Saya diundang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) sebagai salah satu pembicara dalam acara Economan siang tadi (22/11). Economan adalah acara tahunan yang mengundang para mahasiswa/i FEUI untuk berani memajukan proposal bisnis yang mereka pilih sendiri beserta produk yang akan mereka jual. Peserta kemudian diseleksi oleh para juri untuk diuji di depan para panel yang terdiri antara lain I Putu Gede Ary Suta, mantan Kepala Bapepam dan perwakilan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam sebuah acara tanya jawab yang seru.
Untuk memeriahkan acara, panitia juga mengundang orang2 yang mempunyai profesi unik untuk sharing pengalaman mereka kepada para peserta. Rudy Choirudin seleb koki, Yudani yang punya profesi sebagai pembuat jingle dan musik latar film2 nasional, Mbak Ocha yang berbisnis aksesoris rambut, Ibu Dini yang mengolah limbah plastik bekas, dan saya sebagai “food photographer”.
Kami tidak memberikan berbagai teori dalam sesi pemaparan bisnis masing2, semuanya berdasarkan pengalaman pribadi, tidak lebih. Ibu Dini memulai bisnis berangkat dari keprihatinan akan limbah plastik yang tidak didaur ulang dan mulai menciptakan kreasi tas dan dompet dari limbah tersebut. Banyak yang mencibir saat ia memulai usahanya, tapi tidak mematahkan semangatnya dalam mendaur ulang sampah yang susah terurai ini. Usahanya sudah berjalan dan tentu saja bisa menghasilkan uang.
Mbak Ocha berhenti dari Bakrie Brothers dan mulai berpikir untuk memulai usaha baru. Aksesoris untuk rambut dipilihnya dengan market para perempuan di sekitarnya. Sekarang usahanya sudah menjadi salah satu penopang keluarganya dengan produk kreatif dan banyak digemari para perempuan tentunya.
Karena cinta dengan musik Yudani berbisnis dengan menciptakan jingle2 untuk berbagai iklan melalui perusahaan Tema Studio. Usahanya dimulai dari nol sebelum meraih kepercayaan untuk membuat ilustrasi musik beberapa film nasional. Sekarang masih berkutat dengan berbagai projek yang masih berhubungan dengan musik dan berbagai jible iklan.
Sedangkan saya memilih usaha foto makanan karena “yummy” dan tantangan untuk di lapangan yang tidak sedikit. Selain itu pemainnya sangat sedikit dengan market yang terbuka lebar itulah alasan mengapa bidang ini yang dipilih.
Kesemua peserta sepakat bahwa siapapun bisa memulai berbisnis asal :
- Mau ke luar dari comfort zone dan mulai merintis menjadi entrepreneur.
- Pandai melirik peluang dan menjadikan lahan usaha
- Kreatif, kreatif, kreatif
- Cari hobi masing2 sebagai langkah awal memulai usaha
- Mau memulai dengan modal seadanya
- Gagal sudah biasa
- Sedikit nekat dan gak peduli omongan orang selama menghasilkan uang
- Cintai sepenuh hati
Itu saja kesimpulan para peserta bagi yang mau mulai berbisnis. Mau coba ?
Tags: advertsing photographer, best food, catalogue photographer, commercial photographer, corporate photography, digital food photography, economan, event photographer, fakultas ekonomu ui, feui, food photographer indonesia, food photos, food stock photography, fotografer indonesia, fotografer makanan, fotografi, kamera digital, photography of foods, produc photographer indonesia, professional photographer, restaurant photographer, Tema Studio, Yudani








November 27, 2008 at 8:22 am
Wah..teman kita yang satu ini makin laris saja diundang sana-sini. Food fotografer-nya jangan pakai tanda kutip dong
sudah pro kok masih malu2. Ton, acaranya seru nih dari hasil baca laporan pandangan mata kegiatan kemarin. Aku demen banget tuh sama kerajinan bekas limbah plastik. Kalau UKM sejenis yang disponsori oleh pemerintah Swiss produknya diberi nama Trashion. Hasilnya keren2…bukan cuma berupa tas atau dompet, tapi juga bisa menjadi payung dan berbagai wadah lain-nya.
November 27, 2008 at 6:37 pm
Bisa merasakan atmosfer Economan yang seru. Saya baru tahu, ternyata Pak Toni memilih spesialisasi foto makanan. Salut, Bapak jeli.
