Selamat Datang “Mac”

mac2

Ken Rockwell fotografer landscape Amerika menyatakan alasan mengapa ia menggunakan komputer Mac, karena “it just simply work”. Masih banyak lagi hal-hal yang ia kemukakan yang menjadikan saya juga sebagai salah satu Mac users. Inilah pengalaman yang saya dapatkan dari keputusan untuk menggunakan sistem Mac. Artikel ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk memulai brand war antara PC dengan sistem Mac. Ini hanyalah pengalaman pertama saya dalam menggunakan sistem Mac.

Saya sudah menggunakan PC sejak mulai bekerja. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya PC adalah komputer yang luar biasa. Sebuah hadiah untuk abad ke-20 atas kontribusi orang-orang seperti Bill Gates.

Pengguna Mac masih sangat terbatas dan terkesan hanya diperuntukan bagi para desainer grafis.Tampilan Mac khususnya I Mac yang baru saya beli memang sangat menawan. Sejak dulu saya sebenarnya sudah tertarik untuk memilikinya. Namun kendala harga menjadi halangan utama. Selain itu masalah komptabilitas dengan berbagai software membuat niat itu tidak terlaksana.

Akhirnya setelah dengan berbagai pertimbangan terutama dengan hobi fotografi dan desai grafis, sebuah Mac saya pesan.Perlu waktu kurang dari tiga minggu untuk akhirnya Mac yang diidamkan menduduki meja belajar yang telah disipkan.

Pertama dikeluarkan dari box-nya, Mac langsung membuat saya terkagum-kagum. CPU-nya bersatu dengan layar LCD 20 inch yang mempunyai resolusi 1680 X 1050. Keyboardnya sangat tipis dengan mouse (mighty mouse) yang tidak ada klik kanan.

Saat di nyalakan, Mac hanya perlu kurang dari setengah menit padahal laptop kantor memerlukan waktu kurang lebih 3 menit untuk bisa mulai bekerja.Perlu ada konfigurasi pada saat tombol power sudah ditekan. Mac akan meregistrasi pemilik beserta lokasi. Selebihnya Mac sudah mulai bisa bekerja.

mac1

Saat koneksi dengan internet dari Fastnet, Mac membimbing saya untuk secara otomatis mendeteksi jaringan. Hanya perlu waktu kurang dari lima menit koneksi internet saya sudah terpasang saat website Apple menjadi lembar web pertama yang saya kunjungi.Fungsi-fungsi lain ternyata tidak terlalu rumit karena semuanya sangat mudah untuk dipelajari. Perlu diketahui, manual Mac hanyalah buku kecil yang berisi kurang dari 30 halaman.

Sama sekali tidak ada kesulitan selama bulan madu dengan Mac. Semuanya sesuai dengan apa yang telah saya dengar dan saat ini saya rasakan sendiri.Sekarang baru sadar mengapa banyak pengguna Mac yang begitu fanatik dan tidak mau berpindah ke lain hati.

Mac memang luar biasa dan mudah digunakan. Kalaupun ada kesulitan, biasanya saya mengunjungi Mac Club yang ada di Indonesia atau Amerika, dan mereka selalu punya jawaban beserta tip dan trick bagi para pengguna Mac.Well, mungkin pengalaman ini dirasakan juga oleh pare first users seperti saya. So, welcome Mac and thanks Steve Jobs.

Tags: ,

One Response to “Selamat Datang “Mac””

  1. merry_4_love Says:

    MAC? Haruskah?
    Hem… Saya juga lagi dilema membeli Laptop Sony Vaio atau Mac Book Pro…
    Semua berdasarkan pertimbangan pekerjaan & tugas2 saya yang menuntut penggunaan Laptop dengan Spec yang Aduhai…

    Setelah dicari…
    Jatuh pada 2 pilihan tersebut…
    15 jutaan dan 18 jutaan…

    Belom beli sich, mungkin tunggu pameran di JCC Juni nanti…

    Sampai saat ini sepertinya Vaio…
    Mengapa tidak MAC?
    Alasanya karena Sistem opersainya Beda dengan Komputer Rumah saya… Windows XP
    “Daripada beli terus belajar lagi, Mending beli yang sistem operasinya sama”

    Mungkinkah beli Mac, tapi sistem opersainya Windows?
    Mungkinkah setelah diganti Windows, kemampuannya masih sama? i mean… touch pad nya yang bisa otomatis rescale or rotate gitu?

    Compability kah Mac dengan Autocad, 3dMax, Photoshop…?

    Jikalau boleh meminta, bales messg ini ke taipid@yahoo.com

    Hem…
    Setelah melihat Blog ini,mendapat banyak inspiasi dan pengetahuan…

    Thanks SO MUCH
    GBU

    =)

Comments are closed.


%d bloggers like this: