama yang disinari lampu spotlight. Selanjutnya pertunjukan mengalir dengan aksi panggung dan perpindahan setting yang luar biasa, nyaris tanpa cela. Cerita lengkap dan casting-nya nya bisa anda dapat di situs ini.

Sejak pertama kali diluncurkan di Broadway 19 tahun yang lalu, Phantom telah menyedot 10 juta pengunjung dan terus dimainkan setiap hari! Di luar NY, Andrew Llyod Weber telah membawa karyanya ke 22 negara dengan rekor jumlah penonton 100 juta. Karya ini juga memegang rekor pertunjukan terlama dalam sejarah panggung Broadway yang sebelumnya di pegang oleh The Cats karya dari Weber juga.

Kapan ya karya seni kita dihargai seperti mereka?.

Tags: , , , , ,

2 Responses to “Ketemu “Phantom” di New York”

  1. Shelvy Says:

    Ah.. jadi ingat waktu nonton Phantom bareng kang TW. Uhuch..
    Ceritanya mau menghayati shownya yang emang keren abis, tapi saking seriusnya sampe sempat tertidur karna kena jetlag.😛
    Tapi pas menjelang antiklimaks, sempat juga menangis.. karena terharu dengan jalan ceritanya.
    Tapi pastinya, gue bukan orang yang teriak2, yang diceritakan TW.

  2. ton6312 Says:

    Jadi inget romantika cari “barang” di bawah WTC sebelum 9/11.

Comments are closed.


%d bloggers like this: