Mengunjungi berbagai situs website komik Indonesia seperti kembali mengingatkan kejayaan cergam (cerita bergambar) di era 70 hingga 80an. Paman saya dulu punya taman bacaan yang isinya tentu buku2 komik legendaris seperti Djair, Hasmi, Abuy Ravana, Rim, Henky, RA Kosasih, Gerdi WK, dan tentu saja pendekar Si Buta Dari Gua Hantu karya Ganes TH. Sayang taman bacaan ini tewas dengan sukses karena sudah tidak diminati oleh banyak orang yang lebih tertarik dengan televisi atau komik luar, tapi teman saya Iwan Gunawan yang merupakan salah satu tokoh komik Indonesia terus aktif menggalakan kecintaan akan cerita bergambar.
Beberapa tahun terakhir ini saya melihat gairah komik kembali muncul dengan direproduksinya karya2 komik dulu. Walau hanya di scan dan sedikit re-touch, komik jenis ini laku dijajakan dan dibeli oleh penggila komik seperti komik Gundala yang dikerjakan oleh Iwan Gunawan dan Toni Masdiono di tahun 2005. Dua judul yang telah berhasil dirilis adalah Gundala Putera Petir & Perhitungan di Planet Covox.
Saya beruntung bertemu Iwan saat sama2 kuliah di Program Pasca Sarja UI di Salemba. Kesamaan minat terhadap komik dan fotografi membuat kami sering ngobrol di warung kaki lima pelataran kampus UI. Saking seringnya nongkrong ketimbang berada di ruang kelas, kami harus sama2 berjuang untuk lulus tepat waktu agar terhindar dari ancaman DO.
Iwan yang sekarang masih jadi pejabat di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) masih aktif di dunia perkomikan dengan menerbitkan majalah SEQUEN sebagai rujukan seni cerita bergambar Indonesia. Minatnya untuk mengembangkan komik Indonesia tidak pernah sirna dan menjadi salah satu inspirasi bagi para komikus kita untuk terus berkarya. Untuk Iwan, sahabat saya di IKJ.
*) Gambar2 di atas diambil dari situs Sang Kolektor
* * * * *
Beberapa link komik Indonesia :
Tags: akademi samali, anelinda toko komik, comic cafe, djair, godam, gundala, Gundala Putera Petir & Perhitungan di Planet Covox, hasmi, indie comic, iwan gunawan, komik hitam, komik indonesia, link komik indonesia, majalah sequen, museum komik, pragat komik, reka matra cartoon studio, sang kolektor, toni masdiono


March 5, 2008 at 10:58 pm |
benar2 seniman…ckckckck
March 6, 2008 at 8:42 am |
mau cari buku komik lama kemana yah ???
March 6, 2008 at 9:53 am |
Kang Toni Wahid. Apa kabar? Mudah2an koleksi cergam (komik indonesia) nya tambah banyak. Teruslah menulis tentang Cergam ..
kalau mau cari cergam lama di Anjaya – ITC kuningan (ambasador). alamat lengkap buka situs http://www.komikindonesia.com
March 6, 2008 at 10:47 am |
Baik kang Iwan, rasanya sudah lama kita belum ngobrol lagi tentang jagat komik. Ketemu yuk?
May 31, 2008 at 4:39 pm |
Salam, Selamat ya atas dibukanya forum unjuk pendapat yang positif,cerdas dan kreatif. Saya menghaturkan selamat dan semoga sukses serta berkembang terus.
mau komentar sedikit masih ada ngak taman bacaan tersebut sekarang? klo masih ada saya mau nawarin tempat di lokasi saya dibandung untuk bergabung dikomunitas pendidikan saya
trims
October 14, 2008 at 8:23 pm |
soal komik ada pro dan kontra, yang pro salah satunya Iwan dan mengembangkan minat orang untuk baca, yang kontra (dulu)Pramudja Ananta Toer, alasan keduanya bisa dari berbagai segi, tapi saya memang lebih memilih alasan kuat Pramudja karena alam imajinasi pembaca diarahkan kepada tulisan yang dibaca untuk mencari bentuk2 dari penggambaran penulis, sementara di komik seseorang sudah tidak perlu lagi berimajinasi karena sudah melihat gambar. barat masing2 kelompok punya masyarakatnya sendiri termasuk.
March 19, 2009 at 9:48 pm |
wow
May 31, 2009 at 5:20 pm |
Aku baru liat threadnya yang ini. Jadi nostalgia kemasa lalu, masa keemasan komik Indonesia.
June 22, 2009 at 2:48 pm |
bagaimana ini cara bacanya tak satupun yang mau di buka, apa ada yang bersedia menunjukkan diriku yang belum tahu caranya..?
June 22, 2009 at 2:55 pm |
kalau ada yang mau membantu kirimkan ke af_suki@plasa.com terima kasih sebelumnya