November 29, 2008 at 5:29 am
Dear mas tony…menarik sekali di zaman kaya gini berani keluar dari confort zona ..:-), sekali-kali mao ga sih diundang ke cilegon tuk sharing tentang food photografi ….kebetulan kita ada komunitas fotografi disini…..
salam
rusman
zrusman2001@yahoo.com
November 29, 2008 at 9:50 am
IT’S OUR SHOW, ISN’T IT, PAK ?? hehe.. waduh harusnya aku kasih info selengkap2nya untuk ditulis disini ya pak, mulai dari content sampai foto.. (telat ya, pak, hehe)
cuma mau ralat sedikit, ibu limbah kita namanya ibu deny..
well, sekali lagi terima kasih banget banget banget bapak sudah bersedia hadir dan ‘berbicara’ mengenai food-photography yang sebenarnya cuma sebagian kecil dari spesialisasi bapak ini tapi dengan ngaconya saya bikin jadi sesuatu yg ‘major’ di talkshow tempo hari,hehe. take care pak, jangan bosan2 kalau suatu waktu kami undang lagi.
ps : untuk yoga yg ngasih comment di atas.. IT REALLY IS, ACARANYA MEMANG SERU.. HAHA.
regards, andhita
November 29, 2008 at 10:47 am
menambahkan elyani’s comment, banyak usaha2 sejenis yg disponsori LSM / pemerintah asing. selain swiss, yg disponsori US juga ada.. kalau ga salah LSM USAID. tapi harganya kok malah jadi luar biasa mahal.. dimasukkin juga via KemChick, ranch market.. aku ngerasanya kok malah yg ditawarkan agak2 menyangkut lifestyle, while that’s not the point.. walaupun ga salah juga sih.. misalnya jadi bnyk yg beli karena pgn dibilang up2date. tapi pesan yg diangkat dari produk2 tsb jd gak sampai aja kayaknya. mau memasyarakatkan produk ramah lingkungan kok ke kalangan tertentu saja ? hmmmmm….
November 30, 2008 at 9:31 am
Saya salut deh bagi orang-orang yang berjiwa wirausaha…bagi saya yang berkecimpung di dunia lembaga keuangan dan perbankan (sebelum pensiun), yang antara lain tugasnya juga membina nasabah…udah mules banget tapi juga salut atas kerja keras mereka. Saat mau pensiun, ada pelatihan kewirausahaan… ahh kok ujung2nya ya mengajar bidang perbankan dan keuangan (berarti saya tak berani keluar dari confort zone). Sebagai pihak luar, saya mengajarkan para analis Bank (Account officer) menilai kelayakan, membantu menata adm keuangan, tapi mulai berusaha sendiri? Hmm…rasanya tidak berani memulai…
Tulisan mas Toni ini, menggambarkan banyak bidang lain yang pantas digeluti, dan bisa menghasilkan uang. Dan bidang mas Toni masih jarang…..
Semangat mas….
November 30, 2008 at 8:54 pm
“Mangga tiasa upami kaanggo elmu pribados yang sedikit ini. Masih banyak yang jago di luar sana, tapi sekedar sharing sih boleh saja.”
Mas Toni..gimana saya bisa menghubunginya…rencananya tanggal 14 Desember 2008…apakah tanggal tersebut bisa…dan ada waktunya..
salam
Rusman ZA
dan ini no.hp saya 08128803439
November 30, 2008 at 8:55 pm
“Mangga tiasa upami kaanggo elmu pribados yang sedikit ini. Masih banyak yang jago di luar sana, tapi sekedar sharing sih boleh saja.”
Mas Toni..gimana saya bisa menghubunginya…rencananya tanggal 14 Desember 2008…apakah tanggal tersebut bisa…dan sesuai dgn waktunya..
salam
Rusman ZA
dan ini no.hp saya 08128803439
December 6, 2008 at 8:58 pm
assalamu’alaikum pak toni…
wah, seneng deh..
Economan yang merupakan kepanitiaan pertama yang saya ikuti di FE ini ternyata g hanya sebatas acara pada saat hari-H, tp jg bermanfaat bwt semua pengisi acaranya,,,jadi temenan dan kerjasama dehh, hehe…
slamat bwt kak Dhita nehh, ngundang orang2 yang pas…
buat Pak Toni, makasih dah ngulas Economan disini ya pak!
Good luck bwt Bapak!