
Jalan jalan ke Semarang selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Inilah salah satu kota yang menjadi primadona investor asing di Indonesia yang diindikasikan dengan banyaknya migrasi perusahaan manufaktur dari Jakarta ke daerah ini. Bagi saya kalau urusan kantor sudah selesai maka acara selanjutnya adalah ngelayap pelosok kota ini sekaligus menikmati kuliner lokalnya. Foto2 arsitektur di bawah ini sepertinya sudah bisa menggambarkan betapa vibrant-nya kota ini. Enjoy.
1. Gereja Belenduk



Sebuah gereja Kristen yang berusia lebih dari dua setengah abad, berlokasi di kawasan kota lama Semarang. Bangunan indah ini bentuk aslinya berupa rumah tradisional Jawa, tapi direnovasi total menjadi bentuk yang sekarang di tahun 1753 oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas. Orang menyebutya sebagai gereja Belenduk sebuah istilah lokal dari kata “mblenduk” karena bentuk kubah yang berupa setengah lingkaran.
2. Lawang Sewu

Bangunan horor yang namanya ngetop karena cerita2 hantu yang bergentayangan. Lokasinya berada di pusat kota dan dibuka setiap hari untuk para wisatawan yang ingin menikmati kesan spooky sebuah bangunan tua bekas gedung administrasi Belanda. Tiket masuknya 10 ribu, kalau mau menggunakan guide silakan memberikan tip sekedarnya. Karena luas dan gelapnya bangunan ini, sangat direkomendasikan untuk ditemani guide. Maksudnya kalau kesasar di tempat gelap dan tidak tahu jalan balik kan berabe.



Wisata horor ini dibuka hingga tengah malam dan banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun asing yang ingin merasakan kehadiran si dia.
3. Vihara Buddha Gaya Watugong

Beralamat di jalan Perintis Kemerdekaan km 14, berhadapan dengan Kodam Diponegore di kawasan Banyumanik Semarang. Pagodanya yang menjulang 39 meter merupakan yang tertinggi di Indonesia dan dihiasi dengan patung puluhan Dewi Kwan Im yang menghadap ke berbagai arah mata angin.



Kuliner Semarang sudah tidak asing lagi kan ? Lumpia, wingko babat, bandeng, soto, koee lekker paimo, yang semuanya bikin ngiler. Itu saja laporan perjalanan kali ini. Salam
* * * * *
Tags: Buddha Gaya Watugong, canon ef 24-70mm/f2.8L USM, canon ef17-40mm/f4L USM, gereja belenduk, lawang sewu, wisata semarang
May 29, 2009 at 12:44 am
Ton, seperti biasa foto2nya fenomenal..3 thumbs up (abis dua gak cukup)!
Ke Semarang dalam rangka apa? kerja atau kerja sambil jalan2? kalo gak salah Gap juga ada factory disana ya? Therry pasti jadi pingin ke Semarang kalo lihat foto2 ini
May 29, 2009 at 12:46 am
oh ya tempo hari aku coba bikin lumpia disini..beli kulitnya di oriental store..tapi gak sama dengan yg biasa aku buat di Jakarta. Kulit lumpia disini kurang tipis dan gak serenyah yg biasa dijual di pasar tradisional atau super market di Jakarta.
May 29, 2009 at 1:10 am
Nice angle n article…salut… Setiap menceritakan suatu kota membuat pembaca ingin menjadikannya tujuan wisata dan dengan gambar yg bagus tidak perlu banyak kata…krn bahasa gambar menerangkan dgn sangat baik… terima kasih…:-)
May 29, 2009 at 6:41 am
Foto arsitektural dan foto makanannya betul-betul bagus. Seperti biasa foto makanannya bikin drolling…
May 29, 2009 at 3:39 pm
lumpia nya lagi donk om Toni… biar tambah ngiler dech.. wuahahah!!
nice article ditambah dengan penyajian foto yg menarik… well done om!!
May 30, 2009 at 10:56 am
Ton, kulit lumpia disini buatan Cina…menurutku kurang enak karena frozen. Kalo di Jakarta kan kulit lumpia yg fresh tiap hari juga ada di pasar tradisional. Bakpaonya juga gak enak karena frozen…bukan itu saja, rasanya juga gak maknyus. Mungkin musti ke tempat yg jual dimsum baru berasa enak ya. Aku sekarang lagi keranjingan motret lagi Ton karena cuacanya lagi bagus…mudah2an penyakit malasnya gak datang lagi ya. Biasalah aku itu kan orangnya edan eling
May 31, 2009 at 8:15 am
jadi pengen belajar fotografi dengan bapak….
dengan foto-fotonya bapak,saya bisa buktikan ke teman-teman saya,,,foto tanpa objek hidup bisa tetap terlihat menarik dan hidup
June 1, 2009 at 1:45 am
Seperti biasa.. Fotonya Ok bangeut. Pa Toni, kulinernya ada yg kurang yaitu site map nya, saya pernah ke semarang satu thn yl tp krn ga tau ‘dimana’ ya makan seadanya.. Jd kl kesana lg ada panduan kuliner yg maknyuss gitu..termasuk kota Palembang yg lalu.. Thx.
June 2, 2009 at 9:33 pm
kota kelahiran gw emang ajeb banget kan Ton? … mampir kerumahku kapan2
June 3, 2009 at 8:23 pm
Wah, jendela kaca warna warni di Lawang Sewu bener2 a piece of art. Kebayang ngga kalo cahaya matahari masuk & jatuhnya langsung bernuansa warna warni pasti baguuussss….banget. Udah jarang yg bikin sekarang nih mas, karena ‘lem’nya pake timah, dan timah udah susah dapetnya di NL.
Dan seperti biasa foto2 makanannya menggiurkan sekali. Setuju dengan yang Elyani tulis diatas, 3 thumbs up!
June 17, 2009 at 10:44 am
Semarang udah ada kan, mas? Kok Jogja belum? jangan salah, buanyak banget yang bisa dijepret lho di sini
June 18, 2009 at 6:04 pm
Kota semarang,memang kota yang penuh sejarah perjuangan dan peninggalan masa penjajahan dulu..
Karena saya juga dulu sekolahnya di semarang mass..
January 21, 2010 at 1:21 am
Haloo salam kenal dari gambang semarang, foto-fotonya keren uey..
Gambang semarang last post: Mengintip Kegiatan Imlek 2010 di Semarang