September 2, 2009

Apa jadinya kalau India mempunyai menara miring Qutb Minar sebagaimana Pisa di Italia ? Selama 22 tahun dari 1983 hingga 2005 sebuah survey geologi yang dilakukan oleh pemerintah setempat menemukan fakta bahwa menara ini miring hingga 11 detik. Walaupun kemiringannya kemudian dibantah oleh pemerintah sendiri, situs sejarah ini merupakan tujuan wisata terpopuler dibandingkan dengan Taj Mahal. Dibangun oleh penguasa muslim pertama di India, Qutbuddin Aibak hampir di abad ke-12 berlokasi di kota New Delhi, sebuah testament peradaban yang luar biasa.
Read the rest of this entry »
Tags: qutb minar
Posted in Travel Asia | 7 Comments »
September 1, 2009

Gelegar suara petasan di halaman Jama Masjid (Masjid Jahan Numa) menjadi penanda iftar atau buka puasa namun tidak menghentikan kesibukan di Chawri Bazaar kawasan tertua di kota New Delhi tempat mesjid terbesar ini berada. Saya berada di Old Delhi street yang dipenuhi oleh lautan manusia, rickshaw, pedagang kaki lima, dan semerbak harumnya kebab, nasi biryani serta kepulan asap pedangang teh atau cha. Inilah jantung kota Delhi yang sudah ada sejak pemerintahan Syahjahan di abad ke-16. Area ini ini selalu dipenuhi oleh pedagang rempah, tekstil, pengrajin besi atau kuningan, dan tentu saja jajanan khas Delhi. Read the rest of this entry »
Tags: gol gappa, india food, jama masjid, makanan india, old delhi street, papadi chat
Posted in Travel Asia | 10 Comments »
July 28, 2009

Wakijo dihajar habis-habisan oleh kakak kandungnya seorang preman Jogja yang punya nama tenar untuk menakuti orang. Harga dirinya seakan terkoyak melihat sang adik yang sering berdandan dan berprilaku seperti perempuan. Apalah jadinya seorang jagoan mempunyai adik waria, alasan itulah yang membenarkannya memberikan “pelajaran” kepada Wakijo. Untung sang ibu melerai kekerasan terhadap Wakijo. “Bagamanapun ia adik kamu” tuturnya. Perjalanan hidupnya mengalir terus dengan berbagai peristiwa hitam putih serta abu-abu seorang waria kota Jogjakarta hingga akhirnya menjadi seorang ketua di LSM Kebaya (Keluarga Besar Waria Yogyakarta) . Di sebuah rumah sederhana Jl. Gowongan Lor JT III/148, Yogyakarta tempat LSM ini berkantor saya berbincang dengan Mami Vinolia dan anak angkatnya Yuni Shara dengan ditemani goreng pisang dan wedang jahe hangat.
Read the rest of this entry »
Tags: Himpunan Waria Mataram, HIWAMA (Himpunan Waria Mataram), IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta), Kekerasan terhadap waria, keluarga besar waria yogyakarta, mami vinolia, Pawama (Paguyuban Waria Mataram), trasgender, waria yogya
Posted in Thoughts | 22 Comments »
July 26, 2009

Saya ingin merasakan atmosfir Jogja sebagaimana yang dialami oleh warganya dan bukan sebagai turis yang asyik belanja di Malioboro. Itu pesan saya kepada teman baik yang saya “paksa” menjadi pemandu wisata dadakan. Jadilah sebuah acara disusun berikut “ritual” yang harus saya laksanakan demi menjadi seorang Jogjager dadakan dengan base camp di guest house panti asuhan Santa Maria di kawasan Ganjuran, Bantul.
Read the rest of this entry »
Tags: angkringan lik man, benteng vredenburg, gudeg sagan, kopi blandongan, kopi jos jogja, sego kucing, tugu jogja, waroeng steak, wisata jogja
Posted in Personal | 11 Comments »
July 20, 2009

Liburan itu selalu menyenangkan, setidaknya sejenak melupakan rutinitas kantor, email, telepon, conference call, inquiries, dan segala macam ritual korporasi yang tidak berkesudahan. Jadi selama hampir dua minggu saya habiskan menjelajah kota Bandung dan sekitarnya plus menikmati berbagai kuliner pinggiran jalan. Read the rest of this entry »
Tags: braga, cimol, cimol boebat, ciwidey, combro, es lilin, jajanan bandung, kawah putih ciwidey, kebun binatang bandung, kopi arang, kopi gesang, kuliner bandung, rm ampera, rumah makan ampera, situ patengan, situ patenggang, sumber hidangan, wisata bandung, wisata ciwidey
Posted in Bandung | 17 Comments »
June 28, 2009

Orang Bandung punya kegemaran aneh dalam hal menamakan kuliner mereka. Mie bakso yang sebenarnya berasal dari Solo itu disingkat menjadi “Basrun” atau “Baso Runtah” karena berdekatan dengan tempat pembuangan sampah (runtah). Abah Mamad penjual bandros (kue pancong) akan berteriak “Cihuuy” suatu ekspresi kegembiraan yang kemudian menjadi merek dagangannya sejak tahun 1973. Dibalik berbagai nama aneh tersebut banyak cerita2 menarik dibalik keuksesan mereka mendulang pengunjung yang tak henti memenuhi gerai mereka. Mari jalan dengan saya menyusuri jajanan di kota ini.
Read the rest of this entry »
Tags: bandros cihuy, baso runtah, basrun, belgian waffle, brussels spring, brussels spring jalan sumatera no. 30, jajanan bandung, kue pancong, kuliner bandung, makanan bandung, rumah makan sari rasa, sambal hijau, sambel hejo, wisata bandung
Posted in Bandung, kuliner | 9 Comments »
June 22, 2009

Foto makanan di atas hanya diambil dengan satu lensa dan teknik pencahayaan seadanya, tidak lebih. Jadi siapa bilang kalau hobi atau profesi ini harus bermodal besar seperti fashion atau wedding? Untuk kesekian kalinya, artikel ini akan berbagi pengalaman pribadi saya dalam bidang food photography yang sangat menyenangkan sekaligus mengenyangkan
Bukankah ada satu pendapat bahwa bila anda menguasai teknik di bidang food photography maka tidak susah untuk masuk ke bidang foto yang lain. Tertarik ?
Read the rest of this entry »
Tags: canon ef 24-70mm/f2.8L USM, Canon EFS 60mm/f2.8 Macro USM, digital camera, food photography, fotografer makanan, kamera canon, lensa canon, lensa food photography, lensa l series, teknik food photography
Posted in Photography | 36 Comments »
June 20, 2009

Buat yang mau liburan ke Bandung dan ingin menikmati jajanan yang murah meriah daftar ini mungkin bisa membantu. Semua makanan ini sekitar 15-20 ribuan per porsi, murah tentunya. Selamat ngiler
Read the rest of this entry »
Tags: es duren mang aip, kuliner bandung, matabak san francisco, pujasera burangrang, sate hadori, wedang rone jalan burangrang, wisata bandung, wisata kuliner
Posted in Bandung | 10 Comments »
June 13, 2009

A dance style associated with the Javanese city of Cirebon, “Topeng Cirebon” is essentially a solo art. Each scene depicts a specific character. Each of those characters, in turn, is associated with a mask. Although the masks do suggest states of virtue or villainy, characterization is revealed primarily through movement. (New York Times, February 5, 1991)
Mimi Rasinah tentu bukan seniman sembarangan, inilah maestro tari topeng Cirebon yang sudah mengabdikan hampir seluruh usianya dalam bidang ini. Di usianya yang sepuh (79) ia harus terbaring karena penyakit stroke yang dideritanya sejak tahun 2007. Di desa Pekandangan Kabupaten Indramayu yang dipenuhi pohon rindang saya mengetuk pintu rumahnya yang sangat sederhana dan bertemu dengan penari topeng Cirebon legendaris ini.
Read the rest of this entry »
Tags: aerli, cirebon mask dance, mimi rasinah, tari topeng cirebon, tari tradisional, wacih
Posted in Thoughts | 16 Comments »
June 12, 2009

Nasi jamblang yang menunya rame khas Cirebon menjadi pembuka makan malam kedatangan saya ke kota pantai Utara Jawa Barat ini. Perjalanan dari Jakarta ditempuh selama 4 jam melalui jalur Pantura yang dipenuhi truk dan bus. Sebelumnya singgah sejenak di sanggar tari Mimi Rasinah, seorang maestro tari topeng Cirebon di desa Pekandangan Kabupaten Indramayu yang akan saya tulis di bagian terpisah. Selanjutnya inilah secuplik travelogue tentang sebuah kota multi kultural yang punya sejarah dan peradaban luhur. Cirebon.
Read the rest of this entry »
Tags: cirebon
Posted in Travel Asia | 9 Comments »