Imigrasi Brunei Memang Aneh

brunei.jpgDi antara negara2 ASEAN menurut pengalaman pribadi saya Brunei adalah negara yang paling mencurigai kedatangan pengunjung dari Indonesia. Para petugas imigrasinya sering beranggapan bahwa setiap orang Indonesia adalah TKI. Inilah image yang kadang membuat kesal saya yang berkunjung dalam rangka bisnis ke negara kaya ini.

Sudah puluhan kali saya datang ke Brunei sejak tahun 2000, namun jarang sekali mereka memberikan izin tinggal yang lama. Sebagai bahan perbandingan, negara ASEAN lain seperti Singapura biasanya memberikan waktu 30 hari untuk social visit.

Brunei? Jangan harap mereka akan memberi anda waktu selama itu. Paling untung anda akan diberi 14 hari, tapi biasanya mereka akan menanyakan dulu tiket kepulangan kita. Siapkan selalu tiket sebagaimana anjuran saya dalam posting sebelumnya.Jadi mereka hanya akan memberikan izin tinggal sebagaimana waktu keberangkatan yang tertera pada tiket kita. Kalau kita hanya dua hari, ya waktu itulah yang akan mereka berikan. Saya pernah mengajukan protes ke petugas imigrasi di sana, tapi mereka hanya menyatakan bahwa itu adalah aturan dari negara mereka, suka atau tidak. Wah!.

Bagi yang akan ke Brunei terutama yang melalui Jakarta dan menggunakan pesawat mereka (Royal Brunei) bersiaplah untuk random check dari petugas perwakilan airline mereka yang akan memanggil nama-nama tertentu ke counter di terminal keberangkatan.Biasanya mereka akan menanyakan jumlah uang yang di bawa. Terkadang mereka hanya memanggil orang yang berpenampilan agak “kurang”. Saya sudah membuktikan ini. Saat saya memakai kemeja atau t’shirt biasa, biasanya langsung kena random check. Tapi lain waktu dengan memakai jas, saya selamat dari ritual yang kadang agak memalukan ini.

Namun akhir2 ini praktek tersebut sudah ditiadakan, petugas hanya menanyakan jumlah uang yang kita bawa pada saat check-in.

Salah satu petugas hotel dari Indonesia yang bekerja di Brunei sudah mahfum dengan prilaku petugas imigrasi di sana. Menurut mereka, seringkali imigrasi menelepon pihak hotel untuk mengkonfirmasi apakah betul orang yang bersangkutan akan menginap di sana. Selain masalah uang cash, kartu kredit pun seringkali ditanyakan oleh petugas imigrasi.Suatu waktu saya kelupaan menyimpan semua kartu kredit di baggage chek-in dan hanya tersisa kartu ATM sebuah bank nasional.

Akhirnya dengan satu spekulasi plus nekat, saya tunjukan juga kartu sakti itu. Oalah, akhirnya saya selamat, mereka tidak terlalu memperhatikan bahwa kartu yang saya tunjukan bukanlah kartu kredit.

Itulah beberapa pengalaman kecil di Brunei, suatu negara kaya yang sangat sepi. Dengan penduduk yang kurang dari 400 ribu orang, Brunei tidak banyak mempunyai tourist attraction sebagaimana negara kita. Mungkin posting selanjutnya mengenai negara liliput ini.

Tags: , , , , , , , , ,

2 Responses to “Imigrasi Brunei Memang Aneh”

  1. Anonymous Bruneian Says:

    What proof do you have to support your statement? I am looking forward to asking my maid on how the migration officer treated her when she came here. I’ll make sure i get back to you on that.

  2. adam Says:

    apakah ada info if kita mau menikah dgn org brunei & dilakukan di sana? apa saja dokumen & persyaratan yg dibutuhkan dr indonesia? thx

Comments are closed.


%d bloggers like this: