Siapa Mau Transplantasi Hati

hbvsquare.jpgTeman “baik” saya meminjamkan buku tulisan Dahlan Iskan “Ganti Hati” yang menembus penjualan 30 ribu eksemplar hanya dalam waktu satu minggu. Dahlan Iskan pendiri koran Jawa Pos   baru saja menjalani operasi transplantasi hati di Cina dan inilah ringkasan pengalamannya yang menarik.

Menjalani transplantasi hati merupakan pilihan terakhir para penderita kanker hati (hepatocellular carcinoma). Sebagaimana alm Nurcholis Majid (Cak Nur) Dahlan menjalani operasinya di sebuah rumah sakit di Cina. Mengapa Cina? Karena negara ini punya banyak pengalaman melaksanakan operasi transplantasi hati sejak tahun 1977 yang dimotori oleh Prof. Suisheng Xia di Shanghai. (operasi transplantasi liver pertama kali dilaksanakan di tahun 1963 di Denver negara bagian Colorado Amerika)

Buku  ini diawali dengan kelegaan saat selesainya operasi tanpa komplikasi apapun dan diakhiri dengan harga sebuah mobil Mercy di perut Dahlan. Hanya perlu waktu kuran dari satu jam untuk melahap 2/3 isi buku ini. Bukan apa2, mungkin ini baru pertama kali saya membaca sebuah buku mengenai transplant survivor di Indonesia sekaligus mengenal Dahlan Iskan lewat bukunya.

Dalam buku ini Dahlan tidak melulu menceritakan pengalaman operasi dan penyakitnya. Ia juga banyak bertutur tentang kehidupan pribadinya sejak masa kecil, membangun usaha, dan komitmennya untuk pengembangan pers di Indonesia.

Namun demikian banyak penggalan kisah menarik sekaligus jokes ala Jawa Timuran yang ia ceritakan dalam bukunya ini. Misalnya saat pemuka agama Budha di Surabaya yang terus akan berdo’a selama Dahlan dioperasi dan mohon memberitahukan kalau operasi sudah selesai. Kalau tidak mereka akan semaput karena terus berdoa karena menyangka bahwa operasinya belum selesai.

Dari bukunya saya tahu bahwa ia dekat dengan berbagai pemuka agama dan aktif membantu salah satu pembangunan tempat ibadah agama Budha. Iringan do’a juga datang dari kalangan Katolik, Protestan dan Sapta Dharma, selain dari kalangan Islam tentu saja.Takdir memang bisa berubah, itu juga yang diyakini oleh Dahlan saat memutuskan untuk menjalani operasi transplantasi hati. Ia mengambil keputusan dengan cepat karena terbiasa dengan dunia bisnis yang harus bergerak cepat juga.

Keraguan akan keberhasilan operasi ini sudah terjawab dan Dahlan sudah kembali bekerja walau mungkin dengan speed yang harus ia sesuaikan. Dahlan Iskan menyatakan ia adalah orang yang beruntung karena bisa menjalani operasi ini dan berhasil.

Hepatitis diderita oleh kira2 10% penduduk Indonesia. Sebagian besar tidak menyadari bahwa mereka adalah carrier. Sayang belum ada pengobatan untuk membunuh virus sebagaimana ummat manusia harus berjuang melawan bakteri di awal abad ke-19.Majalah Time setidaknya memberikan kabar baik mengenai masa depan penelitian kanker. Suatu saat, penderita kanker tidak harus menjalani terapi yang kompleks dan kadang menyakitkan. Dengan menggunakan terapi genetik, sel jahat atau malignant dapat diperintahkan untuk melakukan bunuh diri tanpa harus membunuh sel sehat seperti kemoterapi.

Atau mungkin dengan perkembangan stemm cells yang semakin menggembirakan yang bisa meregenerasi sel hati yang rusak akibat sirosis dan kanker. Di Jepang pada bulan November lalu sudah ditemukan potensi pengembangan stem cells melalui jaringan kulit tanpa harus menggunakan embrio lagi (embryonic stemm cells) yang menjadi pertentangan kalangan koservatif Amerika saat pemilihan Presiden Amerika tahun 2004.  

Dunia memang harus menunggu penemuan sekaliber Alexander Flemming saat penyakit akibat bakteri bukan lagi vonis mematikan.

So much hope, so little time.    

Tags: , , , ,

6 Responses to “Siapa Mau Transplantasi Hati”

  1. pramudyaputrautama Says:

    Pak Toni Wahid, kalo anda tertarik silakan baca dahlaniskan.wordpress.com, blog ini saya buat karena saya kagum dengan tulisan-tulisan beliau.
    salam

    pramudyaputrautama.wordpress.com

    Wah bagus sekali Mas. Menuju ke TKP nih.

  2. nurhayati Says:

    S’lamat ya buat pak Dahlan Iskan atas keberhasilan ganti hati dan semangat untuk hidup,rasa tangung jawab(walaupun sakit masih tetap kerja dan menulis(saya baru sempat baca bukunya)

    Hi Mbak Nur, commentnya akan saya sampaikan kepada beliau melalaui teman saya yang sering ketemu pak Dahlan.

  3. aprilia gayatri Says:

    Buku ini memang bagus…
    saya malah kagum dengan dedikasi dokter di China yang benar2 total dalam merawat pasiennya

    Dokter Indonesia ? Tidak heran kalau banyak pasien yang mampu secara finansial lari ke luar negeri.

  4. myhealthylife Says:

    Saya ucapkan selamat Pak Pak Dahlan.
    Tapi kalau diurai ke belakang, kenapa sih orang bisa kena kanker hati? Penyebabnya seringkali sederhana. Kebiasaan begadang, misalnya, adalah salah satunya. Baca selengkapnya artikel tentang penyebab kanker hati di http://www.geocities.com/nurrachmi/healthy/sebabkankerhati.html.
    Dan ternyata pula, mengobati kanker tidak perlu dengan operasi. Ada cara alamiah yang mudah.. Yuk kita bicarakan.

  5. sari Says:

    Pa Dahlan, sebelumnya saya minta maaf, saya masih awam untuk transplantasi, tapi saya harus cari tahu, karena suami saya sudah 4 dokter yg nenyarankan untuk transplantasi hati. dan sudah hampir 2 thn ini keluar masuk rs di jkt dan Penang. Suami saya kena Sirosis, saya mau tahu step2 apa saja yang hrs dijalani sampai akhirnya bisa transplantasi Hati yang kebetulan dokternya juga menyarankan di China.
    Saya mohon bantuan rekan2..dan dimana saya bisa mendapatkan buku Pa Dahlan???

  6. someone Says:

    saya ingin transplantasi hti saya 60% ke orang yang membutuhkan.
    saya sehat, gol. B, umur 18thn.. jika ada yang berminat tinggal email saya : le.van_ter@yahoo.com

Comments are closed.


%d bloggers like this: