<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>toni wahid</title>
	<atom:link href="http://mypotret.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mypotret.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 15:06:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mypotret.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/191c187157b84dc0d1db0867414a8037?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>toni wahid</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Canon 24-70 atau 24-105 : ad infinitum</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/11/04/canon-24-70-atau-24-105-ad-infinitum/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/11/04/canon-24-70-atau-24-105-ad-infinitum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 15:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[24-70 atau 24-105]]></category>
		<category><![CDATA[Canon 24-105mm/f4L IS USM]]></category>
		<category><![CDATA[canon 24-70mm/f2.8L USM]]></category>
		<category><![CDATA[lensa canon]]></category>
		<category><![CDATA[lensa canon l series]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3532</guid>
		<description><![CDATA[
Canon mengeluarkan dua lensa yang sangat menggoda yakni Canon EF 24-70mm/f2.8L USM dan Canon EF 24-105mm/f4 IS USM. Perdebatan yang mana harus dipilih antara kedua lensa ini memenuhi berbagai forum fotografi dengan argumen yang tiada habisnya. Maklum banyak orang menilai bahwa kedua lensa ini sama2 menawarkan keunggulan sekaligus beberapa poin minus yang mengakibatkan lamunan panjang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3532&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3533" title="2470" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/10/2470.jpg?w=450&#038;h=676" alt="2470" width="450" height="676" /></p>
<p>Canon mengeluarkan dua lensa yang sangat menggoda yakni Canon EF 24-70mm/f2.8L USM dan Canon EF 24-105mm/f4 IS USM. Perdebatan yang mana harus dipilih antara kedua lensa ini memenuhi berbagai forum fotografi dengan argumen yang tiada habisnya. Maklum banyak orang menilai bahwa kedua lensa ini sama2 menawarkan keunggulan sekaligus beberapa poin minus yang mengakibatkan lamunan panjang sebelum mengkosongkan isi dompet di kasir toko kamera. Jadi yang mana akan dipilih ? Pengalaman pribadi saya moga2 bisa membantu dalam memecahkan saat harus memilih di antara kedua lensa ini.</p>
<p><span id="more-3532"></span></p>
<p>Lensa Canon EF 24-70mm/f2.8L USM lebih senior yang lahir di tahun 2002 atau tiga tahun sebelum EF 24-105mm/f4L IS USM  keduanya merupakan lensa kategori L untuk para profesional maupun yang serius mempertimbangkan kualitas foto dan rancang bangun sebuah lensa yang dijuluki &#8220;the brick&#8221; karena beratnya yang hapir satu kilogram. Membawa lensa ini seharian untuk tugas pemotretan bukanlah pekerjaan yang menyenangkan. Kalau kita hitung berat lensa dengan kamera 40D saya sekitar 1.7 kg, belum ditambah dengan flas 580 EX II yang 375gr, sehingga berat total 2kg !</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3546" title="24-205" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24-205.jpg?w=450&#038;h=610" alt="24-205" width="450" height="610" /></p>
<p><strong>Focal Range</strong> :<br />
Lensa 24-70 sudah menemani perjalanan fotografi saya untuk berbagai keperluan, dari mulai travel, foto makanan, hingga foto2 liputan untuk keperluan dokumentasi. Jarak jangkau lensa 24-70 dengan crop factor 1.6 di kamera Canon 40D adalah 39-114mm, pas untuk berbagai keperluan walaupun tentu saja tidak terlalu lebar di 24mm-nya. Beberapa poin yang menjadi pertimbangan mengapa saya memilih lensa ini antara lain :</p>
<p><strong>Aperture</strong><br />
Bukaan maksimal di f2.8 yang berguna untuk foto cahaya yang kurang bersahabat tanpa harus menggunakan lampu blitz. Dengan bukaan maksimal 2.8 kita juga bisa membuat <em>bokeh </em>atau <em>background/foreground blur</em> yang lebih mantap dibandingkan dengan bukaan besar seperti f4 di lensa 24-105mm. Kembali lagi kepada keperluan fotografi anda, perlukah bukaan f2.8 baik untuk sisi artistik maupun praktis ?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3549" title="25-105" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/25-105.jpg?w=450&#038;h=676" alt="25-105" width="450" height="676" /></p>
<p><strong>Image Stabilization </strong><br />
Ini poin minus di lensa 24-70 karena tidak dilengkapi dengan Image Stabilizer (IS). Saya menyukai fasilitas IS karena membuat diri lebih pede dalam mengambil foto tanpa kekhawatiran hasilnya tidak fokus. IS memang tidak bisa menghentikan objek bergerak, tapi fungsinya sangat vital untuk menghasilkan gambar tajam objek yang diam. Saat tangan sudah kelelahan seringkali foto2 saya menjadi tidak fokus terutama di kecepatan dibawah 1/30 detik saat menggunakan lensa 24-70. Kesimpulannya, 24-105 walaupun f-nya cuma 4, punya kelebihan di fitur teknologi IS yang absen di 24-70. Tambah bingung kan ? Foto di atas adalah contoh 1/10 detik tanpa menggunakan tripod yang ketajaman dan bokehnya silakan anda nilai sendiri.<br />
<strong><br />
Jadi pilih yang mana ?</strong><br />
Dilema saat harus memilih antara kedua lensa ini banyak menjadikan para pehobi fotografi seperti saya sering menghabiskan waktu membaca berbagai ulasan dan berdiskusi dengan para pengguna. Sayangnya malah membuat pilihan justru semakin sulit karena memang ini adalah lensa jagoannya Canon. Masing2 pihak dari 24-70 dan 24-105 sepertinya tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan karena kedua lensa ini memang aduhai. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih 24-70 terlepas dari ketiadaan fasilitas IS dan jarak yang lebih pendek dengan alasan2 sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Saya perlu depth of <em>field yang sempit</em> (DOF) untuk menghasilkan efek blur yang lebih halus yang bisa dipenuhi oleh lensa 24-70.</li>
<li>Saya perlu bukaan besar (f2.8) karena foto yang saya ambil jarang menggunakan flash. Foto makanan misalnya, hampir 90% diambil dengan <em>natural light.</em> Bukaan f2.8 sangat membantu untuk tetap mempertahankan kecepatan yang tinggi sekaligus menghasilkan blur cantik.</li>
<li>Lensa 24-70 dipilih karena waktu itu sudah berniat untuk membeli lensa tele 70-200mm, sebuah pasangan serasi tentunya.</li>
<li>Untuk keperluan travel saya hanya menggunakan lensa 17-40 yang sudah sangat memadai karena foto2 yang diambil biasanya lansekap atau arsitektur perkotaan.</li>
<li>Annie Leibovitz, <em>portrait photographer</em> juga menggunakan lensa ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Bagaimana kalau dua lensa ini dimiliki ? Saya sama sekali tidak menentang pendapat ini karena kedua lensa ini sebenarnya saling mengisi kelebihan dan kekurangannya masing2. Sayang dana <em>cekak</em>, maka pilihan saya terpaksa diberikan kepada si 24-70, sebuah lensa yang benar2 membuat saya puas karena detail, saturasi warna, kontras, ketajaman dan berbagai kelebihan sebuah lensa kelas berat untuk yang serius menjadikan fotografi sebagai hobi serius dan tentu saja para pro.</p>
<p>Selamat bingung, karena tulisan ini hanya sebatas pengalaman pribadi dan saya bukanlah ahli dalam bidang ulasan lensa. Terakhir, contoh foto2 yang menggunakan lensa 24-70mm/f2.8L USM  :</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3550" title="24-70mm-sample1" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24-70mm-sample1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="24-70mm-sample1" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3551" title="24070sample2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24070sample2.jpg?w=450&#038;h=676" alt="24070sample2" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3552" title="24-70mmsample3" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24-70mmsample3.jpg?w=450&#038;h=676" alt="24-70mmsample3" width="450" height="676" /></p>
<p>Link lensa 24-105mm/f4L IS USM<br />
<a href="http://www.flickr.com/groups/canon24-105/" target="_self">Flickr 24-105mm/f4 IS USM</a><br />
<a href="http://www.the-digital-picture.com/Reviews/Canon-EF-24-105mm-f-4-L-IS-USM-Lens-Review.aspx" target="_self">Digital Picture</a><br />
<a href="http://www.fredmiranda.com/reviews/showproduct.php?product=295" target="_self">Fred Miranda</a><br />
<a href="http://www.dpreview.com/news/0508/05082207canonlenses.asp" target="_self">Digital Camera Review</a><br />
<a href="http://www.kenrockwell.com/canon/lenses/24-105mm.htm" target="_self">Ken Rockwell</a><br />
<a href="http://www.luminous-landscape.com/reviews/lenses/28-105.shtml" target="_self">Luminuos Landscape</a><br />
<a href="http://photo.net/equipment/canon/24-105/" target="_self">Photo net</a><br />
<a href="http://www.photozone.de/canon_eos_ff/420-canon_24105_4_5d" target="_self">Photozone</a><br />
<a href="http://www.slrgear.com/reviews/showproduct.php/product/145/cat/11" target="_self">SLR Gear</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3532&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/11/04/canon-24-70-atau-24-105-ad-infinitum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/10/2470.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2470</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24-205.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">24-205</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/25-105.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">25-105</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24-70mm-sample1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">24-70mm-sample1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24070sample2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">24070sample2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/11/24-70mmsample3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">24-70mmsample3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga juta motor di Ho Chi Minh</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/26/tiga-juta-motor-di-ho-chi-minh/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/26/tiga-juta-motor-di-ho-chi-minh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 08:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cha pe da]]></category>
		<category><![CDATA[ho chi minh]]></category>
		<category><![CDATA[kopi vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[pho 2000]]></category>
		<category><![CDATA[saigon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3483</guid>
		<description><![CDATA[
Selalu ada yang berubah di negara ini, setidaknya Ho Chi Minh punya bandara internasional modern yang baru diresmikan tahun 2007. Tentu saja jauh lebih bagus saat saya pertama kali menginjakan kaki di sini empat tahun yang lalu. Waktu itu bandara Adisutjipto di Jogjakarta saja masih jauh lebih bagus dibandingkan bandara Tan Sho Nat,  tapi sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3483&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3485" title="viet1" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="viet1" width="450" height="676" /></p>
<p>Selalu ada yang berubah di negara ini, setidaknya Ho Chi Minh punya bandara internasional modern yang baru diresmikan tahun 2007. Tentu saja jauh lebih bagus saat saya pertama kali menginjakan kaki di sini empat tahun yang lalu. Waktu itu bandara Adisutjipto di Jogjakarta saja masih jauh lebih bagus dibandingkan bandara Tan Sho Nat,  tapi sekarang situasinya sudah berbalik. Vietnam memang sedang menikmati berkah ekonomi sejak presiden Bill Clinton dan puterinya Chelsea kesengsem dengan mie khas mereka di restoran Pho 2000 dalam kunjungan presiden Amerika pertama di tahun 2000. Naga kecil ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Asia walau ada satu pemandangan yang tidak berubah, akrobatik para pengendara motornya dan jumlahnya tiga juta !</p>
<p><span id="more-3483"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3495" title="motor" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/motor1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="motor" width="450" height="676" /></p>
<p>Perjalanan dari bandara ke pusat kota tempat hotel saya menginap cuma setengah jam dengan taxi Isuzu Panther yang disupiri oleh perempuan setengah baya. Jalanan sejak keluar bandara sudah dipenuhi oleh bisingnya suara motor yang jumlahnya tak terhitung. Bila jalan satu arah, mobil akan berada di posisi sebelah kiri dan setengah badan lagi akan dikuasai oleh kendaraan roda dua ini. Apabila sudah terlalu padat atau ingin memotong jalan, pengendara motor tak segan masuk ke trotoar, persis seperti prilaku teman2nya di Jakarta. Menyebrang diperlukan keberanian atau lebih tepatnya kenekatan karena motor seringkali tak hirau dengan lampu merah, jadi berjalanlah terus karena motor akan melakukan zig zag menghidari pejalan kaki.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3511" title="mtr3" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/mtr3.jpg?w=450&#038;h=590" alt="mtr3" width="450" height="590" /></p>
<p>Motor memang menjadi moda transportasi utama di kota terpadat di Vietnam ini. Pemangkasan pajak impor kendaraan motor hingga 50%, naiknya pendapatan per kapita akibat ekspor yang terus meningkat (60% pendapatan Vietnam dari ekspor), masuknya motor murah dari Cina, adalah faktor2 yang menyebabkan kendaraan ini menjadi alat transportasi favorit penduduk dibandingkan dengan kendaraan umum yang belum tertata dengan baik.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3492" title="reuni" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/reuni.jpg?w=450&#038;h=676" alt="reuni" width="450" height="676" /></p>
<p>Inilah Ho Ch Minh yang dulu dikenal dengan sebutan Saigon, <em>the pearl of the orient, </em>begitu julukan yang diberikan sejak era kolonial Prancis. Kota metropolis ini  terus berbenah dan merupakan kota terbesar di Vietnam mengalahkan Hanoi, ibukota Vietnam di sebelah Utara. Dengan luas tiga kali Jakarta, HCMC dipadati oleh 7 juta penduduk yang hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan. Saat taxi melintas di <em>Saigon Reunification Palace</em> aroma akibat perang susah dilepaskan dari negara ini. Gedung ini menghiasi berbagai film perang Vietnam saat pintu gerbangnya didobrak oleh tank <em>NVA </em>di bulan April 1975 yang mengakhiri perang berkepanjangan dengan Amerika.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3487" title="viet4" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet4.jpg?w=450&#038;h=676" alt="viet4" width="450" height="676" /></p>
<p>Gambar Ho Chi Minh yang dihormati bertebaran di penjuru kota seakan mengingatkan generasi muda akan kisah kepahlawanan orang tua mereka yang berhasil mengusir para penjajah. Satu hal, jika ingin menyaksikan militansi bangsa Vietnam, datanglah ke Chu Chi Tunnel, sebuah lubang tikus  dengan panjang ratusan kilometer tempat persembunyian sekaligus perlawanan mereka terhadap Amerika. Di lubang yang sempit ini saya menyaksikan bagaimana mereka membangun fasilitas dapur, kantor, klinik, hingga ruang bedah dengan sistem ventilasi yang rumit sehingga jejak asap dari dapur umum sekalipun tidak akan pernah diketahui. Apa makanan mereka sehari-hari saat peperangan ? Singkong rebus dan gula merah yang akan disajikan kepada para turis  !</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3488" title="viet5" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet5.jpg?w=450&#038;h=676" alt="viet5" width="450" height="676" /></p>
<p>Generasi muda Vietnam sekarang mungkin lebih tersentuh dengan modernisasi dibandingkan dengan romantisme kepahlawanan generasi orang tua mereka. Saigon Center dan berbagai butik, galeri seni, cafe, dan kehidupan malam di kawasan di jalan Dong Khoi tempat hotel saya menginap seakan mencoba melupakan kegetiran perang yang tidak berkesudahan. Daerah ini merupakan jantung kota HCMC yang diabadikan oleh novelis Graham Greene dalam novel <em>The Quite American</em> tentang kehidupan mata2 Inggris di Saigon. Di seberang hotel tempat saya menginap terdapat Rex Hotel, tempat para jurnalis berkumpul saat mengabadikan peperangan, konon berhantu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3500" title="kv" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/kv.jpg?w=450&#038;h=676" alt="kv" width="450" height="676" /></p>
<p><em>Higland Coffee,</em> yang merupakan Starbucks versi Vietnam, dipenuhi para pengunjung, tapi tidak menggeser kebiasaan para penduduk ngopi di pinggir jalan dengan meja rendah dan kursi mini. Vietnam merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia terutama jenis robusta dan <em>ngopi</em> sudah menjadi tradisi sehari-hari yang menjadi pemandangan umum di jalan2 kota ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3503" title="bun-cha" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/bun-cha.jpg?w=450&#038;h=676" alt="bun-cha" width="450" height="676" /></p>
<p>Kalau berminat kita bisa mengikuti kebiasaan penduduk setempat tersebut sambil menikmati camilan kecil seperti <em>Cha Gio </em>(crispy spring roll), <em>Goi Cuon</em> <em>(fresh spring rolls)</em>,  atau merasakan mie bakso lokal <em>(pho)</em> dengan daun <em>mint</em> yang segar, dan diakhiri dengan <em>dessert bo bia ngot</em>, semacam crepes yang ditaburi coklat dan digulung dengan rasa manis dan tenu saja sambil ditemani segelas <em>cha pe da</em>, kopi susu ala Vietnam atau minuman favorit saya, kelapa muda yang rasanya <em>juicy</em> !</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3507" title="coco" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/coco.jpg?w=450&#038;h=676" alt="coco" width="450" height="676" /></p>
<p>Banyak cara untuk menikmati kota HCMC,tapi orang asing tidak diperkenankan membawa kendaraan sendiri saat menyewa mobil. Cara yang lebih murah dan praktis adalah dengan ojek, tapi negosiasikan dulu harganya karena banyak kejadian saat wisatawan harus membayar diluar kewajaran untuk jarak dekat. Cara lain adalah dengan taxi khusus turis (Saigon Tourist Taxi), tapi banyak di antara mereka yang tidak bisa berbahasa Inggris.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3509" title="ngon" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/ngon.jpg?w=450&#038;h=676" alt="ngon" width="450" height="676" /></p>
<p>Kota HCMM relatif aman untuk para turis, namun disarankan untuk menghindari percakapan tentang perang Vietnam dengan penduduk lokal apalagi memanggil mereka dengan sebutan Vietcong. Sebagai negara yang baru berkembang, banyak warganya yang masih hidup dalam kemiskinan. Mereka menganggap wisawatan terutama bule adalah sasaran empuk terutama dalam hal ongkos kendaraan umum seperti ojek wisata dan becak. Berpose untuk dipotret dengan pedagang atau penduduk lokal disarankan untuk dihindari kalau anda tidak ingin diperas hingga 10 dolar hanya untuk sekali pemotretan seperti yang terjadi dengan teman saya. Secara keseluruhan kota ini relatif  lebih aman saat karena polisi setempat berusaha sebisa mungkin melindungi kenyamanan para turis.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3489" title="viet3" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet3.jpg?w=450&#038;h=676" alt="viet3" width="450" height="676" /></p>
<p>Pasar Ben Thanh adalah salah satu atraksi wisatawan yang harus dikunjungi. Di  sini bisa kita temukan berbagai kerajinan setempat dan dengan harga cukup miring dibanding dengan yang dijual di toko2 lainnya. Tidak usah takut menawar karena dengan bahasa kalkulator kita bisa mendapat harga cukup pantas.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3504" title="ben" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/ben.jpg?w=450&#038;h=676" alt="ben" width="450" height="676" /></p>
<p>Rasanya perlu waktu yang cukup panjang untuk bisa melihat semua objek wisata di sini, tapi foto2 yang ditampilkan di sini semoga bisa memberikan sedikit gambaran kehidupan di HCMC yang bagi saya merupakan kota favorit di Asia. Kulinernya yang segar dan tidak terlalu berminyak terutama jajanan pasar-nya adalah hal yang membuat saya selalu bersemangat apabila bepergian ke negara ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3508" title="notre" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/notre.jpg?w=450&#038;h=676" alt="notre" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3510" title="mosque" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/mosque.jpg?w=450&#038;h=676" alt="mosque" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3506" title="col" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/col.jpg?w=450&#038;h=676" alt="col" width="450" height="676" /></p>
<p>Vietnam memang sedang menikmati buah kapitalisme, tapi negara ini punya sejarah panjang perlawanan tanpa henti terhadap invasi bangsa luar termasuk Cina, Khmer, Prancis hingga Amerika. <em>It&#8217;s a proud nation</em>.</p>
<p><em>We have a secret weapon&#8230;it is called Nationalism” </em>(Ho Chi Minh)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3483&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/26/tiga-juta-motor-di-ho-chi-minh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">viet1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/motor1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">motor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/mtr3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mtr3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/reuni.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">reuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">viet4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">viet5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/kv.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/bun-cha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bun-cha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/coco.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coco</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/ngon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ngon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/viet3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">viet3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/ben.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ben</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/notre.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">notre</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/mosque.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mosque</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/col.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">col</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delhi : explored (2)</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/02/delhi-explored-2/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/02/delhi-explored-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 17:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travel Asia]]></category>
		<category><![CDATA[qutb minar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3442</guid>
		<description><![CDATA[
Apa jadinya kalau India mempunyai menara miring Qutb Minar sebagaimana Pisa di Italia ? Selama 22 tahun dari 1983 hingga 2005 sebuah survey geologi yang dilakukan oleh pemerintah setempat menemukan fakta bahwa menara ini miring hingga 11 detik. Walaupun kemiringannya kemudian dibantah oleh pemerintah sendiri, situs sejarah ini merupakan tujuan wisata terpopuler dibandingkan dengan Taj [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3442&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3443" title="qm2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm2.jpg?w=450&#038;h=676" alt="qm2" width="450" height="676" /></p>
<p>Apa jadinya kalau India mempunyai menara miring Qutb Minar sebagaimana Pisa di Italia ? Selama 22 tahun dari 1983 hingga 2005 sebuah survey geologi yang dilakukan oleh pemerintah setempat menemukan fakta bahwa menara ini miring hingga 11 detik. Walaupun kemiringannya kemudian dibantah oleh pemerintah sendiri, situs sejarah ini merupakan tujuan wisata terpopuler dibandingkan dengan Taj Mahal. Dibangun oleh penguasa muslim pertama di India, Qutbuddin Aibak hampir di abad ke-12 berlokasi di kota New Delhi, sebuah<em> testament</em> peradaban yang luar biasa.</p>
<p><span id="more-3442"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3441" title="qm3" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm3.jpg?w=450&#038;h=676" alt="qm3" width="450" height="676" /></p>
<p>Foto di atas adalah bangunan menara dalam komplek yang sama, tapi tidak terselesaikan karena Raja Alaudin Khalji (1296-1316) keburu meninggal dan proyeknya tidak diteruskan oleh keturunannya. Jadilah menara setinggi 24.5 yang pada mula dibangun dua kali lipat lebih besar dari Qutb Minar terbengkalai.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3444" title="qm" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm.jpg?w=450&#038;h=676" alt="qm" width="450" height="676" /></p>
<p>Terdapat beberapa spekulasi mengenai fungsi menara ini, pertama sebagai tempat muadzin melantunkan panggilan sholat dalam kopmlek masjid Quwwatul Islam, kedua sebagai menara pemantau dari upaya ekspansi negara tetangga, ketiga sebagai benteng pertahanan. Apapun tujuan pembangunannya, Qutb Minar adalah bangunan megah yang dikerjakan dengan presisi tinggi hingga bisa bertahan hingga sekarang. Tidak heran kalau UNESCO memasukan bangunan ini ke dalam daftar <em> World Heritage.</em></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3445" title="qm5" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm5.jpg?w=450&#038;h=676" alt="qm5" width="450" height="676" /></p>
<p><em>Arabesque</em> atau motif klasik arsitektur Islam di salah satu bangunan Qutb Minar.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3447" title="qm4" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm4.jpg?w=450&#038;h=676" alt="qm4" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3465" title="dh5" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh51.jpg?w=450&#038;h=676" alt="dh5" width="450" height="676" /></p>
<p><strong>Dilli Haat</strong><br />
Tidak sempat menjelajahi India tentu bukan alasan untuk tidak melihat Taman Mini kerajinan dan makanan dari seluruh pelosok negeri ini yang dinamakan Dilli Haat. Tempat ini merupakan sebuah pameran permanen yang menjadi salah satu tujuan wisata yang tidak boleh dilewatkan dan terletak di pusat kota Delhi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3448" title="dh2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh2.jpg?w=450&#038;h=676" alt="dh2" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3449" title="dh" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh.jpg?w=450&#038;h=676" alt="dh" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3450" title="dh4" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh4.jpg?w=450&#038;h=676" alt="dh4" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3459" title="dh1" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="dh1" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3460" title="dh2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh21.jpg?w=450&#038;h=676" alt="dh2" width="450" height="676" /></p>
<p>Jangan sangka kalau makanan India didominasi oleh rempah dalam bentuk kari. Di sebuah negara bagian bernama Meghalaya yang berdekatan dengan Myanmar, Bhutan, dan Cina hingga tidak heran kalau makanan di atas sangat dipengaruhi oleh negara tetangganya, namun tetap dengan rasa khas India, pedas dengan harum rempah. &#8220;<em>India is really destination Yum&#8221;</em></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3461" title="chiken" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/chiken.jpg?w=450&#038;h=676" alt="chiken" width="450" height="676" /></p>
<p>Berpetualang di setiap negara yang saya kunjungi, serunya mencoba makanan khas mereka, ngobrol dengan penduduk setempat, dan tentu saja memotret keseharian mereka lebih mengasyikan dibandingkan mengikuti kegiatan paket tur. Semuanya dilakukan demi untuk merasakan <em>the heart of the city</em>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3442&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/02/delhi-explored-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qm2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qm3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qm5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/qm4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qm4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh51.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dh5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dh2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dh4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dh1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/dh21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dh2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/09/chiken.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chiken</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delhi : explored</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/01/delhi-explored/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/01/delhi-explored/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 17:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travel Asia]]></category>
		<category><![CDATA[gol gappa]]></category>
		<category><![CDATA[india food]]></category>
		<category><![CDATA[jama masjid]]></category>
		<category><![CDATA[makanan india]]></category>
		<category><![CDATA[old delhi street]]></category>
		<category><![CDATA[papadi chat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3394</guid>
		<description><![CDATA[
Gelegar suara petasan di halaman Jama Masjid (Masjid Jahan Numa) menjadi penanda iftar atau buka puasa namun tidak menghentikan kesibukan di Chawri Bazaar kawasan tertua di kota New Delhi tempat mesjid terbesar ini berada. Saya berada di Old Delhi street yang dipenuhi oleh lautan manusia, rickshaw, pedagang kaki lima, dan semerbak harumnya kebab, nasi biryani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3394&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3435" title="cover" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/cover.jpg?w=450&#038;h=676" alt="cover" width="450" height="676" /></p>
<p>Gelegar suara petasan di halaman Jama Masjid (Masjid Jahan Numa) menjadi penanda <em>iftar </em>atau buka puasa namun tidak menghentikan kesibukan di <strong><em>Chawri Bazaar</em></strong> kawasan tertua di kota New Delhi tempat mesjid terbesar ini berada. Saya berada di <em>Old Delhi street</em> yang dipenuhi oleh lautan manusia, <em>rickshaw</em>, pedagang kaki lima, dan semerbak harumnya kebab, nasi biryani serta kepulan asap pedangang teh atau <em>cha</em>. Inilah jantung kota Delhi yang sudah ada sejak pemerintahan Syahjahan di abad ke-16. Area ini ini selalu dipenuhi oleh pedagang rempah, tekstil, pengrajin besi atau kuningan, dan tentu saja jajanan khas Delhi.<span id="more-3394"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3425" title="hotel" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/hotel2.jpg?w=450&#038;h=676" alt="hotel" width="450" height="676" /></p>
<p>Selain Sri Lanka dan Maldives, India adalah negara ketiga di kawasan Asia Selatan yang baru pertama kali dikunjungi. Diperlukan Visa untuk berkunjung ke India dan bisa diurus dengan biaya 900 ribuan  selesai dalam waktu 2-3 hari. Dari Singapura diperlukan waktu sekitar 5.5 jam untuk sampai di bandara Internasional Indira Gandhi yang sedang bersiaga dengan virus flu babi. Pemeriksaan paspor di pos imigrasi dan bea cukai tidak terlalu berbelit dan tanpa proses tanya jawab atau ritual menunjukan tiket kepulangan seperti di yang sering saya alami saat berkunjung Brunei. Pihak hotel sudah menunggu saya di terminal kedatangan dan langsung diajak menuju mobil jemputan yang sudah tersedia. <em>&#8220;Welcome to New Delhi Sir&#8221;</em>, dan mulailah malam pertama saya di kota dengan penduduk 14 juta orang yang super padat ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3395" title="jama" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama" width="450" height="676" /></p>
<p>Sesampai di hotel, pihak concierge sudah langsung tahu nama saya dan langsung memberikan ucapan selamat datang dengan memberikan <strong><em>bindi</em></strong>, sebuah titik merah tepat di kening sebagai simbol dan harapan untuk keselamatan dan kesejahteraan para tamu hotel. Satu hal yang paling berkesan, proses <em>chek-in</em> tidak dilakukan di resepsion sebagaimana lazimnya, tapi langsung di kamar. Dengan kata lain mereka telah memegang kunci kamar dan langsung membawa tamu hotel ke lift. Praktis, dan tentu saja layanan prima dari sebuah hotel berbintang lima. <em>&#8220;Our guest is treated as Gods for us&#8221;</em> kata <em>concierge</em>-nya. Duuuh, saya mah boro2 Dewa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3434" title="transp" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/transp.jpg?w=450&#038;h=676" alt="transp" width="450" height="676" /></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Holly Cow : Lalu lintas Delhi</span></strong><br />
Tidak seorang pun termasuk polisi yang bisa mengatur sapi, setidaknya saat mahluk ini melintas dengan santainya di tengah jalan menghalangi para pengendara. Mahluk yang dianggap suci dalam agama Hindu ini memang punya keistimewaan dan pengendara hanya bisa membunyikan klakson sambil berdoa semoga sang sapi berbaik hati mengurangi penderitaaan mereka dalam kemacetan yang parah. Berbicara tentang bunyi klakson, para pengguna jalan di sini memang hobi membunyikan suaranya yang memekakan telinga dan menjadi &#8220;musik&#8221;  pengiring saat kita berkendara.</p>
<p>Selain klakson para pengendara mobil atau motor menjadikan sinar lampu jauh-nya menjadi cara untuk meminta jalan. Belok kiri atau kanan tanpa memberikan tanda sudah lumrah dilakukan di tengah jalanan yang didominasi oleh mobil2 kecil atau <em>city car</em>.   Pokoknya lalu lintas di kota Delhi sanggup membuat para penderita lemah jantung berdoa sekuat tenaga agar cepat sampai di tujuan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><img title="jama3" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama31.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama3" width="450" height="676" /></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Old Delhi dan Jama Masjid</span></strong><br />
Jadi apa yang akan dilakukan dengan waktu luang di sela-sela rutinitas kantor untuk merasakan denyut kehidupan kota <em>vibrant</em> ini ? <em>Old Delhi street</em> adalah tempat saya pilih untuk menyelami sebagian kehidupan masyarakat di sini sebuah lokasi yang begitu padat dengan mayoritas entitas Muslim terbesar di India.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3400" title="jama-gate" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama-gate.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama-gate" width="450" height="676" /></p>
<p>Untuk mencapai tempat yang terkenal dengan kemacetan  parah ini bisa dihindari dengan menggunakan Delhi Metro dan  berhenti di stasiun <em>Chawri Bazaa</em>r. Jalur ini merupakan jalur ke-2 yang bermula dari stasiun <em>I</em><em>shwa Vidyalaya</em> hingga <em>Central Secretariat</em>, sepanjang 4 km yang beroperasi sejak tahun 2004. Sistem transportasi <em>subway</em> mereka semakin berkembang dengan pembangunan jalur baru untuk mengatasi simpul2 kemacetan akibat perkembangan jumlah penduduk.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3403" title="jama-iftar" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama-iftar.jpg?w=450&#038;h=423" alt="jama-iftar" width="450" height="423" /></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jama_Masjid,_Delhi" target="_self">Jama Masjid</a> dengan warna kemerahan ini dibangun oleh Syah Jahan di tahun 1625 yang juga membangun Taj mahal, merupakan yang terbesar di India dan dapat menampng 25 ribu jemaah. Keindahan arsitekturnya terdiri dari tiga kubah dan dua menara setinggi 41m sungguh mempesonakan sebagaimana foto yang saya ambil di sini. Di bawah adalah foto2 lain yang menggambarkan jalan sepanjang di<em> Chawri Bazaar</em> kawasan <em>Chadni Cowk</em> yang terkenal itu :</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3397" title="jama2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama2.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama2" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3402" title="jama4" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama4.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama4" width="450" height="676" /></p>
<p>Fotonya diambil sekitar lima menit setelah berbuka puasa di sebuah jalan yang berhadapan langsung dengan pintu utama Jama Masjid.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3404" title="jama5" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama5.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama5" width="450" height="676" /></p>
<p>Pedagang roti sebagai salah satu makanan pokok dan penjual  minuman ringan.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3405" title="jama6" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama6.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama6" width="450" height="676" /></p>
<p>Aaah &#8230; ini yang menyegarkan, teh dicampur susu seperti teh tarik sebagai salah satu signature drink di New Delhi. India adalah salah satu negara terbesar pengkonsumsi dan produsen teh besar di dunia. Teh Darjeeling sangat terkenal dan diakui sebagai <em>one of the finest tea in the world. </em></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3408" title="jama8" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama8.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama8" width="450" height="676" /></p>
<p>Menunggu saat berbuka puasa di halaman Jama Masjid.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3409" title="jama7" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama7.jpg?w=450&#038;h=676" alt="jama7" width="450" height="676" /></p>
<p>Penjual minuman ringan.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3410" title="foods" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/foods.jpg?w=450&#038;h=676" alt="foods" width="450" height="676" /></p>
<p>Ini berupa makanan untu cuci mulut berupa roti yang dicampur dengan keju. susu, dan gula.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3411" title="dessert" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/dessert.jpg?w=450&#038;h=354" alt="dessert" width="450" height="354" /></p>
<p>Makanan di India banyak mengandung lemak dan kaya akan rempah2. Untuk mengurangi rasa eneg setelah bersantap kuah kari kambing, pihak restoran sering menyediakan daun2 yang rasanya seperti <em>mint</em> segar.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3413" title="gol" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/gol.jpg?w=450&#038;h=676" alt="gol" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3417" title="gol" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/gol1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="gol" width="450" height="676" /></p>
<p>Pada saat tour-nya di kota New Delhi, penyanyi gaek Tina Turner terpesona dengan jumlah penduduk dan akrobat lalu lintas Delhi, sementara saya tak habis mengagumi khazanah peradaban India yang direfleksikan dengan kekayaan arisitektur dan berbagai peninggalan bersejarah yang terawat dengan baik.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3394&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/09/01/delhi-explored/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/cover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/hotel2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hotel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/transp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">transp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama-gate.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama-gate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama-iftar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama-iftar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/jama7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jama7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/foods.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foods</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/dessert.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dessert</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/gol.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/08/gol1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Tuhan di hati waria</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/28/ada-tuhan-di-hati-waria/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/28/ada-tuhan-di-hati-waria/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 15:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Waria  Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[HIWAMA (Himpunan Waria  Mataram)]]></category>
		<category><![CDATA[IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta)]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap waria]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga besar waria yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mami vinolia]]></category>
		<category><![CDATA[Pawama (Paguyuban Waria Mataram)]]></category>
		<category><![CDATA[trasgender]]></category>
		<category><![CDATA[waria yogya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3294</guid>
		<description><![CDATA[
Wakijo dihajar habis-habisan oleh kakak kandungnya seorang preman Jogja yang punya nama tenar untuk menakuti orang. Harga dirinya seakan terkoyak melihat sang adik yang sering berdandan dan berprilaku seperti perempuan.  Apalah jadinya seorang jagoan mempunyai adik waria, alasan itulah yang membenarkannya memberikan &#8220;pelajaran&#8221; kepada Wakijo.  Untung sang ibu melerai kekerasan terhadap Wakijo. &#8220;Bagamanapun ia adik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3294&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3336" title="waki" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/waki1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="waki" width="450" height="676" /></p>
<p>Wakijo dihajar habis-habisan oleh kakak kandungnya seorang preman Jogja yang punya nama tenar untuk menakuti orang. Harga dirinya seakan terkoyak melihat sang adik yang sering berdandan dan berprilaku seperti perempuan.  Apalah jadinya seorang jagoan mempunyai adik waria, alasan itulah yang membenarkannya memberikan &#8220;pelajaran&#8221; kepada Wakijo.  Untung sang ibu melerai kekerasan terhadap Wakijo. &#8220;Bagamanapun ia adik kamu&#8221; tuturnya.  Perjalanan hidupnya mengalir terus dengan berbagai peristiwa hitam putih serta abu-abu seorang waria kota Jogjakarta hingga akhirnya menjadi seorang ketua di LSM Kebaya (Keluarga Besar Waria Yogyakarta) . Di sebuah rumah sederhana Jl. Gowongan Lor JT III/148, Yogyakarta tempat LSM ini berkantor saya berbincang dengan Mami Vinolia  dan anak angkatnya Yuni Shara dengan ditemani goreng pisang dan wedang jahe hangat.</p>
<p><span id="more-3294"></span></p>
<p>Malam2 yang dingin di kota Jogja adalah saat waria mulai keluar setelah berdandan menjadi perempuan cantik dan menjajakan dirinya di beberapa lokasi tempat mereka biasa mangkal. Di seputaran Jogja setidaknya para waria penjaja cinta mudah ditemukan di sekitar  Stasiun Tugu, kawasan ujung jalan Malioboro, pabrik gula Madukismo, terminal, hingga di daerah Bantul. Menurut data dari LSM Kebaya, saat ini tidak kurang dari 350 orang Waria yang beroperasi di daerah Jogja dan lebih dari 200 orangnya adalah penduduk asli kota gudeg ini.</p>
<p>&#8220;Dunia malam itu tidak bersahabat Mas&#8221; kata Vinolia kepada saya. &#8220;Selain uang, banyak pengalaman pahit yang kita dapatkan. Tidak dibayar, dibohongi, dilecehkan, dipukuli, hingga mau dibunuh. Saya pernah hampir dibuang di sebuah jurang daerah Kaliurang oleh serombongan pemuda yang mungkin tidak mau bayar&#8221;</p>
<p>Selain pengalaman yang tidak mengenakkan tadi, kami juga sering disuruh bertobat oleh para pemuka agama dan disuruh baca syahadat. &#8220;Waktu disuruh membaca sebuah ayat, ternyata ada seorang waria lain yang bisa karena dia lulusan Pesantren Tebu Ireng, tapi tetep saja kami dipersalahkan. Kalau kita renungkan, memang waria itu ada untuk mewarnai kehidupan di dunia ini. Bahwa keberadaan kita menjadi suatu ujian bagi manusia. Bahwa di samping ada laki2 dan perempuan, tapi di situ juga ada waria dan bagaimana kita seharusnya bersikap adil terhadap teman2 waria ini. Bukan lagi menuduh atau menyalahkan, tapi bagaimana bisa saling bekerja sama &#8230; harusnya seperti itu&#8221; kata Vinolia sambil menghela nafas panjang. &#8220;Jadi waria itu capek Mas&#8221;.</p>
<p>Pendapat yang sama diamini oleh Yuni Shara yang dulunya bernama Heru Baskoro, anak angkat Mami yang menemani obrolan kami. Keduanya akrab    dengan stigma negatif kepada kalangan transgender baik dari keluarga, masyarakat, hingga pemuka agama.<em> Opo tenan, opo tenan,</em> atau apa benar bahwa kaum waria akan ditempatkan di kerak neraka dan disiksa oleh Tuhan akibat dosa menjadi seorang Vinolia dan Yuni dalam tubuh laki-laki. Sebuah permenungan yang membuat mereka menghabiskan malam2 panjang dengan mencoba berdialog dengan Tuhan.</p>
<p>&#8220;Ya sudahlah, itu urusan saya dengan Tuhan. kalau Tuhan tidak mengizinkan saya hidup seperti ini mungkin saya sudah kecelakaan atau apes di jalan. Saya nyaman menjadi waria dan harus berbuat yang terbaik untuk diri sendiri dan teman2 waria lainnya. Saya tidak ingkar dengan janji ini dengan aktif di LSM Kebaya tanpa pamrih setelah berhenti total dari melacurkan diri. Kalau Gusti Allah tidak izin, rasanya gak mungkin saya bisa berbuat seperti ini&#8221; ujar Mami Vinolia.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3355" title="wk1" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/wk1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="wk1" width="450" height="676" /></p>
<p>Yuni yang juga mengalami berbagai tekanan dari kecil hingga masa remaja berpendapat sama. &#8220;Bahwa yang bisa mengukur dosa itu hanya Tuhan dan saya mantap dengan jalan hidup saya karena Dia punya rencana yang indah buat saya&#8221;</p>
<p>Bagusnya tidak semua kalangan agama mengambil sikap negatif terhadap mereka.  &#8220;Kyai Hamrolie justru lebih terbuka dan bisa menerima kami apa adanya&#8221;, kata Vinolia.  KH Hamrolie adalah pemimpin Pesantren Senin-Kemis dikawasan Notoyudan, Ngampilan di Jogja yang menerima santri waria, lesbian, maupun kalangan gay, sebuah inisiatif yang dipelopori oleh Ikatan Waria Yogyakarta (Iwayo).</p>
<p>&#8220;Boleh tidak saya yang tidak punya pengalaman membantu ?&#8221;  Kalimat itu mungkin menjadi titik balik hidupnya saat ia menawarkan dirinya menjadi relawan pada LSM Lentera, sebuah proyek di PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) yang mendampingi para penderita AIDS di kalangan waria Jogja. Di tahun 1993 itu, Wakijo  memutuskan untuk berhenti <em>nyebong</em> atau menjadi pekerja seks komersil yang sudah dilakoninya selama 12 tahun dan mulai aktif sebagai petugas lapangan.</p>
<p>Keputusan inilah yang kemudian membawanya kepada dunia advokasi dan perlindungan waria khususnya yang menderita HIV hingga sekarang. Komitmennya ditunjukan dengan bekerja serabutan dengan mencucikan pakaian dan memasak buat para anak2 kos karena penghasilannya dari dunia malam praktis terputus.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3344" title="keb" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/keb2.jpg?w=450&#038;h=676" alt="keb" width="450" height="676" /></p>
<p>Selama enam tahun hingga 1999 ia bergerak sebagai petugas di lapangan yang memberikan penjelasan mengenai manfaat kondom dan menganjurkan para waria untuk melakukan tes HIV secara teratur. Dengan dibantu salah seorang anak angkatnya, Heru Baskoro yang biasa dipanggil Yuni Shara ia semakin giat dan membagi waktunya untuk anak2 jalanan. Sayangnya Vinolia merasa tidak fokus dan akhirnya memutuskan untuk secara total bergerak di kalangan waria.</p>
<p>Kesungguhannya di lapangan membuatnya ditawari oleh salah satu lembaga donor di luar negeri untuk membuat LSM sendiri. Maka di tahun 2006 setelah selama tahun masa persiapan berdirilah <strong>LSM Kebaya</strong> (Keluarga Besar Waria Yogyakarta) sebuah nama yang dipilih untuk membedakan dengan perkumpulan waria lain di Jogja seperti IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta), PAWAMA (Paguyuban Waria Mataram) serta HIWAMA (Himpunan Waria  Mataram).</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3298" title="mom2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/mom21.jpg?w=450&#038;h=676" alt="mom2" width="450" height="676" /></p>
<p>Kini Mami Vinolia dan Wakijo disibukan dengan berbagai aktivitas advokasi kalangan waria termasuk program <em>care, support and treatment</em>. Sebuah program pendampingan bagi para penderita AIDS yang sedang menjalani pengobatan anti viral. Halusinasi, depresi, delusi, dan berbagai gangguan kejiwaan lainnya merupakan efek samping obat<em> retroviral</em> dalam masa2 awal pengobatan. Pada tahap genting inilah para relawan melakukan pendampingan kepada para penderita HIV  dan memberikan semangat untuk terus melakukan pengobatan. Selain program inti tersebut, mereka juga melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah Jogja kerap mereka lakukan terutama dalam merumuskan peraturan untuk melindungi kalangan trasgender di kota Jogja.</p>
<p>Perbincangan hangat kami harus diakhiri karena waktu sudah menunjukan jam 21.30 saat udara kota Jogja semakin dingin. Perjuangan untuk persamaan hak-hak sipil bagi kalangan waria mungkin masih panjang, tapi Vinolia Wakijo dan teman2nya sudah membuktikan dengan satu langkah konkrit dengan aktivitas di LSM Kebaya. Mereka sudah berdamai dengan identitas gendernya dan meyakini jalan hidup yang sudah dan akan terus dilakoni sebagai waria berbekal sebuah keyakinan akan rencana Tuhan yang indah.</p>
<p>Jogjakarta, 22 Juli 2009.<br />
(Terima kasih untuk Ikarini Wulandari yang membuat saya bisa ngobrol dengan teman2 di LSM Kebaya) </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3294&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/28/ada-tuhan-di-hati-waria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/waki1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">waki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/wk1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wk1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/keb2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">keb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/mom21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mom2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jogjager</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/26/jogjager/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/26/jogjager/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 14:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan lik man]]></category>
		<category><![CDATA[benteng vredenburg]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg sagan]]></category>
		<category><![CDATA[kopi blandongan]]></category>
		<category><![CDATA[kopi jos jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sego kucing]]></category>
		<category><![CDATA[tugu jogja]]></category>
		<category><![CDATA[waroeng steak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3300</guid>
		<description><![CDATA[
Saya ingin merasakan atmosfir Jogja sebagaimana yang dialami oleh warganya dan bukan sebagai turis yang asyik belanja di Malioboro. Itu pesan saya kepada teman baik yang saya &#8220;paksa&#8221; menjadi pemandu wisata dadakan. Jadilah sebuah acara disusun berikut &#8220;ritual&#8221; yang harus saya laksanakan demi menjadi seorang  Jogjager dadakan dengan base camp di guest house panti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3300&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3302" title="lik" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/lik1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="lik" width="450" height="676" /></p>
<p>Saya ingin merasakan atmosfir Jogja sebagaimana yang dialami oleh warganya dan bukan sebagai turis yang asyik belanja di Malioboro. Itu pesan saya kepada teman baik yang saya &#8220;paksa&#8221; menjadi pemandu wisata dadakan. Jadilah sebuah acara disusun berikut &#8220;ritual&#8221; yang harus saya laksanakan demi menjadi seorang  <em>Jogjager</em> dadakan dengan <em>base camp</em> di <em>guest house</em> panti asuhan Santa Maria di kawasan Ganjuran, Bantul.</p>
<p><span id="more-3300"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3303" title="lik2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/lik2.jpg?w=450&#038;h=676" alt="lik2" width="450" height="676" /></p>
<p>Belum ke Jogja kalau tidak merasakang <em>ngangkring</em> begitu kata orang sana. Angkringan pada dasarnya adalah sebuah tempat di mana para pedagang menjual kopi, <em>sego kucing,</em> dan berbagai penganan lainnya. Tempat duduk di depan pedagangnya hanya cukup untuk beberapa orang saja, tapi sepertinya lesehan di atas tikar dengan lampu penerangan seadanya menjadi pilihan banyak pengunjung.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3316" title="sego" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/sego.jpg?w=450&#038;h=676" alt="sego" width="450" height="676" /></p>
<p>Saat malam semakin larut angkringan Lik Man di jalan Pangeran Mangkubumi justru semakin ramai dengan pengunjung. Sebagian besar anak2 muda, kemungkinan besar para mahasiswa dan pelajar yang datang berombongan menggunakan motor atau mobil. Sebagian pasangan muda mudi yang sedang jatuh cinta, di pojok lain diskusi hangat tentang politik Indonesia tengah berlangsung dengan serius, di samping saya dua orang sedang tepekur khusyuk bermain catur, yang lain cukup dengan menikmati suasana dinginnya Jogja, sendirian.</p>
<p>Kopi jos atau kopi yang dimasukan bara arang merupakan kekhasan yang bisa ditemukan di sini selain <em>sego kucing</em> (nasi bungkus mini dengan lauk pauk sekedarnya). Tidak usah risau dengan harga makanan dan minuman di angkringan yang harganya <em>astagfirullah</em> murahnya dibandingkan dengan lesehan Malioboro. Ke Jogja ? ya harus <em>ngangkring</em>.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3319" title="blan" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/blan.jpg?w=450&#038;h=676" alt="blan" width="450" height="676" /></p>
<p>Bagi para penggemar kopi, selain di angkringan, kita juga bisa menikmati warung kopi lesehan yang bertebaran di seantero kota ini. Sebagian ada yang buka hingga 24 jam, tapi semuanya menawarkan kesederhanaan, keterbukaan, hubungan pemilik dan pelanggan yang lebih intens, dan tentu saja secangkir kopi nikmat dengan harga 1700 hingga 5 ribuan sudah bisa kita nikmati. Di banding dengan cafe modern, warung kopi yang dipelopori oleh Badrun (nama aslinya Nasrudin) dengan merek dagang kopi Blandongan adalah fenomena yang mulai muncul di tahun 2000 saat ia mengimpor kebiasaan masyarakat Jawa Timur pesisir yang gemar ngopi sambil menikmati rokok ke kota ini. Dengan slogan &#8220;selamatkan anak bangsa dari kekurangan kopi&#8221; lesehan sambil nyeruput kopi ala Blandongan sudah manjadi bagian dari  kultur warga Jogja.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3306" title="sangan" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/sangan1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="sangan" width="450" height="676" /></p>
<p><em>Ngangkring</em> dan <em>ngopi</em> sebagai bagian dari ritual yang Jogjager sudah dilakukan dan sekarang giliran <em>ngegudeg</em> dan Sagan adalah pilihan kami. Berbeda dengan cita rasa manis gudeg khas kuliner Jogja, gudeg Sagan ibu Wati lebih bisa diterima oleh masyarakat yang tidak terbiasa dengan masakan manis. Lokasinya di jalan Sagan dengan harga minimal 10 ribu per porsi bisa kita nikmati sambil dihibur dengan iringan band lokal.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3312" title="steak" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/steak1.jpg?w=450&#038;h=676" alt="steak" width="450" height="676" /></p>
<p>Satu lagi, Waroeng Steak &amp; Shake yang sebenarnya buka di berbagai kota saya kunjungi karena tempat ini merupakan favorit bagi para pelajar atau mahasiswa yang ingin menikmati <em>steak</em> dengan harga murah, 12.500 per porsi + <em>milk shake</em> 5.000. Mana ada harga gila seperti itu, bahkan untuk kota Bandung yang sudah semakin komersial dengan harga relatif tinggi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3309" title="chiken-steak" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/chiken-steak.jpg?w=450&#038;h=676" alt="chiken-steak" width="450" height="676" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3310" title="tugu" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/tugu.jpg?w=450&#038;h=676" alt="tugu" width="450" height="676" /></p>
<p>Ritual terakhir adalah nongkrong dan menyentuh Tugu Jogja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  sebuah <em>landmark </em>yang sering digunakan untuk kumpul2 atau sekedar foto2. Kawasan ini mulai ramai dikunjungi anak2 muda atau turis sejak menjelang dini hari. Akhirnya setelah nongkrong sana sini, Benteng Vredenburg adalah tujuan terakhir sebelum kepulangan saya sambil menikmati wedang ronde dan ngobrol ngalor ngidul dengan pengamen yang juga seorang mahsiswa di kota ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3321" title="vred" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/vred.jpg?w=450&#038;h=676" alt="vred" width="450" height="676" /></p>
<p>Jam sudah menunjukan pukul tiga dini hari dan dengan terkantuk saya harus kembali ke penginapan agar tidak kesiangan penerbangan esok hari ke Jakarta. Saya akan kembali lagi, pasti.</p>
<p><em>Jogja, kitho ingkang ngebeki ing katresnan</em>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3300&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/26/jogjager/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/lik1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/lik2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lik2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/sego.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sego</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/blan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/sangan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sangan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/steak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">steak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/chiken-steak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chiken-steak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/tugu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tugu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/vred.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">vred</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Libur telah usai</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/20/libur-telah-usai/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/20/libur-telah-usai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 17:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[braga]]></category>
		<category><![CDATA[cimol]]></category>
		<category><![CDATA[cimol boebat]]></category>
		<category><![CDATA[ciwidey]]></category>
		<category><![CDATA[combro]]></category>
		<category><![CDATA[es lilin]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan bandung]]></category>
		<category><![CDATA[kawah putih ciwidey]]></category>
		<category><![CDATA[kebun binatang bandung]]></category>
		<category><![CDATA[kopi arang]]></category>
		<category><![CDATA[kopi gesang]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner bandung]]></category>
		<category><![CDATA[rm ampera]]></category>
		<category><![CDATA[rumah makan ampera]]></category>
		<category><![CDATA[situ patengan]]></category>
		<category><![CDATA[situ patenggang]]></category>
		<category><![CDATA[sumber hidangan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bandung]]></category>
		<category><![CDATA[wisata ciwidey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3245</guid>
		<description><![CDATA[
Liburan itu selalu menyenangkan, setidaknya sejenak melupakan rutinitas kantor, email, telepon, conference call, inquiries, dan segala macam ritual korporasi yang tidak berkesudahan. Jadi selama hampir dua minggu saya habiskan menjelajah kota Bandung dan sekitarnya plus menikmati berbagai kuliner pinggiran jalan. 

1. Kebun Binatang. Lokasinya sangat berdekatan dengan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) di kawasan Bandung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3245&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3246" title="chronicle" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/chronicle.jpg?w=440&#038;h=664" alt="chronicle" width="440" height="664" /></p>
<p>Liburan itu selalu menyenangkan, setidaknya sejenak melupakan rutinitas kantor, email, telepon, <em>conference call</em>, <em>inquiries</em>, dan segala macam ritual korporasi yang tidak berkesudahan. Jadi selama hampir dua minggu saya habiskan menjelajah kota Bandung dan sekitarnya plus menikmati berbagai kuliner pinggiran jalan. <span id="more-3245"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3247" title="dara" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/dara.jpg?w=440&#038;h=664" alt="dara" width="440" height="664" /></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>1. Kebun Binatang.</strong></span> Lokasinya sangat berdekatan dengan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) di kawasan Bandung Utara. Kebun Binatang ini menyimpan berbagai satwa eksotis dari seluruh Indonesia walau sebagian penghuninya sudah sepuh. Dengan tiket masuk 11 ribu, inilah hiburan rakyat untuk menikmati berbagai hewan yang menjadi koleksi kebun binatang ini. Kalau dipikir kasihan  melihat satwa liar yang terpkasa dijadikan tontonan para manusia dalam sebuah kurungan sempit dibandingkan habitat aslinya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3253" title="ciw6" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/ciw6.jpg?w=440&#038;h=664" alt="ciw6" width="440" height="664" /></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>2. Ciwidey. </strong></span>Dengan waktu tempuh sekitar 90 menit ke Selatan Bandung kita sudah bisa menikmati pemandangan indah di daerah Ciwidey. Hamparan perkebunan teh Ciwalini dan Rancabali sungguh memanjakan mata dan tiupan udara sejuk di daearah dengan ketinggian lebih dari 2.400 di atas permukan laut. Sebenarnya kawasan ini hanya berjarak kurang dari 50km, namun karena kemacetan yang menghadang di daerah Kopo-Sayati, waktu tempuh bisa lebih panjang.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3248" title="kawah2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/kawah2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="kawah2" width="440" height="664" /></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>3. Kawah Putih. </strong><strong> </strong></span>Pemandangan sangat indah yang bisa dijadikan tujuan pertama adalah kawasan wisata di daerah Ciwidey adalah Kawah Putih. Dengan jalan terjal sepanjang 5.6 km dari jalan utama kita bisa menikmati objek wisata yang sangat indah ini. Hamparan belerang dengan gradasi warna biru dan hijau sungguh elok dipandang mata. Di masa kolonial Belanda dan Jepang belerangnya dimanfaatkan oleh kedua pemerintahan dengan mendirikan perusahaan Zwavel Ontgining dan Kenxaka Gokoya.  <strong> </strong><span style="color:#3366ff;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3249" title="kawah" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/kawah.jpg?w=440&#038;h=664" alt="kawah" width="440" height="664" /></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3252" title="patengan" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/patengan.jpg?w=440&#038;h=664" alt="patengan" width="440" height="664" /></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>4. Situ Patengan.</strong></span> Sebuah danauyang menurut mitos setempat merupakan tempat pertemuan mojang dan jajaka yang diabadikan di Batu Cinta di tepian danaunya. Dengan membayar 10 ribu per orang kita bisa berfoto di lokasi Batu Cinta sebuah bongkahan yang dipercaya menjadi perlambang pertemuan dua insan tersebut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3257" title="comtw" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/comtw.jpg?w=440&#038;h=664" alt="comtw" width="440" height="664" /></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong>5. Kuliner dan jajanan pinggir jalan di Bandung. </strong></span>Selanjutnya kuliner Bandung &#8230; buat teman2 saya yang nun jauh di sana moga2 bisa mengobati kerinduan akan jajanan pinggir jalan di kota Bandung. Saya harap fotonya sudah bisa berbicara akan kelezatan jajanan di kota ini tanpa harus dijelaskan panjang lebar.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3258" title="CIMOLTW" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/cimoltw.jpg?w=440&#038;h=664" alt="CIMOLTW" width="440" height="664" /></p>
<p>Cimol kata lain dari cilok (aci di colok=tepung tapioka yang di tusuk), sebuah makanan unik sejak jaman dahulu, tapi sekarang sudah dimodifikasi dengan berbagai rasa. Cimol yang saya foto merupakan salah satu <em>favorite spot</em> buat para pecinta makanan ini dengan harga 2000 per 12 butir.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3259" title="espisangtw" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/espisangtw.jpg?w=440&#038;h=664" alt="espisangtw" width="440" height="664" /></p>
<p>Masih di lokasi yang sama dengan Cimol, pembeli bisa memesan es pisang hijau ini dengan harga 4500 per porsi. Rasa ? Coba saja.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3273" title="piskej" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/piskej1.jpg?w=440&#038;h=664" alt="piskej" width="440" height="664" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3260" title="mie" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/mie.jpg?w=440&#038;h=664" alt="mie" width="440" height="664" /></p>
<p>Dua jajanan kegemaran anak saya di daerah pecinan jalan Cibadak, pisang tanduk dengan topping bermcam-macam dan mie yamin + bakso kuah dan kerupuk kulit. Rasanya <em>edun</em> sekali.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3262" title="linzen2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/linzen2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="linzen2" width="440" height="664" /></p>
<p>Walau tempatnya sudah tua sekali, restoran Sumber Hidangan sudah buka sejak tahun 1929. Inilah salah satu ikon Bandung yang berlokasi di jalan Braga, sebuah restoran yang menyediakan makanan dan <em>snack</em> dari Belanda maupun lokal. Semua peralatan yang digunakan termasuk mesin kasirnya masih asli sejak toko ini buka dan belum terjamah modernisasi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3261" title="gado2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/gado2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="gado2" width="440" height="664" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3263" title="sumber" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/sumber.jpg?w=440&#038;h=664" alt="sumber" width="440" height="664" /></p>
<p>Harga makanan di Sumber Hidangan relatif murah, misalnya gado2 dan es krim di atas hanya 8 ribu, juga makanan lain yang rata2 di bawah 20 ribu.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3264" title="es-lilin2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/es-lilin2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="es-lilin2" width="440" height="664" /></p>
<p>Es lilin si abang termasuk barang langka karena metode pembuatannya masih sangat tradisional dengan cara menggoyang-goyangkan cetakannya agar terbentuk es, begitu kira2 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Mau tahu harganya ? Lima ratur per buah saja.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3265" title="rmampera" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/rmampera.jpg?w=440&#038;h=664" alt="rmampera" width="440" height="664" /></p>
<p>Nah ini rumah makan yang sering membuat saya kesurupan akibat sambal terasinya yang super duper. Rumah makan Ampera menyediakan berbagai masakan khas Sunda seperti dan sudah banyak di buka di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3268" title="gesang" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/gesang1.jpg?w=440&#038;h=664" alt="gesang" width="440" height="664" /></p>
<p>Cuaca semakin dingin di kawasan Bandung Utara, bersama teman saya seorang pengusaha kopi saya meluncur ke sebuah kedai cafe kecil yang bernama Kopi Gesang. Di malam terakhir liburan di kota ini saya menikmati kehangatan kopi yang dicelup dengan bara dari arang. Metode unik ini dipercaya akan membuat kopi terasa lebih nikmat, mengurangi ampas dan keasaman kopi.</p>
<p>Ah Bandung &#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3245&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/07/20/libur-telah-usai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/chronicle.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chronicle</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/dara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/ciw6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ciw6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/kawah2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kawah2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/kawah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kawah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/patengan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">patengan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/comtw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">comtw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/cimoltw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CIMOLTW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/espisangtw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">espisangtw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/piskej1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">piskej</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/mie.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/linzen2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">linzen2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/gado2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gado2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/sumber.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumber</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/es-lilin2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">es-lilin2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/rmampera.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rmampera</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/07/gesang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gesang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalanan hingga cafe, sama nikmatnya</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/28/jalanan-hingga-cafe-sama-nikmatnya/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/28/jalanan-hingga-cafe-sama-nikmatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 13:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bandros cihuy]]></category>
		<category><![CDATA[baso runtah]]></category>
		<category><![CDATA[basrun]]></category>
		<category><![CDATA[belgian waffle]]></category>
		<category><![CDATA[brussels spring]]></category>
		<category><![CDATA[brussels spring jalan sumatera no. 30]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan bandung]]></category>
		<category><![CDATA[kue pancong]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner bandung]]></category>
		<category><![CDATA[makanan bandung]]></category>
		<category><![CDATA[rumah makan sari rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sambal hijau]]></category>
		<category><![CDATA[sambel hejo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=3201</guid>
		<description><![CDATA[
Orang Bandung punya kegemaran aneh dalam hal menamakan kuliner mereka. Mie bakso yang sebenarnya berasal dari Solo itu disingkat menjadi &#8220;Basrun&#8221; atau  &#8220;Baso Runtah&#8221; karena berdekatan dengan tempat pembuangan sampah (runtah). Abah Mamad penjual bandros (kue pancong) akan berteriak  &#8220;Cihuuy&#8221; suatu ekspresi kegembiraan yang kemudian menjadi merek dagangannya sejak tahun 1973. Dibalik berbagai nama aneh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3201&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3200" title="culinary" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/culinary.jpg?w=440&#038;h=664" alt="culinary" width="440" height="664" /></p>
<p>Orang Bandung punya kegemaran aneh dalam hal menamakan kuliner mereka. Mie bakso yang sebenarnya berasal dari Solo itu disingkat menjadi &#8220;Basrun&#8221; atau  &#8220;Baso Runtah&#8221; karena berdekatan dengan tempat pembuangan sampah (runtah). Abah Mamad penjual bandros (kue pancong) akan berteriak  &#8220;Cihuuy&#8221; suatu ekspresi kegembiraan yang kemudian menjadi merek dagangannya sejak tahun 1973. Dibalik berbagai nama aneh tersebut banyak cerita2 menarik dibalik keuksesan mereka mendulang pengunjung yang tak henti memenuhi gerai mereka. Mari jalan dengan saya menyusuri jajanan di kota ini.</p>
<p><span id="more-3201"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3203" title="kupat" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/kupat.jpg?w=440&#038;h=664" alt="kupat" width="440" height="664" /></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">KUPAT TAHU GEMPOL</span></h3>
<p>Sarapan pagi bisa kita mulai di kupat tahu yang berlokasi di Pasar jalan Gempol. Ini makanan yang berupa lontong, toge, tahu yang disiram bumbu kacang hampir sama dengan ketoprak. Salah satu kekhasan yang membuat tempat ini selalu ramai adalah rasa bumbu kacangnya yang kental dengan aroma harum selain sayurannya yang segar. Sayangnya tempat duduk hanya beberapa meja, jadi kalau saat pengunjung ramai, banyak yang menikmati di dalam kendaraan masing2. Harga per porsi hanya 9 ribu dan tentu saja mengenyangkan. Pemiliknya ibu Haji Yayah sudah berbisnis sejak tahun 1965 dan sekarang sudah memiliki cabang di berbagai tempat seperti jalan Setiabudi, jalan Braga, Bandung Electronic Center, dan Gasibu. Hanya kalau anda bermaksud ke sini harus sepagi mungkin karena biasanya kupat tahu bu H. Yayah sudah tandas sebelum saat makan siang.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3204" title="bandros" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/bandros.jpg?w=440&#038;h=664" alt="bandros" width="440" height="664" /></p>
<p>Nah ini dia si &#8220;cihuy&#8221;, kue bandros khas kota Bandung yang lokasinya berdekatan dengan Kupat tahu Gempol atau di jalan Tirtayasa. Bandrosnya mempunyai banyak variasi rasa seperti keju, coklat, manis, asin, dan susu. Harganya hanya 6 ribu untuk topping coklat atau keju dan setengahnya untuk yang manis/asin polos. Abah mamad yang kelahiran Garut sudah memulai menjajakan bandrosnya sejak tahun 60an ! dan terus  memberikan kenikmatan rasa bandrosnya bagi para pecinta kuliner ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3205" title="baso" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/baso.jpg?w=440&#038;h=664" alt="baso" width="440" height="664" /></p>
<p>Ini yang tadi saya sebut dengan bakso runtah sebuah tempat jajanan yang lokasinya berada di belakang mall Bandung Indah Plaza (BIP). Kalau ditanya, Pak Darno pemiliknya, tidak bisa menghitung berapa jumlah mangkung bakso yang terjual setiap harinya. Ia tidak mengada-ada karena pengunjung terus memenuhi tempat jualannya dan sebagian harus antri karena membludak saat jam semakin siang. Mulai buka sejak jam 11 siang hingga jam enam sore dan sepanjang waktu itulah pengunjung menikmati rasa mie/bihun bakso-nya yang rasanya bisa kita atur sesuai selera, asam, manis pedas, seger2, yang penting tempat ini memang  salah satu <em>hidden spot</em> jajanan Bandung.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3206" title="sambal" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/sambal.jpg?w=440&#038;h=664" alt="sambal" width="440" height="664" /></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Rumah Makan Sari Rasa a.k.a. Sambel Hejo</span></h3>
<p>Kami makan siang di tempat ini, jalan Natuna karena terkenal dengan sambal hijau-nya. Makanan yang disajikan adalah khas Sunda terdiri dari sayur untuk lalapan+sambal hijau atau terasi yang warnanya merah, tahu, tempe, ayam kampung goreng, sayur asem, dan beberapa menu khas bumi Priangan lainnya. Menempati sebuah rumah di jalan Natuna 29, rumah makan ini sebenarnya milik suami istri dari pasangan Irwan Ma&#8217;ruf  dan Dian yang juga membuka RM Ciganea di jalan Lodaya. Buka dari jam 8 pagi hingga 8 malam dengan harga per porsi sekitar 10-15 ribuan. Buat makan siang khas Sunda, ini tempat yang bisa dipertimbangkan.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3207" title="sambel2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/sambel2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="sambel2" width="440" height="664" /></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Menikmati Kokain di Brussels Spring Cafe</span></h3>
<p>Usaha cafe itu harus mengikuti gaya hidup kata Irwan Martin, pemilik Brussels Spring Cafe yang khusus belajar coklat di Belgia selama setahun sebelum terjun ke bisnis ini. Datang dari keluarga<em> bakery</em>, Irwan sudah kadung hobi dengan segala kegiatan pastry walau sekolahnya di jurusan ekonomi. Berbekal dengan idealisme dan melihat peluang bahwa bisnis cafe akan terus tumbuh di kota Bandung, Irwan bersama teman2nya membangun cafe ini di tahun 2006.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3208" title="Belgian2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/belgian2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="Belgian2" width="440" height="664" /></p>
<p>Bisnisnya terus bergulir karena cafe dengan konsep <em>modern chic </em>diminati bukan hanya dari kalangan anak muda tapi hampir semua kalangan dengan salah satu menu andalah <em><strong>Cocaine</strong></em>, susu panas yang dicampur dengan butiran coklat <em>couverture</em> dari Belgia yang rasanya bisa bikin merem melek. Tulisan lengkap mengenai Brussel Spring akan saya posting di blog kopi saya sekaligus berbagi pengalaman semangat anak2 muda ini keluar dari <em>comfort zone </em>dan berani membuka bisnis dibidang makanan yang terkenal dengan tingkat <em>mortality</em>-nya yang tinggi. Saat ini mereka sedang mempersiapkan cafe-nya yang kedua dengan gaya Belanda tahun 20-30an persis di depan cafe ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3222" title="cocaine" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/cocaine.jpg?w=440&#038;h=664" alt="cocaine" width="440" height="664" /></p>
<p>BTW, saat menulis posting ini saya tidak henti2nya membayangkan pengalaman menjelajahi sudut2 kota Bandung yang bukan saja kaya dengan jajanan, tapi kreativitas mengolah makanan yang tiada henti, dan daya tahan bisnis di bidang ini beberapa bisa bertahan hingga puluhan tahun.</p>
<p>&#8220;Maafkan saya kalau membuat anda ngiler <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/3201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/3201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/3201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/3201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/3201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/3201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/3201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/3201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/3201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/3201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=3201&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/28/jalanan-hingga-cafe-sama-nikmatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/culinary.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">culinary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/kupat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kupat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/bandros.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bandros</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/baso.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/sambal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sambal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/sambel2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sambel2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/belgian2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Belgian2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/cocaine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cocaine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Food photography itu &#8230; gampang !</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/22/food-photography-itu-gampang/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/22/food-photography-itu-gampang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 16:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[canon ef 24-70mm/f2.8L USM]]></category>
		<category><![CDATA[Canon EFS 60mm/f2.8 Macro USM]]></category>
		<category><![CDATA[digital camera]]></category>
		<category><![CDATA[food photography]]></category>
		<category><![CDATA[fotografer makanan]]></category>
		<category><![CDATA[kamera canon]]></category>
		<category><![CDATA[lensa canon]]></category>
		<category><![CDATA[lensa food photography]]></category>
		<category><![CDATA[lensa l series]]></category>
		<category><![CDATA[teknik food photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=2723</guid>
		<description><![CDATA[
Foto makanan di atas hanya diambil dengan satu lensa dan teknik pencahayaan seadanya, tidak lebih.  Jadi siapa bilang kalau hobi atau profesi ini harus bermodal besar seperti fashion atau wedding? Untuk kesekian kalinya, artikel ini akan berbagi pengalaman pribadi saya dalam bidang food photography yang sangat menyenangkan sekaligus mengenyangkan   Bukankah ada satu pendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=2723&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-3174" title="syailendra" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/syailendra.jpg?w=440&#038;h=664" alt="syailendra" width="440" height="664" /></p>
<p>Foto makanan di atas hanya diambil dengan satu lensa dan teknik pencahayaan seadanya, tidak lebih.  Jadi siapa bilang kalau hobi atau profesi ini harus bermodal besar seperti <em>fashion</em> atau <em>wedding</em>? Untuk kesekian kalinya, artikel ini akan berbagi pengalaman pribadi saya dalam bidang <em>food photography </em>yang sangat menyenangkan sekaligus mengenyangkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bukankah ada satu pendapat bahwa bila anda menguasai teknik di bidang <em>f</em><em>ood photography</em> maka tidak susah untuk masuk ke bidang foto yang lain. Tertarik ?</p>
<p><span id="more-2723"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2724" title="fp4" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/03/fp4.jpg?w=440&#038;h=664" alt="fp4" width="440" height="664" /></p>
<p>Bacaan tentang teknik jepret foto makanan sangat jarang kita dapati, setidaknya saya susah menemukannya di berbagai toko buku. Kurangnya informasi mengenai bidang fotografi makanan kemungkinan membuat bidang ini jarang diminati, apalagi oleh para fotografer pemula. Padahal salah satu kelebihannya adalah penggunaan alat yang minim. Hanya berbekal satu kamera DSLR dan satu lensa anda sudah dapat memulai bereksperimen memotret makanan. Di bawah ini beberapa tips praktis berdasarkan pengalaman pribadi dan semoga bisa berguna bagi siapa saja yang tertarik di bidang ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3177" title="kids" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/kids.jpg?w=440&#038;h=664" alt="kids" width="440" height="664" /></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">The world is but a canvas to the imagination (Henry David Thoreau)</span></h3>
<p>Menekan shutter kamera itu gampang, <strong>kreativitas yang sulit</strong>. Saya mengembangkan gaya foto makanan saya bukan dengan semedi dan tirakat, tapi melihat hasil foto makanan di berbagai media yang membuat ngiler. Selalu saya perhatikan komposisi, teknik pencahayaan, ruang tajam atau <em>dept of fiel</em><em>d</em>, sudut pengambilan, aksesoris atau ornamen pendukung dan detail2 lain yang menarik.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Jangan risaukan merek</strong> <strong>kamera</strong> antara Canon, Nikon, Sony, dan masih banyak lagi. Tidak ada kamera khusus untuk foto makanan, pemandangan, atau olah raga. Lucu kalau membaca perdebatan yang tidak berkesudahan antara keunggulan Nikon dan Canon diberbagai forum fotografi. Pada akhirnya hasil akhir yang akan menentukan bukan alatnya.  Untuk tulisan ini saya hanya akan membahas merek Canon, karena hanya itu alat yang saya punya dan tidak berarti lebih unggul dari Nikon atau merek lainnya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3186" title="canon-501.8" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/canon-501-8.jpg?w=440&#038;h=435" alt="canon-501.8" width="440" height="435" /></p>
<p><strong> </strong><strong>Lensa</strong> : Mayoritas foto makanan saya diambil dengan lensa <a href="http://www.the-digital-picture.com/Reviews/Canon-EF-S-60mm-f-2.8-Macro-USM-Lens-Review.aspx" target="_self">Canon EFS 60mm/f2.8 USM Macro</a>. Selain ringan,   lensa ini sangat fleksibel karena bisa digunakan untuk makro saat perlu foto dengan detail tinggi dan tentu saja kualitas gambar yang sangat memadai. Selain lensa tersebut, saya merekomendasikan beberapa lensa keluaran Canon seperti  lensa sakti <a href="http://www.the-digital-picture.com/Reviews/Canon-EF-50mm-f-1.8-II-Lens-Review.aspx" target="_self">50mm/f1.8</a> yang kualitas gambarnya bisa mengalahkan lensa L series yang harganya <em>amit</em>2 itu.</p>
<p>Kalau punya anggaran lebih bisa memilih lensa <a href="http://www.the-digital-picture.com/Reviews/Canon-EF-50mm-f-1.4-USM-Lens-Review.aspx" target="_self">Canon EF 50mm/f1.4 USM</a> yang harganya hampir empat kali lipat dengan keunggulan bodi yang kokoh dan sistem auto fokus yang lebih halus. Lensa <a href="http://www.the-digital-picture.com/Reviews/Canon-EF-100mm-f-2.8-USM-Macro-Lens-Review.aspx" target="_self">Canon EF 100mm/f2.8 USM Macro</a> adalah pilihan lain yang patut dipertimbangkan karena ketajaman gambarnya. Satu lagi beli tripod yang bagus dan kokoh. Tidak wajib hukumnya tapi akan lebih memudahkan dalam mengkomposisi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3185" title="PANCIOUS" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/pancious.jpg?w=440&#038;h=664" alt="PANCIOUS" width="440" height="664" /></p>
<p><strong>Bawa kamera</strong> kemanapun anda pergi karena objek foto makanan tersebar di mana2. Setiap makan siang dengan teman kantor atau kapan saja mengunjungi restoran sempatkan untuk memotret makanan yang disajikan. Praktek ini sangat berguna untuk terus mengasah kemampuan kita melihat detail, komposisi, dan pencahayaan. Foto <em>pancake</em> di atas saya ambil saat makan siang di restoran ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3179" title="doughnut" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/doughnut.jpg?w=440&#038;h=664" alt="doughnut" width="440" height="664" /><br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Beli buku2 resep masakan </strong>yang di dalamnya terdapat foto makanan. Pelajari sebagai bahan perbandingan untuk nantinya mengembangkan gaya anda sendiri. Kalau perlu mulai belajar memasak, selain seksi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  , anda akan lebih bisa menghayati rasa makanan dan memindahkannya ke dalam hasil foto. Bukankah fotografi adalah seni memindahkan rasa suatu objek ke dalam persepsi orang yang melihatnya ?</p>
<p><strong>Latar belakang atau background dan ornamen itu pentin</strong><strong>g. </strong>Untuk lebih menonjolkan objek, belilah berbagai jenis kertas warna atau kertas kado yang motifnya minimalis dengan warna2 lembut, Pilih bahan yang tidak memantulkan sinar.  Foto donat di atas saya ambil dengan menggunakan kertas kado.</p>
<p><strong> </strong><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-3178" title="fourseasons" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/fourseasons.jpg?w=440&#038;h=664" alt="fourseasons" width="440" height="664" /></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Aksesoris penunjang</strong>. Foto makanan perlu banyak pemanis agar hasilnya lebih dinamis. Untuk tempat makanan itu sendiri biasanya saya menggunakan piring putih agar warna makanan lebih menonjol. Selain piring, alat lain seperti sendok, garpu, tempat lilin aroma <em>therapy</em>, bunga, dan masih banyak lagi bisa digunakan sebagai aksen agar hasil foto lebih romantis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2861" title="gemblong11" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/gemblong11.jpg?w=440&#038;h=664" alt="gemblong11" width="440" height="664" /></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Life is &#8220;trying things to see if they work.&#8221; (Ray Bradbury) </span></h3>
<p><strong>Pencahayaan</strong>. Karena ini buat pemula dengan modal seadanya maka anda tidak perlu lampu studio yang mahal itu. Cukup dengan cahaya alam yang akan menjadikan warna makanan lebih natural dibandingkan dengan <em>monolight</em> untuk studio atau<em> flash/speedlite</em>. Saya memotret di pinggir jendela dengan kombinasi penchayaan samping atau dari depan. Tambahkan reflektor berupa <em>styrofoam</em> atau cermin sebagai <em>fill-in</em>. Terus coba dengan posisi pencahayaan dan <em>fill-in</em> yang berbeda dan bandingkan lihat hasilnya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3188" title="kamera" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/kamera.jpg?w=440&#038;h=420" alt="kamera" width="440" height="420" /></p>
<p><strong>Pengaturan di kamera<span style="font-weight:normal;">. Saya menggunakan AWB=Auto White Balance, ISO 200 maksimal 400 agar mengurangi <em>noise</em>, bukaan atau f/2.8 hingga 4 walau sering juga menggunakan f/1.8. Kamera di atur manual atau sesekali di AV atau <em>aperture priority</em>, kecepatan diusahakan minimal 1/60s untuk menghindari getaran, kecuali menggunakan tripod. JPEG atau RAW ? Saya menggunakan JPEG walau informasi yang dikandungnya lebih sedikit dibandingkan dengan RAW, namun kemajuan teknologi olah digital membuat kualitas JPEG tidak kalah dengan RAW, selain alasan praktis untuk menghemat tempat penyimpanan. </span></strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-3184" title="darkroom" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/darkroom.jpg?w=440&#038;h=488" alt="darkroom" width="440" height="488" /></p>
<p><strong> Olah Digital.</strong> Foto saya hanya sedikit diedit dengan menggunakan <em>auto color, auto level, curve</em>, dan terakhir  <em>sharpenning</em>, selesai. Untuk urusan <em>hardware</em>,   saya fans berat  komputer Macintosh karena lebih senang dengan kualitas foto yang ditampilkan di layarnya, bening. Bukan artinya anda disuruh membeli komputer ini, tapi untuk investasi jangka panjang tidak salah kalau mulai melirik si Mac di toko tetangga sebelah (manasin setiap orang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Untuk sementara sekian dulu bagi2 sedikit pengalaman ini, semoga berguna dan sangat berharap anda akan jadi <em>food photographer </em>yang lebih bagus dari saya. Mengapa tidak ? Salam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/2723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/2723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/2723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/2723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/2723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/2723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/2723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/2723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/2723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/2723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=2723&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/22/food-photography-itu-gampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/syailendra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">syailendra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/03/fp4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fp4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/kids.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kids</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/canon-501-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">canon-501.8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/pancious.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PANCIOUS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/doughnut.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doughnut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/fourseasons.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fourseasons</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/gemblong11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gemblong11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/kamera.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kamera</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/06/darkroom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">darkroom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jajanan murah buat yang lagi liburan di Bandung</title>
		<link>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/20/jajanan-murah-buat-yang-lagi-liburan-di-bandung/</link>
		<comments>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/20/jajanan-murah-buat-yang-lagi-liburan-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 14:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ton6312</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[es duren mang aip]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner bandung]]></category>
		<category><![CDATA[matabak san francisco]]></category>
		<category><![CDATA[pujasera burangrang]]></category>
		<category><![CDATA[sate hadori]]></category>
		<category><![CDATA[wedang rone jalan burangrang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bandung]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypotret.wordpress.com/?p=2839</guid>
		<description><![CDATA[
Buat yang mau liburan ke Bandung dan ingin menikmati jajanan yang murah meriah daftar ini mungkin bisa membantu. Semua makanan ini sekitar 15-20 ribuan per porsi, murah tentunya. Selamat ngiler  

1. Wedang Ronde Burangrang. Lokasi di Pujasera jalan Burangrang

2. Es Campur Pak Oyen, jalan Imam Bonjol, kawasan Dago. Seger dan murah pun. 



3. Martabak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=2839&subd=mypotret&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-2840" title="wedang" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/wedang.jpg?w=440&#038;h=664" alt="wedang" width="440" height="664" /></p>
<p>Buat yang mau liburan ke Bandung dan ingin menikmati jajanan yang murah meriah daftar ini mungkin bisa membantu. Semua makanan ini sekitar 15-20 ribuan per porsi, murah tentunya. Selamat ngiler <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-2839"></span></p>
<h4><span style="color:#0000ff;">1. Wedang Ronde Burangrang. Lokasi di Pujasera jalan Burangrang</span></h4>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2845" title="ronde2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/ronde2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="ronde2" width="440" height="664" /></p>
<h4><span style="color:#0000ff;">2. Es Campur Pak Oyen, jalan Imam Bonjol, kawasan Dago. Seger dan murah pun. </span></h4>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2846" title="oyen2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/oyen2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="oyen2" width="440" height="664" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2850" title="oyen3" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/oyen3.jpg?w=440&#038;h=664" alt="oyen3" width="440" height="664" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2842" title="oyen" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/oyen.jpg?w=440&#038;h=664" alt="oyen" width="440" height="664" /></p>
<h4><span style="color:#0000ff;">3. Martabak Mini San Francisco. Lokasi di Pujasera jalan Burangrang. Siap antri karena pembelinya selalu rame. Harga mulai 18 ribuan tergantung topping. </span></h4>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2847" title="mtb2" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/mtb2.jpg?w=440&#038;h=664" alt="mtb2" width="440" height="664" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2843" title="mtb" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/mtb.jpg?w=440&#038;h=664" alt="mtb" width="440" height="664" /></p>
<h4 style="font-size:1em;"><span style="color:#0000ff;">Es Duren Mang Aip. Terletak di jalan Tubagus Ismail. Harga per porsi 12 ribu untuk es duren original. </span></h4>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2851" title="duren" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/duren.jpg?w=440&#038;h=664" alt="duren" width="440" height="664" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2844" title="duren3" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/duren3.jpg?w=440&#038;h=664" alt="duren3" width="440" height="664" /></p>
<h4 style="font-size:1em;"><span style="color:#0000ff;">4. Sate Hadori langganan para pejabat. Letaknya mudah dicari karena tepat berada di depan terminal angkot stasiun KA. Terkenal karena keempukan daging kambingnya. </span></h4>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2848" title="hadori" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/hadori.jpg?w=440&#038;h=664" alt="hadori" width="440" height="664" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2852" title="hadori4" src="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/hadori4.jpg?w=440&#038;h=664" alt="hadori4" width="440" height="664" /></p>
<p>Moga2 fotonya sudah banyak berbicara. Selamat berlibur di Bandung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypotret.wordpress.com/2839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypotret.wordpress.com/2839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypotret.wordpress.com/2839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypotret.wordpress.com/2839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypotret.wordpress.com/2839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypotret.wordpress.com/2839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypotret.wordpress.com/2839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypotret.wordpress.com/2839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypotret.wordpress.com/2839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypotret.wordpress.com/2839/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypotret.wordpress.com&blog=2177029&post=2839&subd=mypotret&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypotret.wordpress.com/2009/06/20/jajanan-murah-buat-yang-lagi-liburan-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/248be737286134a61ca3129b8f1c887a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Toni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/wedang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wedang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/ronde2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ronde2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/oyen2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">oyen2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/oyen3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">oyen3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/oyen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">oyen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/mtb2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mtb2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/mtb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mtb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/duren.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">duren</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/duren3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">duren3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/hadori.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hadori</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypotret.files.wordpress.com/2009/04/hadori4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hadori4</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>