
Pembeli datang silih berganti di toko jamu Babah Kuya yang membuat lima orang pegawainya selalu sibuk melayani permintaan berbagai macam tanaman obat. Seorang ibu meminta ramuan obat kencing manis yang diderita suaminya. Pengunjung yang lain minta ramuan untuk asam urat. Banyak yang sudah merupakan langganan tetap dari beberapa keturunan. Tidak heran karena toko jamu ini sudah beroperasi sejak pertengahan abad ke-19 yang berlokasi di belakang Pasar Baru, tepatnya di jalan Pasar Selatan no. 33 Bandung. Entah bagaimana asal usul nama Babah Kuya, tapi kuya yang artinya adalah kura-kura binatang yang mempunyai usia panjang dan sudah menjadi trade mark toko ini selama seabad lebih.
Pemiliknya yang bernama Sie Tjoe Liong (Iwan Setiadi) yang dipanggil Babah Kuya sudah berusia 76. tahun namun masih tetap tampak segar dengan kulit yang jauh dari keriput.”Saya jarang sekali sakit, karena setiap hari minum jamu” katanya. “Jamu tidak ada yang bikin cespleng, karena harus diminum terus agar terasa khasiatnya, tapi tidak ada efek samping. Makanya saya memilih bahan jamu yang berkualitas dari berbagai sumber”

Bersama istrinya Han Pek Hoa yang berusia 22 tahun lebih muda mengelola bisnis keluarga toko jamu yang sudah mencapai generasi keempat. Buka dari mulai jam 6 pagi hingga 4 sore melayani pelanggan yang bukan hanya berasal dari Bandung, tapi sudah ke manca negara. Nama tokonya sudah tercantum beberapa buku travel di luar negeri yang membuat usahanya sering didatangi banyak pelancong dari negara dunia seperti Belanda Swiss, Austria, Jerman, Korea, Cina, Jepang, Malaysia hingga Amerika yang ingin membuktikan khasiat tanaman obat Indonesia.

Yang membanggakan tokonya seringkali dijadikan rujukan utama untuk riset tanaman obat beberapa perguruan tinggi di Jepang dan Cina termasuk di dalam negeri sendiri. Seorang Profesor pengobatan dari Cina sengaja datang ke tokonya untuk mewawancarai Babah Kuya mengenai khasiat temulawak Indonesia yang diyakini mempunyai mempunyai kualitas terbaik di seluruh dunia dibanding dengan temulawak dari negerinya sendiri. Jangan heran Indonesia merupakan salah satu negara terkaya dengan tanaman obat di dunia. Terdapat 30 ribu spesies tanaman obat di Indonesia, sayang hanya baru puluhan yang dibudidayakan (Kompas)
“Adalah kebahagian bagi kami kalau banyak diantara pembeli yang menceritakan kesembuhan sanak saudaranya karena jamu di sini. Bahagia rasanya” Pendapat yang diamini oleh para pelanggannya yang mendengar obrolan kami.

Babah Kuya tetap semangat untuk terus menggali khasanah tanaman obat di Indonesia. Seorang Guru Besar dari ITB memberikan buku rujukan penting yang berisi daftar tanaman obat di Indonesia. Dari sinilah ia mencoba berbagai ramuan baru untuk para pelanggannya.
Lalu apa rahasia Babah Kuya agar panjang umur. “Jangan makan jeroan, pola makan yang sehat, olah raga, itu saja” ujar Babah Kuya yang hobi main tenis dan mancing ini. Saya disuguhi minuman jamu yang terdiri dari ramuan sirih merah, biji teratai, junyit putih, jahe, dan berbagai ramuan lain yang direbus. Rasanya tentu saja pahit, “Ini jamu sehat yang sering dibuat oleh anak2″ kata istrinya.
Salam
January 20, 2009 at 12:38 am
Mas Toni memang dahsyat. Terus hunting menjelajah Bandung, termasuk hal2 detail seperti posting toko jamu ini.
Oya, kapan nih hunting foto di Aroma Koffie Fabriek? Saya tunggu lho
January 20, 2009 at 1:38 pm
Ton, waktu naik angkot mau ke Karang Anyar aku memang ngeliwatin Babah Kuya ini. Nama tokonya gede banget, dari jauh juga kelihatan. Tadinya aku pikir nih babah jualan apa sih? jangan2 cuma obat kuat doang!
Oh ya, dulu kala papiku juga suka dipanggil ‘babah’ oleh pegawai di toko dan para petani yang suka menjual kopinya pada tako kami. Ketauan anak babah nih…hehehe!
January 27, 2009 at 8:57 pm
Pasti aroma toko ini khas banget ya…Bisa terbayang baunya seperti apa by just looking at the pics..
September 20, 2009 at 9:24 pm
apa ramuan panjang umur pak toni
September 20, 2009 at 9:33 pm
sebelum nya saya minta ma’af baba kuya r pak toni = nama saya ming saya adalah pendiri dinasty DA MING GUO dimana pada masa itu saya tergila- pada obat panjang umur… sehingga negara saya terbagi(jepang) jadi saya minta ma’af kalau saya ingin meminta resep dr pak toni……