Saya beruntung pernah melihat ibu Inggit Garnasih, istri proklamator Ir. Soekarno. Rumahnya yang bersahaja terletak di Jalan Ciateul no. 8 (sekarang namanya jalannya diganti dengan nama Inggit Garnasih) sangat berdekatan dengan tempat tinggal saya dulu di Bandung, jalan Sitimunigar. Sejak ibu Inggit meninggal, rumahnya dibeli Pemda Jabar , direnovasi, dan direncakan akan dijadikan museum yang entah mengapa tidak terlaksana hingga sekarang. Saat ini rumah ini hanya ditunggui penjaga dan dibiarkan kosong. Di depannya para pedagang kaki lima yang semrawut seolah tak hirau dengan situs yang bersejarah ini.
Rumah yang saya ambil fotonya adalah hasil renovasi Pemda Bandung. Jangan dikira bahwa kondisi rumah bu Inggit dulunya sama seperti ini. Saat itu rumahnya sangat sederhana kalau tidak bisa dikatakan kurang terawat. Di akhir hayatanya, Bu Inggrit tetap selalu menyapa ramah setiap orang yang ingin membeli bedak Saripohaci-nya yang terkenal karena bisa menghaluskan kulit. Dengan cara itulah ia menafkahi hidupnya selain menjual jamu hingga Tuhan menjemputnya di tahun 1984.
Bacalah biografi Ibu Inggit yang sangat menyentuh yang dituturkan kembali oleh sastrawan Ramadhan KH, Kuantar ke Gerbang : Kisah Cinta Bu Inggit Dengan Bung Karno. Inggit adalah refleksi perempuan, yang kata orang Sunda disebut “istri binangkit” sempurna luar dalam. Dengan Inggit-lah Bung Karno melewati masa2 tersulitnya selama dipenjarakan Belanda di Banceuy dan Sukamiskin Bandung hingga di buang ke Ende dan Bengkulu. Inggit selalu berada di sampingnya. Bila revolusi Amerika menyisakan kisah cinta romantis antara John Quincy Adams (Presiden ke-2) dengan Abigail Adams, maka perjuangan kemerdekaan bangsa ini dihiasi kisah cinta Inggit dan Bung Karno.
Tags: inggit garnasih, ir. soekarno proklmator, istri soekarno, jalan ciateul bandung, jalan inggit garnasih, jalan sitimunigar bandung, Kuantar ke Gerbang : Kisah Cinta Bu Inggit Dengan Bung


June 16, 2008 at 8:47 am
Mas eh Kang Toni (bingung kedah nyebat naon hehehe…),
Dulu waktu di Bandung sering dengar tentang bedak Sari Pohaci, tapi belum pernah tau bentuknya kaya apa. Kalau gak salah semacam bedak dingin yg dibuat dari tepung beras ya? Konon kabarnya bedak sari pohaci ini bisa membuat wajah langkung geulis, herang & mencrang…:) Kalau sekarang mah seperti produk Ponds kali ya?
Tentang kediaman Ibu Inggit, sayang ya areanya malah dipenuhi pedagang K5. Tapi di Bandung sekarang ini rasanya gak ada tempat yg bebas K5. Di-mana2 pasti ada yg menggelar lapak dan barang dagangan-nya. Kemarin ke Bandung naik kereta, lalu nyambung naik angkot ke arah Jalan Malabar…aduh, satu jam baru sampai tujuan. Macet di sepanjang Otista dan Pasar Baru bener2 bikin bete! Penyebabnya ya pedagang K5!
June 23, 2008 at 5:53 pm
wah ternyata nama jalan inggit ganarsih itu ada sejarahnya dan berhubungan dekat dengan sejarah bandung sendiri. Sebagai warga bandung, sy jadi sedikit malu :shy:
June 24, 2008 at 9:01 am
waduhhhh….
kok jadi gitu yah, addduuuuhhhh….kasian yah.. bangunan bersejarah jadi gitu yah..
July 26, 2008 at 7:45 pm
Ada yang punya buku Inggit Garnasih, Sang Wanita Utama nggak? Dulu saya punya tapi hilang waktu pindahan. Saya ingin sekali mendapatkan foto kopi atau asli nya.
Thanks
September 14, 2008 at 6:08 am
Kalau baca sejarahnya saya yakin hanya segelintir orang yang punya nyali seperti Bung Karno. Bayangkan beliau melamar Ibu Inggit pada suaminya saat itu bukan ke orang tuanya. Coba meniru bisa – bisa celaka kalau gak ngerti sikon waktu itu. Trims.
November 14, 2008 at 5:00 pm
Wah malang bener nasip bu inggit, solidarisme perempuan sunda sedikit kecewa sm bung karnooo yg sayang eksistensinya tercoreng kisruh wanita:(
December 24, 2008 at 11:13 am
bu inggit memang istri yg baik,, dia tetapkan hati utk tdk dipoligami,, padahal mending tanpa anak saja kalo tokoh sekaliber sukarno,, dgn punya anak justru tdk ada seorang pun anaknya yg layak diperhitungkan utk bangsa ini,, berat sebenarnya jd anak sukarno,, ayahnya mewarisi bangsa ini,, anaknya malah jualan minyak di spbu,, btw ada foto2 bu inggit ga? kalo ada muat dong!!! bu inggit itu termasuk wanita cantik priangan pada masanya,,,
December 24, 2008 at 11:55 am
sampurasun kang Toni….
sekarang nama ibu inggi lagi menjadi buah bibir terkait keinginan beberapa inohong sunda menjadikannya sebagai pahlawan nasional, sy jd ingat cerita kakek (alm) sy bahwa bu inggit lahir di kamasan, Banjaran, kabupaten Bandung (tempat klahiran sy). sy jd ingin nyukcruk rundayan keturunannya. apa kang tau siapa orang tua Bu Inggit?…hatur nuhun kang.
January 22, 2009 at 11:45 pm
Setelah Soekarno wafat,ibu inggit diwawancarai wartawan…”Apa yang ibu terima dari harta pusaka peninggalan bapak ?”
“Negara kita ini,untuk kta semua,untuk seluruh rakyat indonesia”Kata bu Inggit.
“Yang dimaksud adalah harta pribadi untuk ibu sendiri” Desak wartawan.
Bu inggit tersenyum..” Kenanagan yang tak terlupakan,yang ibu simpan didalam hati,yang akan menemani ibu masuk kubur”…
Duh..Inggit…betapa tulusnya cinta mu..tanpa pamrih..
October 29, 2009 at 6:54 am
Kiranya : ADAGIUM yang mengatakan : Di SISI PRIA yang SUKSES selalu berada Wanita/ Perempuan yang HEBAT !!
IBU INGGIT sesekali perlu di EXPOSE secara NASIONAL !!
Bagaimana di waktu SULIT – SOEKARNO bisa jadi Insinyur dan berjuang tanpa lelah mengantar kita – BANGSA INDONESIA – ke Gerbang Kemerdekaan !!
November 25, 2009 at 8:41 pm
salam kenal kang, seneng baca artikel & comment temen2x variatif.
December 1, 2009 at 8:26 am
Salam kenal Kang…
Saya juga suka fotografi, menetap di Papua tapi dalam dua tahun ini sering ke Bandung mengunjungi mertua…. Pengen juga nih mengunjungi rumah Ibu Inggit ini, semoga nanti kesampaian…
January 29, 2010 at 5:20 pm
sampurasun, kang toni
INGGIT GARNASIH, SEORANG ISTRI SETIA, TULUS, TEGUH PENDIRIAN, DAN MEMILIKI KARAKTER YANG KUAT.
saya lagi nyusun buku tentang Inggit Garnasih dalam bentuk novel-remaja. nuhun informasi sareng foto2na
rampes!!!!
April 1, 2010 at 12:49 pm
Saya sangat terharu, dan menangis saat mebaca artikel yang singkat ini, saya jadi ingat para wanita yang teguh memperjuangkan suami, tetapi saat suami sudah berhasil mereka tidak merasakan hasil perjuangannya.
Ini sungguh mengiris hati saya, karena saya mengingatkan sesorang yang seperti itu.
August 28, 2010 at 11:05 am
salam mas tony,
saya sangat setuju dgn teman yang menulis bahwa first lady indonesia yang sebenarnya adalah INGGIT GARNASIH. banyak orang yang setia dalam kebahagiaan, tetapi tidak banyak yang tetap setia dalam penderitaan, …..