Ini kisah nyata, seorang buruh yang merasa tertekan atas jam kerja yang panjang dan prilaku tidak manusiawi dari sang majikan berkirim surat ke CEO perusahaan yang memberikan order ke pabriknya. Karena ia tidak tahu alamat si CEO, dengan cerdik ia memasukin suratnya ke dalam kardus yang akan diekspor. Dalam pikirannya, siapa tahu surat itu bisa sampai. Ia benar. Surat itu ditemukan salah satu karyawan di bagian gudang, setelah berusaha memahami karena penggunaaan broken English, ia menyampaikan ke bos perusahaannya.
Investigasi dilakukan dan ternyata semua yang dikeluhkan buruh benar terjadi. Pabrik akhirnya diultimatum untuk memperbaiki kondisi kerja dan diwajikan mengadakan tatap muka dengan buruh secara reguler agar semua keluhan dapat dikomunikasikan. Kalau menolak, bisnis akan dihentikan karena sebagai perusahaan yang sudah mengadopsi nilai2 Corporate Social Responsibility mereka hanya mau berbisnis dengan pabrik yang juga menjalankan nilai2 tersebut. Bagusnya, isu tersebut tidak terekspos di media massa, berbeda dengan peristiwa selanjutnya di bawah ini.
Kejadian kedua. Seorang ketua serikat buruh mengirim surat elektronik kepada berbagai organisasi pembela hak2 buruh seperti Global Exchange, Clean Clothes Campaign, United States Students Against Sweatshops, dan Worker’s Rights Consortium. Surat ini dikirim untuk meminta dukungan dari organisasi2 tersebut agar keluhan buruh diperhatikan oleh pihak manajemen disertai berbagai bukti perundingan yang tidak membuahkan hasil.
Dengan sigap organisasi2 tadi mulai melancarkan kampanye dukungan sebagai solidaritas yang mereka tunjukan akan nasib buruh. Aksi yang mereka lakukan biasanya berupa : picketing di depan perusahaan yang memberi order kepada rekan bisnis tempat buruh bekerja, boikot, mengirimkan press release ke berbagai media nasional di Amerika termasuk internet, mengirimkan petisi ke CEO perusahaan tersebut, hingga meminta dukungan organisasi konsumen Amerika. Di beberapa kejadian malah mereka mengundang buruh tersebut untuk berbicara di forum yang mereka adakan di berbagai negara bagian sebagai bagian kampanyenya. Beberapa buruh dari Indonesia pernah melakukan hal ini.
Perusahaan multinasional yang menjadi korban kampanye tersebut tentu saja dibuat pusing karena berita negatif tersebar sangat cepat dan akan sangat mempengaruhi reputasi mereka. Hal inilah yang membuat sentimen negatif terhadap harga saham mereka. Walaupun tuduhan itu belum tentu benar, the damage is done dan harga saham sudah meluncur. Bukti goyangnya harga saham akibat kampanye diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Michael. T. Rock, bisa dilihat di sini.
Jadi jangan anggap enteng buruh kita, mereka sudah punya jaringan internasional yang kuat untuk menekan korporasi di Amerika. Pertanyaannya apakah bantuan yang diberikan oleh organisasi di Amerika itu genuine? Tidak ada makan gratis di dunia (ini tag line favorit saya), setiap LSM di sana tentu selalu punya hidden agenda dan kadang tanpa disadari akan berpengaruh terhadap kelangsungan pekerjaan mereka. Menarik? saya akan mengupasnya lain kali ya.
* * * * *
Posting lain tentang dunia buruh :
- TKI Selalu Dirampok. Gerundelan ketidakbecusan pemerintah menangani TKI
- Soal Tenaga Kerja Migran belajarlah Dari Filipina. Op-Ed di Kompas
- Our Garment Industry Still Sexy
- They Work Hard With Litlle Appreciation : Photo Essay
- Nirmala Bonat
- To The Government of The Kingdom of The Saudi Arabia (Updated)
- Produktivitas buruh kita masih kedodoran
- Buruh terjebak kartu kredit
- Sepuluh poin yang tidak akan diberitahu perusahaan saat merekrut pekerja kontrak
- Isu diskriminasi pekerja perempuan
Tags: buruh indonesia, Clean Clothes Campaign, Corporate Social Responsibility, Global Exchange, Michael. T. Rock, United States Students Against Sweatshops, Worker's Rights Consortium

March 12, 2008 at 11:17 pm
Kisah bagus, cerdas, dan bermakna.
June 19, 2008 at 12:18 pm
Gimana pak kalau hal itu terjadi pada merk GAP? bisa diselesaikan bersama atau mencabut order?….. jika jawabannya yang terakhir, akibatnya sama juga kayanya ya, goodbye buruh, selahkan cari pekerjaan lain deh
February 10, 2009 at 6:40 pm
salam>>>>>>